Selasa, 11 Desember 2018 | 17:05 WIB

Ketum: Terlambatnya pembangunan SPBE di Lombok

Pada hari Senin, 5 Nopember 2018, setelah bidston para hamba Tuhan Majelis Daerah GPdI DKI Jakarta, ketua umum (ketum) Majelis Pusat GPdI berkenan menyampaikan tentang terlambatnya pembangunan Stasiun Pengisian Bahan-Bakar Elpiji (SPBE) di Lombok.

Seperti yang disampaikan ketum, Pdt Dr. Johnny Weol saat memimpin rapat pleno MP GPdI pada tanggal 19 April 2018 di hotel Best Western Kemayoran Jakarta, bahwa pada akhir Agustus 2018 SPBE tersebut selesai dibangun.

Untuk itulah staf Badan Multimedia MP GPdI mendapat kesempatan untuk memperoleh klarifikasi dari ketum MP GPdI.



“Jadi, gini….Tertundanya itu karena bencana alam, yaitu gempa bumi yang terjadi beberapa bulan lalu di Lombok (29 Jui 2018 – redaksi), tetapi instalasi-instalasi sudah selesai dibangun”, kata ketum MP GPdI kepada staf Badan Media Cetak dan Elektronik Majelis Pusat GPdI.

“Yang terlambat adalah pemasangan tangki yang berbobot 50.000 kg. Kalau tangki itu dipasang sebelum gempa bumi, pasti akan bermasalah, akan hancur “tatakan” tangki tersebut. Puji Tuhan, karena belum dipasang, belum diletakkan diatas “tatakannya”, maka tangki ini terhindar dari kerusakan yang fatal”, tambah ketua umum MP GPdI periode 2017-2022.

Lalu kapan SPBE tersebut selesai dibangun?

“Dalam waktu dekat, di bulan ini (Nopember-redaksi), tangki tersebut akan segera dipasang dan semoga di bulan Desember 2018 akan di launching”, jawab ketum sambil tersenyum lalu beliau melanjutkan makan siang bersama hamba Tuhan lainnya. (DS)

Sebagai tambahan informasi, demikianlah nanti gambaran SPBE yang sudah siap beroperasi:

* penjelasan ketum tentang berapa banyak gedung GPdI yang sedang dibangun dari nol, dan berapa yang akan diresmikan dalam waktu dekat, dan berapa dana bantuan yang di alokasikan untuk sebuah gedung gereja, silakan klik http://gpdi.or.id/detailpost/ketum-update-pembangunan-gedung-gereja-pedesaan