Minggu, 16 Juni 2019 | 04:01 WIB

Kafiar: Alasan ketum ikut ke lokasi gereja perintisan

Pendeta Stefanus Kafiar STh, yang mengemban tugas sebagai ketua departemen Pembangunan Gedung Gereja Pedesaan Majelis Pusat (MP)GPdI periode 2017-2022, tengah menjadi tokoh yang sering cukup sibuk lantaran kegiatan yang dilakukannya  sehubungan tugas yang diembannya. Dibalik tutur katanya yang lemah lembut, dengan semangat beliau menjelaskan beberapa informasi yang perlu diketahui warga GPdI.


Pdt Stefanus Kafiar

‘Sehubungan dengan kas MP GPdI yang belum bisa memenuhi semua kebutuhan, maka kebijakan yang dipilih ketua umum (ketum) MP GPdI adalah membentuk satu team yang independent, bulan April 2018 (linknya: https://gpdi.or.id/detailpost/beberapa-rekaman-audio-ketum dibawah komando langsung ketum, untuk mengumpulkan dana, dan mulai bergerak membangun gereja pedesaan, dengan budget sekitar 60 juta / gedung gereja. Dana MP yang dipakai adalah 20 juta, sedangkan 40 juta adalah tugas team,” ucap gembala GPdI Manokwari sambil menyantap nasi kotak.

Apa alasan  ketua umum turut mengunjungi gereja perintisan untuk memberikan bantuan? Apakah ketum tidak percaya kepada team yang sudah dibentuk, atau kepada pak Kafiar?

“Bukan tidak percaya, itu dijauhkan Tuhan. Beliau percaya kepada kami sepenuhnya. Saya sebagai departemennya, tidak merasakan hal tersebut. Buktinya saya sendirian baru kembali dari dari kota Pekanbaru untuk menyampaikan bantuan atas perintah ketum. Saya ke Gorontalo, ke Sulut, ketua tidak ikut. Dan jangan lupa bahwa ketum punya hak periogratif, beliau berhak memutuskan akan ikut berkunjung atau tidak,” kata pak Kafiar yang juga dipercaya menjadi wakil ketua Majelis Daerah GPdI Papua Barat.

“Saya pikir yang perlu menjadi perhatian semua warga GPdI bahwa, awalnya adalah adanya keluhan dari “akar rumput” / grass root dari daerah-daerah, salah satunya adalah daerah Pantai Indah (nama disamarkan) bahwa sudah lama sejak beberapa periode yang lampau sampai sekarang, MP tidak pernah menginjakkan kaki ditanah daerah itu. Dan ini suatu kerinduan ketum untuk mengunjungi gereja pedesaan sambil memberikan bantuan. Suatu kebanggaan bagi gembala setempat, sampai mencucurkan air mata ketika ketum berkunjung. Bantuan ini tidak berdasarkan karena ada hubungan akrab, sehingga dibantu, saya bisa buktikan,” tambah pak Kafiar. (Jakarta, 10 Des 2018).

*Keterangan foto cover:  Kunjungan Pdt Kafiar sendirian ke GPdI Melabok Sulut akhir Nop 2018

*Next: Apa itu yayasana Wahana Generasi Bintang, berapa dana yang sudah digelontorkan……

Artikel lain yang berkaitan, silakan klik:

https://gpdi.or.id/detailpost/ketum-update-pembangunan-gedung-gereja-pedesaan

https://gpdi.or.id/detailpost/beberapa-rekaman-audio-ketum

https://drive.google.com/file/d/1fOxVKyvO-YKQjOEzk4ATePPKGIWkMF8G/view

https://gpdi.or.id/pages/pengurus-mp-2017-2022