Khotbah

Ketaatan Yang Benar

Jan 21 2016

Kataatan Yang Benar

Ayat Pokok: Kejadian 6:22
Oleh: Pdt. FSH Palit, Medan

 

 

“Lalu Nuh melakukan semuanya itu; tepat seperti yang diperintahkan Allah kepadanya,  demikianlah dilakukannya.” Kejadian 6:22 

 

Nabi Nuh adalah hamba Tuhan yang diperintahkan oleh Tuhan untuk membangun sebuah bahtera yang sangat besar pada waktu itu. Tuhan menentukan jenis bahan dan ukuran-ukuran bahtera itu. Dan kalau kita baca secara keseluruhan kitab Kejadian pasal 6, maka kita temukan bahwa Nuh membangun bahtera tepat seperti yang diperintahkan Tuhan. Nuh tidak mengurangi atau menambah sedikit pun dari apa yang ditetapkan Tuhan tetapi melakukan sesuai dengan firman Tuhan. Inilah ketaatan yang benar.



Ketaatan yang benar menurut kitab Kejadian pasal 6 adalah ;

1) Ketaatan yang utuh (ayat 22)

– “Nuh melakukan  semuanya….”. Tidak ada bagian yang tertinggal dari apa yang seharusnya dilakukan Nuh. Nuh melakukan semuanya ; baik dalam hal bahan-bahan yang diperlukan maupun ukuran yang ditentukan oleh Tuhan semuanya dilakukannya. Nuh tidak melakukan sepotong-sepotong atau sebagian-sebagian saja melainkan melakukan semuanya. Dan Tuhan menilai bahwa apa yang diperbuat dan yang dilakukan Nuh adalah sempurna di hadapan Tuhan.

 

2) Ketaatan yang sesuai dengan firman Tuhan (ayat 22)

– “…tepat seperti yang diperintahkan Allah kepadanya.” Nuh melakukan semuanya tepat seperti yang diperintahkan Allah. Itu sebabnya ketaatan Nuh saya sebut ketaatan yang benar sebab ketaatan yang benar adalah ketaatan yang sesuai dengan firman Tuhan. Tidak ada firman Tuhan yang dikurangi atau ditambah atau dilanggar Nuh. Apa yang difirman Tuhan itulah kebenaran.

 

3) Ketaatan yang berdasarkan kasih karunia Allah (ayat 8).

– “Tetapi Nuh mendapat kasih karunia di mata TUHAN.” Kasih karunia Allah adalah landasan segala tindakan dan perbuatan yang dilakukan oleh Nuh. Artinya ketika Nuh menunjukkan ketaatan yang benar, itu berdasarkan kasih karunia Allah. Oleh karena itu Nuh sadar bahwa segala kemuliaan, hormat, pujian hanya bagi Tuhan. Nuh pasti tidak mengambil kemuliaan dari perbuatan ketaatannya. Tidak ada kebanggan diri, kesombongan, ataupun keangkuhan di dalam diri Nuh meskipun pembangunan bahtera dilakukan dan selesai dengan sempurna. Tidak ada kemuliaan untuk dirinya atas apa yang dikerjakannya. Kenapa? Sebab dia menyadari bahwa semuanya hanya karena kasih karunia Tuhan. Tanpa kasih karunia tidak mungkin dia bisa melakukan sesuatu di hadapan Tuhan.

Hanya oleh kasih karunia Allah kita dapat melakukan dan menikmati segala sesuatu yang indah dan besar dari Tuhan. Kalau kita menyadari bahwa segala kehidupan, segala yang ada, dan segala yang kita lakukan dalam hidup ini hanya karena kasih karunia Allah, maka kita tidak akan pernah meninggikan diri. Kita hanya mengangkat tangan dan berkata ;  Terpujilah Tuhan! Terimakasih Tuhan untuk anugerah-Mu!

Dalam 1 Korintus 3:10 rasul Paulus berkata bahwa ia adalah seorang ahli bangunan yang cakap. Tetapi rasul Paulus juga mengaku bahwa semuanya adalah karena kasih karunia Tuhan. Paulus tidak merasa bahwa semua yang dilakukan dalam Tuhan adalah karena kepintaran, kekuatan, dan kemampuannya, tetapi dia sadari bahwa itu adalah pemberian Tuhan. Orang yang menyadari bahwasanya segala yang dilakukan dan segala keberhasilan yang didapatkan adalah karena kasih karunia Allah akan selalu mengucapkan terimakasih dan memuji Tuhan.

 

4) Ketaatan yang didukung atau timbul dari persekutuan yang kuat dengan Tuhan (ayat 9).

– “….. Nuh itu hidup bergaul dengan Allah.” Kata 'bergaul' menunjuk kepada hubungan, yaitu hubungan Nuh dengan Tuhan dari waktu ke waktu. Dalam hidupnya Nuh bergaul dengan Tuhan, bersama dengan Tuhan. Hubungan yang kuat ini menumbuhkan dan mendorong lahirnya sebuah ketaatan. Landasan atau fondasi ketaatan Nuh sangat kuat karena tumbuh dan lahir dari persekutuan yang intim dengan Tuhan. Nuh selalu bersama Tuhan, tidak ada waktu yang kosong tanpa Tuhan dalam dirinya. Menurut saya, Nuh adalah seorang yang begitu banyak berdoa, banyak meluangkan waktu untuk bersekutu dengan Tuhan, banyak memuji dan menyembah Tuhan. Nuh mempunyai waktu yang banyak untuk duduk dan berbicara di kaki Tuhan. Itulah pergaulan yang erat sekali dengan Tuhan.

 

Akibat dari ketaatan adalah ;  

1)      Diselamatkan Tuhan. Kejadian 7:1.

Tuhan memberikan keselamatan kepada Nuh dan keluarganya sementara semua orang tenggelam dilanda air bah. Nuh dan keluarganya masuk dalam bahtera dan selamat.

 

2)      Diingat Allah. Kejadian 8:1.

Allah tidak pernah melupakan Nuh tetapi selalu mengingat Nuh atas apa yang telah dilakukannya. Allah selalu mengingat Nuh, mengingat keluarganya, dan mengingat keadaannya. Apabila Tuhan mengingat berarti satu potensi yang luar biasa akan datangnya pemeliharaan dan pertolongan Tuhan. Walaupun ada saat-saat di mana Nuh menghadapi kesulitan, tetapi karena Allah mengingat Nuh maka Allah akan menolong dan tidak akan membiarkan Nuh berlama-lama dalam kesulitan itu.

 

3)      Diberkati Tuhan. Kejadian 9:1.

Ketika Allah telah melenyapkan banyak orang melalui air bah, Allah membangun satu keturunan dan keluarga yang baru, dan itu dimulai dari Nuh. Allah memberkati Nuh dan keluarganya. Semua anak-anak Nuh diberkati Tuhan. Darisini kita ketahui bahwa setiap orang yang mentaati Tuhan dengan ketaatan yang benar maka Allah akan memberkati hidupnya, Allah akan memberkati anak-cucunya.

 

Jadi ketaatan yang benar adalah ketaan yang mempraktekkan firman Tuhan secara utuh dan benar dan yang berdasarkan kasih karunia Allah serta keaatan yang tumbuh dari persekutuan yang kuat dengan Tuhan. Kita harus memohon pertolongan Roh Kudus agar dalam kehidupan kita ketaatan demi ketaan selalu tumbuh. Apabila ketaatan ditambah dengan ketaatan berikutnya, dan ditambah lagi dengan ketaatan berikutnya, maka hasilnya adalah kesetiaan kepada Tuhan. Jika kita setia maka pada akhirnya Tuhan menyediakan dan mengaruniakan mahkota kehidupan kepada kita.

Biarlah Roh Kudus memberikan kemampuan kepada kita untuk bisa taat dengan ketaatan yang benar. Sehingga melalui ketaatan  itu Nama Tuhan dipermuliakan dan hidup serta keluarga kita menikmati segala kebajikan dan kebaikan Tuhan. Tuhan Yesus memberkati!

 

                                               -----------------

 

Arti Sebuah Otoritas

Jan 20 2016


Arti Sebuah Otoritas
Ayat Pokok: Kejadian 2:15-17

Oleh: Pdt. Jonathan Soeharto, Bali


Adam dan Hawa yaitu manusia pertama ditempatkan Allah di taman Eden. Taman Eden adalah tempat yang penuh berkat, tanpa air mata, tanpa kesusahan atau penderitaan. Jadi Allah tidak merencanakan manusia untuk hidup susah melainkan diberkati.

Ada beberapa poin penting yang kita pelajari dari ayat di atas ;

1) Otoritas. Ayat 15 ~ TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu.

Mengusahakan dan memelihara taman itu adalah mandat atau otoritas yang diberikan Tuhan kepada manusia. Manusia mendapat sebuah otoritas atau kepercayaan. Seringkali ada di antara kita yang menginginkan sebuah kepercayaan dari pimpinan ataupun kepercayaan dari Tuhan. Tetapi pertanyaannya, apakah kita adalah orang-orang yang dapat dipercaya? Apakah kita bisa dipercaya oleh Tuhan? Dan seharusnya semua anak Tuhan harus bisa dipercaya.

Saya mempunyai sebuah mobil Toyota Innova. Suatu ketika kanvas remnya habis. Lalu saya menyuruh anak saya pergi ke bengkel resmi Toyota untuk menanyakan berapa biaya penggantian kanvas rem tersebut. Saya hanya menyuruhnya menanyakan besar biayanya dulu, sebab saya tahu bahwa di setiap bengkel resmi biaya sparepart pasti mahal karena original. Mutu produknya pasti terjamin. Itu sebabnya di setiap bengkel resmi tertulis 'Main Dealer Authorized'. Authorized berasal dari kata authority artinya otoritas. Semua layanan di bengkel resmi tersebut dilindungi dan dipertanggungjawabkan oleh pemilik merek yang bersangkutan. Jadi otoritas berbicara tentang perlindungan, kekuasaan, wewenang dan tanggungjawab.

Waktu itu biaya untuk kanvas rem di bengkel resmi sebesar 1,2 juta rupiah. Karena mahal maka saya mengganti kanvas remnya di sebuah bengkel milik teman saya, dan saya hanya bayar 450 ribu rupiah. Tetapi ternyata tidak sampai 2 bulan sudah rusak lagi. Akhirnya saya masuk ke bengkel resmi Toyota. Karena saya menggunakan produk yang tidak asli maka kerusakan rem mobil saya bertambah banyak, di mana piringan remnya ikut rusak. Untuk memperbaikinya saya harus bayar lebih dari 4 juta rupiah. Inilah akibatnya karena saya lari dari otoritas, dari pengawasan resmi. Dan waktu saya menggunakan produk original maka hampir 3 tahun tidak pernah rusak.

Karena itu jangan pernah lari dari otoritas. Dalam rumah tangga atau keluarga, yang punya otoritas adalah orang tua, terutama ayah. Yang punya otoritas di sekolah adalah guru. Yang punya otoritas di kantor atau tempat pekerjaan adalah pimpinan. Yang punya otoritas di gereja adalah Gembala. Kita bisa memberi saran, berdiskusi, tetapi tidak boleh melanggar otoritas. Hormati dan jangan pernah melangkahi setiap otoritas.

 

2) Bebas. Ayat 16 - Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: "Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas” Bebas artinya tidak terikat, tanpa tekanan.

Beberapa tahun terakhir ini saya mendampingi Sdr. Andrew Chan, salah seorang terpidana mati 'duo Bali nine'. Sebelumnya Andrew adalah penjahat narkoba yang sangat ditakuti. Namun setelah ditangkap di Bali dan dimasukkan ke LP Krobokan, Bali, ia bertobat. Selama pelayanan kami di LP tersebut, saya lihat bagaimana Andrew Chan datang kepada Yesus. Pertama-tama ia hanya duduk di luar gereja mengikuti kebaktian. Tetapi lama kelamaan masuk ke gereja dan duduk di kursi paling belakang. Tidak lama kemudian dia duduk di bagian tengah. Kemudian duduk di bagian depan. Beberapa waktu kemudian, dia menjadi singer, melangkah menjadi worship leader, dan sampai akhirnya menjadi seorang pendeta di LP Krobokan. Pemerintah Australia heran melihat pertobatan Andrew Chan. Dan beberapa orang menyayangkan tindakan pemerintah Indonesia yang tetap menghukum mati Andrew walaupun sudah bertobat.

Pada bulan Desember 2014 saya tanya bagaimana perasaannya menghadapi eksekusi mati. Dia berkata bahwa ia tidak takut dan tidak kuatir sebab hidup adalah untuk Kristus dan mati adalah keuntungan. Ia berkata lagi bahwa ia bersukacita menghadapinya sebab sebentar lagi ia akan berjumpa dengan Bapa Sorgawi, berada di rumah yang kekal. Rohaniawan yang mendampinginya waktu eksekusi mati bersaksi bahwa Andrew Chan meminta supaya matanya jangan ditutup ketika dieksekusi. Dan waktu ditembak dia sedang menyanyikan lagu terkenal 'Amazing Grace'.

Andrew Chan bebas berhubungan dengan Tuhan, berdoa, memuji dan menyembah Tuhan di lembaga pemasyarakatan. Tetapi saya nasehatkan, supaya kita jangan masuk lembaga pemasyarakatan dulu baru mau bebas memuji Tuhan.

 

3) Tetap ada aturan. Ayat 17 ~ tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati.”

Meskipun bebas memakan buah di taman itu tetapi ada yang tidak bisa dimakan buahnya yaitu buah pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat. Apabila mereka memakannya pastilah mereka mati. Mati di sini bukanlah berarti meninggal melainkan terputus hubungan dengan Tuhan.

Dalam hidup ini selalu ada hukum tabur tuai. Setiap apa yang kita perbuat pasti ada akibatnya. Orang Bali terkenal dengan hukum 'karma pala' yakni hukum tabur tuai. Itu sebabnya di Bali, kalau anda ketinggalan kunci motor itu tidak akan hilang. Sebab orang Bali memiliki tradisi bahwa kalau anda mencuri maka suatu saat anda akan kehilangan, kalau anda suka gosip maka anda akan digosipin orang lain. Demikian juga kalau kita melanggar hukum Tuhan maka kita harus tanggung akibatnya. Sekarang kita bebas, tidak ada tekanan, tetapi kita musti tetap tunduk kepada otoritas Tuhan.

Baru-baru ini ada kasus besar di Bali yang disiarkan semua media di tanah air. Yakni kasus seorang ibu yang diduga membunuh anak angkatnya. Ibu itu beserta kedua putrinya datang kepada saya minta pembelaan, apalagi mereka tahu bahwa sebelumnya saya adalah seorang pengacara. Tetapi saya katakan bahwa kalau mereka tidak bersalah tidak perlu takut, tetapi kalau memang bersalah mereka harus berdoa dan mohon ampun kepada Tuhan. Lalu kemudian saya tanya apakah mereka setia beribadah. Ibu itu mengaku bahwa sudah 8 tahun tidak pernah masuk ke gereja. Tragis sekali!

Anda bisa saja keluar dari otoritas Tuhan. Silahkan anda tidak beribadah ataupun tidak berdoa. Tetapi apabila kita keluar dari otoritas Illahi maka kita akan mengalami pengalaman yang mengerikan. Kita harus tetap tunduk kepada Tuhan.

Karena itu selagi anda mempunyai tubuh sehat, masih kuat, layanilah Tuhan, puji dan besarkan Dia. Tunduklah kepada otoritas, hormati pemimpinmu, hormati Gembalamu. Tuhan Yesus memberkati!

Kunci Yang Dimiliki Orang Percaya

Jan 17 2016


Kunci Yang Dimiliki OrangPercaya
Ayat Pokok: Wahyu 3:7-13
Oleh: Pdt. Timotius Dawir

"Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Filadelfia: Inilah firman dari Yang Kudus, Yang Benar, yang memegang kunci Daud; apabila Ia membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila Ia menutup, tidak ada yang dapat membuka.” (ay. 7)

Kunci selalu menjadi penentu dari setiap fasilitas yang kita miliki. Bentuk dan ukurannya sangat kecil tetapi sangat menentukan.

Tuhan berkata kepada jemaat Filadelfia bahwa Tuhan yang memegang kunci Daud. Daud berbicara tentang kejayaan, kemenangan, dan berkat-berkat Tuhan lainnya. Orang Israel sangat membanggakan Daud sehingga bintang Daud menjadi lambang bendera Israel.

Tuhan memegang kunci berkat, kunci kejayaan, dan kunci kemenangan atas percobaan. Kalau Tuhan membuka tidak ada yang dapat menutup dan kalau Tuhan yang menutup tidak ada yang dapat membuka. Kita ingin supaya pintu-pintu yang tertutup di dunia ini terbuka, antaralain pintu pelayanan, pintu pekabaran Injil, pintu keberhasilan dalam usaha/bisnis, pintu kemandulan, dan masih banyak lagi yang lain. Dan yang memegang kunci untuk membuka pintu-pintu itu adalah Tuhan Yesus.

Apakah pertolongan Tuhan didasarkan dari apa yang kita miliki? Tidak. Tuhan membuka pintu bagi jemaat Filadelfia yang kekuatannya tidak seberapa. Tuhan seringkali menggunakan keterbatasan dan kekurangan kita untuk kemuliaan nama-Nya.

Berikut beberapa prinsip yang harus kita ketahui supaya pintu-pintu kemurahan dibukakan Tuhan ;

1) Bekerja - “Aku tahu segala pekerjaanmu..”. (ayat 8).

Tuhan sangat senang dengan orang yang bekerja. Firman Tuhan berkata : “jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan” (2 Tesalonika 3:10). Orang yang malas tidak akan diberkati, tetapi Tuhan memberkati orang yang bekerja keras. Tuhan mengetahui dan menilai segala sesuatu yang kita kerjakan dalam hidup ini. Pekerjaan sekecil apapun yang kita lakukan pasti diperhitungkan Tuhan. Tuhan sendiri mengerjakan segalanya dengan baik dan sempurna. Contohnya, matahari tidak pernah terlambat untuk terbit. Atau matahari tidak pernah salah terbit dari barat ke timur tetapi selalu dari timur ke barat. Sampai hal-hal yang terkecil sekalipun diatur dan dikerjakan Tuhan dengan begitu baik.

Tema peringatan hari ulang tahun ke-70 kemerdekaan Republik Indonesia adalah “Ayo Kerja”. Presiden Jokowi menganjurkan supaya semua elemen bangsa bekerja membangun negara yang kita cintai ini. Dalam Mukernas GPdI baru-baru ini di Bogor, Ketua Umum MP GPdI, Pdt. M.D. Wakkary, mengajak semua hamba Tuhan GPdI untuk bekerja. MP GPdI menargetkan sampai tahun 2017 minimal 2 juta jiwa warga GPdI. Saya di provinsi Papua menargetkan sampai 2017 sekitar 600 jemaat dibuka. Dalam dua tahun ini terjadi peningkatan yang signifikan di GPdI Papua. Sekitar 30.000 orang kami bawa kepada Yesus. Hal itu terjadi karena kami mau bekerja. Kami mengadakan banyak kegiatan-kegiatan pengumpulan massa demi jiwa-jiwa datang kepada Yesus.

Karena itu tiap hari kita musti bekerja. Pintu akan dibukakan apabila kita semangat bekerja. Anak-anak muda harus bekerja keras untuk masa depan yang gilang gemilang dari Tuhan. Tuhan melihat orang yang bekerja.

2) Menuruti Firman Tuhan (ayat 8).

Kita harus konsisten mengikuti apa yang Tuhan perintahkan. Orang percaya jangan kompromi dengan dosa; musti ya di atas ya, tidak di atas tidak. Dewasa ini dunia semakin giat menawarkan banyak hal untuk menarik orang percaya dari imannya. Tetapi kita musti konsisten dengan Firman Tuhan.

Dulu di Korea begitu banyak anak-anak muda di gereja tetapi menurut beberapa orang tidak lagi demikian sekarang. Di benua Eropah anak-anak muda telah meninggalkan gereja. Orang-orang tidak konsisten dengan firman Tuhan. Akibatnya ekonomi hancur dan dosa bertambah banyak. Padahal Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan.

Tuhan berkata kepada Yosua ; “Hanya, kuatkan dan teguhkanlah hatimu dengan sungguh-sungguh, bertindaklah hati-hati sesuai dengan seluruh hukum yang telah diperintahkan kepadamu oleh hamba-Ku Musa; janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, supaya engkau beruntung, ke mana pun engkau pergi.” (Yosua 1:7). Inilah kunci untuk membuka pintu.

Jadi, Tuhan memberikan kunci kepada kita, tetapi orang yang memegang kunci adalah orang yang konsisten melakukan firman Tuhan.  

3) Tidak menyangkal Nama Tuhan. (ayat 8).

Dalam perjalanan iman pasti ada tekanan-tekanan. Tetapi dalam kondisi bagaimana pun kita harus tetap percaya kepada Yesus. Sekali Yesus tetap Yesus! Jangan mencoba memperdagangkan imanmu demi sesuatu. Paulus berkata : “Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.” (Filipi 1:21).

Jangan pernah meninggalkan Yesus. Tunjukkan kepada orang lain bahwa anda adalah milik Yesus. Tuhan akan membuka pintu kalau kita tidak menyangkal Nama Tuhan. Jangan menyangkal nama Yesus dalam situasi apa pun.  

4) Tekun menantikan Tuhan (ayat 10).

Saya mempunyai banyak teman pejabat. Saya memperhatikan bahwa waktu kuliah mereka begitu rajin beribadah, tetapi setelah mendapat jabatan dan diberkati mereka tidak setia lagi kepada Tuhan. Namun saya lihat pertumbuhan kehidupan mereka menurun. Berbeda dengan orang yang setia mengiring Tuhan, kehidupan mereka terus naik dan naik.

Dulu orang anggap remeh terhadap warga GPdI. Tetapi pada bulan Desember 2015 yad, dalam Pilkada serentak di Papua, 4 orang calon bupati adalah jemaat GPdI. Tahun 2017 calon walikota Jayapura adalah jemaat GPdI. Puji Tuhan! Tuhan berkata bahwa Tuhan membuka pintu apabila kita setia kepada Tuhan.

Kunci akan diberikan kepada kita, pintu-pintu akan dibukakan, mujizat demi mujizat akan terjadi, asalkan kita mau seperti jemaat Filadelfia ; bekerja keras, menuruti firman-Nya, tidak menyangka nama-Nya, dan setia menantikan Tuhan. Saya percaya kita akan melihat gerakan-gerakan yang lebih besar di waktu-waktu yang akan datang sebab kunci diberikan kepada kita akan membuka semua akses. Haleluya!