Sabtu, 23 Februari 2019 | 18:15 WIB

Ketum: Tentang 4M Yang Dikembalikan

Dan Mohon artikel yang ada di link dibawah ini dibaca pelan-pelan sampai kalimat terakhir.

Dalam rapat pleno Majelis Pusat (MP) yang diadakan di Jakarta pada tanggal 7-9 Pebruari 2019, salah satu topik yang dibicarakan adalah tentang update investasi Stasiun Pengisiian Bahanbakar Elpiji (SPBE) di Lombok (https://gpdi.or.id/detailpost/sekilas-tentang-4m ).

“Uang investasi 4M sudah kembali ke kas MP pada bulan Desember 2018,” kata Pdt. Dr. Johnny Weol,  ketua umum (ketum) MP GPdI sambil konfirmasi kepada Pdt.Dr. Noch Mandey, bendahara umum MP GPdI yang posisi duduknya tidak jauh dari ketum.

“Progressnya mengalami stagnasi karena Pertamina sendiri belum mengijinkan untuk meneruskan pembangunan karena goncangan-goncangan kecil masih terjadi, sedangkan kapasitas tangki yang akan terpasang sebesar 50.000 kg. “Tatakan” untuk tangki tersebut sudah jadi, tetapi tangki belum terpasang (https://gpdi.or.id/detailpost/ketum-terlambatnya-pembangunan-spbe-di-lombok). Kalau tangki itu ditaruh di tatakan tersebut dan sudah ada isi, lalu ada goncangan, itu bisa terbakar,” jelas ketum.

“Nah, tertundanya progress ini, maka partner investasi yang baik hati ini, setuju kalau uang 4M dikembalikan dulu. Karena ini bukan simpan pinjam, melainkan kerja sama investasi, maka seandainya pihak partner bilang bahwa uangnya sudah dipakai dan tidak bisa dikembalikan (karena faktor alam, dianggap force majeur), maka saya yang harus bertanggung jawab,” tambah ketum.

Sumber: Pdt. Dr. Johnny Weol

-----------------------------