Kamis, 27 Februari 2020 | 11:49 WIB

TP4 Ketum Kunjungi Lima Gereja di Sumatera Selatan 25 April 2019


Kamis, 25 April 2019
Bertolak dari Bandara Cengkareng, Ketua Umum Majelis Pusat GPdI Pdt. Dr. Johnny W Weol M.M, M.Th didampingi oleh Badan Aset Gereja MP GPdI Pdt. Brando Lumatauw dan istri, Departemen Pembangunan Gedung Gereja Pedesaan MP GPdI Pdt. Stefanus Kafiar, Sekretaris MPR GPdI Pdt. Hendrik Runtukahu, Ketua MD GPdI Jatim Pdt. Dr. Adi Sujaka M.Th dan salah seorang redaksi Tabloid Pantekosta merangkap wakil sekretaris MD GPdI Jatim Pdt. Richardo Nainggolan, menuju Palembang dengan penerbangan Garuda Indonesia Airlines.

Boarding pukul 07.15, lewat gate 17, terminal 3 dan take off sesuai jadwal di Soekarno Hatta International Airport, rombongan pun tiba di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin Palembang tepat waktu.

Disambut dengan ramah dan sukacita oleh sejumlah pengurus MD setempat yang telah menunggu beberapa saat di bandara. Tampak Pdt. Daniel Enggar dan ibu Vera Siwi menemani sejumlah pengurus MD Sumsel menjemput “tim pembangunan” yang bersegera menuju hotel 101 di pusat kota Palembang.

Sebelum check in, kedatangan Bapak Ketua Umum MP bersama rombongan disambut dengan gembira oleh Ketua Majelis Daerah Sumsel yang telah menunggu di lobi hotel. Bapak Pdt. Harry S Gultom dan Ibu dengan hangat menjabat tangan satu per satu rombongan dari Jakarta.

Sesudah saling sapa dan koordinasi soal jadwal giat hari itu, tuan rumah di Palembang membawa rombongan sarapan di mie Aloi Palembang yang terkenal itu.
Dari Mie Aloi ‘tim pembangunan’ dibagi menjadi 2 regu. Sejumlah pengurus MD Sumsel pun terbagi untuk mendampingi 2 regu ‘tim pembangunan’.

Rombongan pertama adalah Pak Gultom dan beberapa pengurus MD mendampingi Ketua Umum dan tim (Pdt. Brando Lumatauw & Ibu, Pdt. Hendrik Runtukahu, Pdt. Adi Sujaka) menuju 3 lokasi penggembalaan di wilayah Banyuasin.

Di rombongan kedua, Pak Simanjuntak dan Pak Jacky Missah menemani Pdt. Stefanus Kafiar dan Pdt. Richardo Nainggolan menuju 2 lokasi di Musi Rawas dan Sungai Lilin.

Mission trip pak Ketum ke 3 lokasi sekaligus dapat diselesaikan pada hari itu juga meski harus dengan moda transportasi sungai yang relatif ekstrim (melintasi kawasan populasi buaya musi).
Sementara tim pak Kafiar memerlukan waktu lebih panjang untuk menjangkau dua lokasi lainnya. Sebab kondisi jalan dan kepadatan lalulintas yang tak menentu (macet panjang di beberapa titik) dan ditambah lagi dengan insiden ban mobil gembos, Pak Kafiar bersama timnya harus bersabar 2 hari dalam perjuangan yang lumayan melelahkan.
Pak Kafiar pun rela pada kondisi mendesak mengendarai sendiri sepeda motor untuk mempercepat waktu tempuh menuju GPdI Tungkal Ilir tempat pelayanan Pdt. Ferry Rondonuwu.

Berikut adalah 5 lokasi dimana Ketua Umum MP dan rombongan melaksanakan peletakan batu pertama menandai dimulai pembangunan 5 gereja baru di Sumatera Selatan.

Dimulai dengan doa dan ibadah singkat di lima lokasi kepada lima gembala jemaat, Majelis Pusat MP GPdI menyerahkan bantuan awal masing-masing 20 juta rupiah.
Pembangunan gereja di lima lokasi ini akan dipantau oleh MP melalui MD setempat. Jika progresnya sesuai dengan yang diharapkan, MP akan mencairkan dana pembangunan hingga 60 juta untuk masing-masing gereja/gembala.

  

GPdI Telang
Desa Sumber Mulyo, Muara Telang
Banyuasin.
Pdt. Indoleven Saragih

GPdI Tanjung Lago
Desa Banyuurip, Tanjung Lago,
Banyuasin.
Pdt. Ariston Ginting

GPdI Cinta Manis
Desa Sidomulyo, Air Kumbang,
Banyuasin.
Pdt. Albert Sihotang

GPdI Lubuk Rumbai
Dusun 7 Sungai Krambil Desa Lubuk Rumbai Tuah Negri, Musi Rawas.
Pdt. Solaiman

GPdI Tungkal Ilir
Dusun Senggonan Desa Puyuh
Tungkal Ilir, Banyuasin.
Pdt. Ferry Rondonuwu

Drama Perjalanan kembali dari Sungai Lilin.

Jumat, 27 April 2019.
Bahkan pak Kafiar harus rela menikmati makan siangnya dalam mobil saat perjalanan pulang ke Palembang. Rekan-rekan hamba Tuhan setempat yang paham betul situasi lapangan mengharuskan kami bergegas. Jam boarding seperti tertera pada tiket jam 19:15, sedangkan saat bertolak dari Sungai Lilin, jam sudah mmenunjuk pukul 13:30 waktu setempat.

Berharap mujizat jalan lancar, rombongan Avanza awalnya tenang. Kemudian terjadilah; kepadatan beberapa kali sebab kecelakaan.
Mulai gelisah dan ragu akan bisa mengejar jadwal terbang di bandara Palembang.

Akal pejuang pak Kafiar pun memunculkan ide untuk ‘ganti naik ojek’. Sebuah bengkel milik pak Simamora, disanalah Avanza pak Jacky memindahkan pak Kafiar dan Richardo Nainggolan ke 2 unit sepeda motor. Sudah jam empat sore lebih. Lewat Betung masih lancar, dan benar tak lama sesudah melintasi Betung, 2 sepeda motor yang mengangkut 2 pendatang harus melaju di bahu jalan. Berbatu dan berlubang, kadang ada lumpurnya. Sebab kemacetan panjang tak terduga.

Perjalanan menegangkan ini berakhir dengan syukur karena akhirnya pak Brando dan Istri yang telah menunggu juga dengan risau memastikan kami tiba di bandara pada Pukul 19:00 persis. Puji Tuhan.
Bu Vera Siwi menyiapkan ole-oleh khas Palembang untuk dibawa pulang. (Richardo Nainggolan, Stefanus Kafiar).

 ------------------