Selasa, 11 Desember 2018 | 16:51 WIB

Ketum: Update Pembangunan Gedung Gereja Pedesaan

Salah satu program kerja Majelis Pusat (MP) GPdI periode 2017-2022 adalah membangun gedung gereja di pedesaan. Untuk merealisasikan program ini, dalam kepengurusan MP GPdI dibentuk Departemen Pembangunan Gedung Gereja Pedesaan ( silakan klik http://gpdi.or.id/pages/pengurus-mp-2017-2022 ), yang diketuai oleh: Pdt. Jonatan Manopo (Sulawesi Utara) dan Pdt. Stefanus Kafiar STh. (Manokwari).

Sejak MP GPdI dilantik pada bulan Maret 2017, sampai berita ini ditulis, apa saja yang sudah dilakukan Departemen Pembangunan Gedung Gereja Pedesaan?

“Sejak dilantik Maret 2017, kami ‘off’ di bulan April, lalu bulan Mei sampai Agustus mulai rapat menyusun Komisi Pusat. Bulan Oktober kami melantik Komisi Pusat sekaligus Rapat Koordinasi Nasional ketua-ketua Majelis Daerah. Bulan Nopember ‘off’ persiapan Natal. Pada bulan Januari Pebruari 2018 kami mulai menjalankan program pembangunan gereja di pedesaan”, kata ketua umum (ketum) MP setelah bidston para hamba Tuhan Majelis Daerah GPdI DKI Jakarta, Senin 5 Nopember 2018.

Bagaimana teknisnya, program tersebut dijalankan?

“Kami sudah memiliki daftar gereja-gereja yang akan dibangun yang diperoleh dari semua Majelis Daerah (silakan klik disini), lalu kami acak. ‘Budgeting’ pembangunan dari awal, adalah Rp 60 juta untuk bangunan berukuran 8m x 12m atau 7m x 14m. Dari MP sebesar Rp 20 juta, sisanya sebesar Rp 40 juta dari ‘team’ kami yang kerja”, ketum menjelaskan dengan semangat.

Berapa gereja yang sedang dan sudah selesai dibangun?

“Kalau kami ‘iventarisir’, Riau 3 gereja, Jambi 1 gereja, Jawa Timur 4 gereja, Lombok NTB 4 gereja, Sulawesi Barat 2 gereja, Gorontalo 1 gereja, Sulawesi Utara 4 gereja, Kalimantan Tengah 2 gereja. Pertengahan Nopember akan diresmikan 2 gereja di Jawa Timur, bulan Desember akan diresmikan 2 gereja di Sulawesi barat, lalu menyusul yang lainnya. Bulan Pebruari tahun depan, kami akan mulai ke daerah lainnya. Pembangunan ini akan terus berjalan”, kata ketum mengakhiri ‘update’ tentang gereja pedesaan. (DS)

*Tentang terlambatnya pembangunanSPBE di Lombok,silakan klik http://gpdi.or.id/detailpost/ketum-terlambatnya-pembangunan-spbe-di-lombok