Membangun Manusia Batiniah

Nov 09 2012


Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari. Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami. Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal.

2Korintus 4:16-18


Firman Allah menjelaskan bahwa setiap manusia memiliki 2 sisi kehidupan yaitu manusia lahiriah dan manusia batiniah. Perbandingannya:
Manusia Lahiriah     Manusia Batiniah
Kelihatan              Tidak kelihatan (inilah manusia sesungguhnya)
Sementara (tidak abadi)     Kekal (kekal seperti apa? senang mulia di surga atau sengsara menderita di neraka)
Bisa mati     Tidak bisa mati

Bagaimana sikap kita terhadap keduanya? Ams. 11:1. Ayat ini bukan hanya untuk usaha/dagang tetapi tentang sikap kita terhadap 2 sisi manusia kita. Lahiriah dan batiniah harus adil, karena jika serong tidak akan menjadi berkat. Neraca yang serong merupakan kekejian bagi Tuhan tetapi Tuhan senang dengan neraca yang seimbang.

Contoh perumpamaan orang kaya dan Lazarus (Luk. 16:19-31)
Orang Kaya (ekstrim kiri)
Manusia Lahiriah     Manusia Batiniah
Pakaian Mewah setiap hari     Telanjang
Makanan mewah     kelaparan (butuh makan Firman Allah)
Sehat, segar, berolahraga     sakit, lesu, tidak bergairah (tidak pernah memuji dan menyembah Tuhan)
Tidak peduli dengan orang lain (Lazarus yang duduk di bawah mejanya tidak diperdulikan)     Tidak melayani karena rohani sakit (rohani yang sehat, segala talenta dan potensinya digunakan untuk melayani

Akhir hidupnya adalah di neraka. Di situ dia kehausan ingin mendapat air, bukan air biasa tetapi air yang adalah Firman Tuhan, tetapi tidak bisa, sudah terlambat.

Lazarus (ekstrim kanan)
Manusia Lahiriah   Manusia Batiniah

Pakaian kumal (tidak memuliakanTuhan lewat hidupnya)  Pakaian rohani                      

Kelaparan (tidak bekerja, hanya menunggu belas kasihan orang lain)    Kenyang rohani
Sakit, lesu     Sehat, kuat, beribadah

Perlu bantuan untuk kesehatannya    Tidak bisa melayani

Akhir hidupnya di sorga tetapi selama hidupnya tidak memuliakan Allah dan tidak menjadi berkat bagi orang lain.

Cara yang benar mengelola keduanya
Dalam 2Kor. 5:1-10, Paulus menasehati cara kita hidup. Tuhan mau selama kita hidup, baik jasmani maupun batiniah berkenan kepada Tuhan dan menjadi berkat bagi orang lain (ay. 9). Memang untuk membuat neraca seimbang tidak mudah. Paulus dalam segala sesuatu yang dikerjakannya selalu berusaha agar berkenan kepada Allah (ay. 4a).


Tekanan berat yang kita alami, jika tidak kita perhatikan dengan sungguh-sungguh dapat membuat neraca serong. Kita melihat dan mendengar banyaknya kesukaran yang terjadi. Ada bencana alam, kebangkrutan negara-negara besar, gerakan pemberontakan, pemanasan global yang terjadi seperti yang dikatakan dalam 2Tim. 3:1. Perhatian manusia menjadi lebih ditujukan kepada hal-hal yang lahiriah. Karena kesukaran-kesukaran, manusia rela melepas yang batiniah untuk mengejar yang lahiriah (ay. 2-5).

Yang harus dilakukan sehubungan dengan masa sukar:
Contoh, dalam Mrk. 11:12-14, 20-26, Pohon ara tidak berbuah karena memang belum musimnya untuk berbuah, tetapi Yesus tetap mengutuk pohon ara tersebut sehingga pada keesokan harinya pohon itu kering hingga ke akarnya. Inti kisah ini mengajarkan kita untuk tidak menjadi orang Kristen musiman. Perjanjian Lama katakan, anak Tuhan akan diberkati seperti pohon yang tidak pernah berhenti berbuah. Mungkin saat hidup kita berlimpah, kita serahkan untuk melayani tetapi saat kita dalam krisis, kita menjadi tidak peduli, egois dan mementingkan diri sendiri.
Secara alami menurut Norwegian Academy of Science tentang perilaku tanaman dalam kaitan dengan iklim dan pemanasan global, pohon-pohon dalam menghadapi cuaca ekstrim akan berjuang untuk bertahan hidup dengan mengeluarkan daun, tetapi tidak berbuah. Daun berbicara tentang hal jasmaniah, buah berbicara tentang hal rohaniah. Tuhan memperhatikan yang batiniah (2Kor. 5:10). Kita boleh berusaha tetapi jangan sampai meninggalkan ibadah, keduanya harus seimbang.


Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga - Mat. 24:24. Yesus menubuatkan pada akhir jaman, jemaat yang cenderung lahiriah akan diincar iblis karena mereka mudah diperdaya dan disesatkan. Mesias palsu juga dapat melakukan mujizat. Kita perlu membangun manusia lahiriah tetapi pengiringan kita kepada Tuhan bukan semata-mata untuk hal ini. Tuhan bisa memanggil kita lewat berbagai cara termasuk melalui mujizat (kesembuhan, pertolongan dalam usaha) tetapi mujizat bukanlah dasar Kekristenan. Kekristenan didasarkan kepada Firman Allah. Sebab itu kuatlah di dalam Tuhan ketika tekanan itu menekan sehingga kita tidak bergantung kepada materi tetapi bergantung sepenuhnya kepada Tuhan.
Maka oleh karena itu hati kami senantiasa tabah, meskipun kami sadar, bahwa selama kami mendiami tubuh ini, kami masih jauh dari Tuhan, sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat - 2Kor. 5:6-7. Jadilah orang Kristen yang tabah meskipun mendapat tekanan dan tidak mengorbankan yang rohani untuk yang jasmani. Memang kita belum melihat Tuhan muka dengan muka, tetapi tabahlah mengiring Tuhan dan tetap bangun manusia rohani kita. Kalau Tuhan tidak ijinkan kita melihat mujizat secara nyata, apa pun yang terjadi tetaplah mengikut Tuhan, inilah yang Tuhan cari.


Tentaranya akan muncul, mereka akan menajiskan tempat kudus, benteng itu, menghapuskan korban sehari-hari dan menegakkan kekejian yang membinasakan. Dan orang-orang yang berlaku fasik terhadap Perjanjian akan dibujuknya sampai murtad dengan kata-kata licin; tetapi umat yang mengenal Allahnya akan tetap kuat dan akan bertindak - Dan. 11:31-32. Kita melihat nabi dan mesias palsu akan menyeret dengan mujizat yang menarik dan kata-kata licik, tetapi jemaat yang kuat akan bertindak dan berkemenangan,  Tuhan akan menolong kita. Mungkin saat ini kita ada dalam kondisi krisis, tetapi tetaplah percaya kepada Dia yang memelihara jiwa kita, Tuhan memberkati

Mengerti Peringatan-Peringatan Tuhan

Nov 08 2012

 Mazmur 119:144:
“Peringatan-peringatan-Mu adil untuk selama-lamanya, buatlah aku mengerti, supaya aku hidup.”

Ayat ini adalah sebuah pernyataan sekaligus doa dari pemazmur. Setiap peringatan Tuhan bagaimanapun bentuknya, lembut atau keras,  peringatan itu merupakan keadilan Tuhan buat kita.  Karena itu pemazmur memohon kepada Tuhan dengan berkata: “buatlah aku mengerti peringatanmu supaya aku hidup.” Nah, seharusnya mazmur ini juga menjadikan pernyataan dan doa kita semua.


Kapan kita terapkan ayat ini :

1.    Mendengar Firman Allah. Setiap kali kita mendengar Firman Tuhan, seharusnya kita juga berdoa seperti pemazmur berdoa supaya Tuhan buat kita mengerti FirmanMu supaya aku hidup.

Kata ‘hidup’ di sini mempunyai dua pengertian :  Pertama, Hidup rohani (manusia rohani/batiniah).  Hidup / mati manusia batiniah kita ditentukan oleh pengertian kita akan Firman Allah. Karena itu kita perlu mendengar Firman Tuhan dengan baik dan mengertinya supaya rohani kita hidup bukan mati. Kedua, Hidup kekal (hidup bersama Yesus di surga). Apakah anda nanti ada di sorga atau neraka itu sangat bergantung bagaimana kita mendengar, mengerti dan menerapkan Firman Tuhan. Pengertian kita akan Firman Allah menentukan sorga atau neraka. 

Hosea 4:6. Dalam bahasa Indonesia, ayat ini berbunyi ; ‘umatKu binasa karena tidak mengenal Allah.’ Tetapi dalam terjemahan lain ditulis, ‘umatKu binasa karena kurang pengertian’ atau ‘umatKu binasa karena tidak memiliki pengertian Firman Allah’.

Penting mengerti Firman Allah, sebab :

a.       Sumber iman. Lukas 18:8 – Kelak kita akan berdiri di hadapan Bapa tanpa rasa takut, karena kita dinyatakan benar di hadapan Bapa oleh Yesus Kristus. Tetapi orang-orang yang bagaimana nanti yang berdiri di hadapan Bapa? Orang-orang yang beriman sampai kedatangan Yesus kedua kali. Paulus berkata dalam Roma 10:17 bahwa iman timbul dari pendengaran akan Firman Kristus. Iman kita akan terus tumbuh dan bertahan apabila kita mendengar Firman Allah. Dan yang membangkitkan iman adalah yang mendengar Firman dan mengerti.

b.       Mati atau berbuah. Matius 13:1-9. Dalam ayat ini Yesus berbicara tentang empat tipe tanah. Tiga jenis tanah itu tidak produktif. Dan hanya satu jenis tanah yang produktif yaitu menghasilkan buah mulai 30, 60 dan 100 kali ganda. Sangat disayangkan kalau kita menjadi jemaat yang tidak produktif.

Apa rahasinya  tanah itu menghasilkan buah. Matius 13:10-11. Yesus katakan kepada murid-muridNya, bahwa kepadamu diberi karunia untuk mengerti rahasia Kerajan Sorga tetapi kepada mereka tidak. Dari sini kita paham bahwa tidak semua mengerti Firman Tuhan walaupun semua mempunyai Alkitab yang sama. Itu sebabnya kenapa harus ada yang berkhotbah lalu menjelaskan Firman Allah yaitu supaya kita mengerti Firman Allah dari mereka yang diberi karunia mengerti FirmanNya.

Bagaimana kalau tidak mengerti? Matius 13:19. Orang Kristen yang demikian tidak akan bisa bertahan, akan layu dan mati. Tetapi kalau kita mengerti Firman Tuhan kita akan berbuah berlipatganda (Matius 13:23).   

c.       Sanggup bersaksi. Kisah PR 8:26-40. Di jalur Gaza Filipus menerangkan kepada sida-sida Etiopia yang sedang bingung dengan nubuatan Yesaya yang dibacanya. Lalu Filipus menjelaskan nubuatan itu yaitu tentang Yesus yang disalibkan dan satu-satunya jalan keselamatan. Ketika Firman Allah sudah dijelaskan dan mengerti, sida-sida itu minta untuk dibaptis. Orang yang sudah mengerti Firman Allah pasti bertumbuh kekristenannya. Alkitab tidak mencatat, tetapi kita tahu bahwa Etiopia, sampai tahun 80an adalah satu-satunya menyebut diri negara Kristen. Dan saya yakin  ada andil besar dari sida-sida Etiopia, yaitu setelah mengerti Firman Allah, menjadi penginjil di negerinya dan memenangkan jiwa-jiwa bagi Yesus. Kalau kita mengerti Firman maka rohani kita meningkat dan melayani Tuhan, walaupun mungkin jabatan anda tetap pengusaha, ibu rumah tangga, pedagang, dlsb.  

2.    Teguran. Peringatan Tuhan bukan hanya berupa nasihat tetapi juga melalui hajaran/pukulan. Ibrani 12:6. Tuhan kadang memberi peringatan kepada kita secara verbal yaitu lewat Firman Allah. Tetapi kalau tidak mau peduli, Tuhan bisa  memberi peringatan melalui hajaran, dengan cara yang keras. Bahkan dalam Mazmur ditulis bahwa Tuhan bisa menegur lewat badai. Mazmur 107:25-30 – dibangkitkanNya angin badai. Tuhan bisa membangkitkan angin badai dalam usaha, rumah tangga, dll,  sebagai peringatan. Diangkat dan dihempaskan begitu rupa sampai jiwa kita hancur. Lalu dalam ayat 28, badai yang membuat pemazmur berseru-seru kepada Tuhan. Terkadang setelah ada badai kita sadar dan berdoa. Dan setelah itu Tuhan pasti menenteramkan badai karena kita sudah sadar dan berdoa (ayat 28b-29). Tujuan Tuhan adalah membawa kita kepada tujuan hidup yang sesungguhnya (ayat 30). Jadi tergantung kita, mau tunduk kepada peringatan Tuhan secara verbal atau badai dulu baru sadar.

Beberapa contoh orang yang diperingatkan Tuhan.

YUNUS. Pada awalnya Tuhan memberi peringatan kepada Yunus dalam bentuk Firman Allah yang lembut. Perintah Tuhan supaya Yunus pergi memberitakan Injil ke sebuah kota di wilayah Babel bernama Niniwe supaya mereka bertobat dari perbuatan jahat. Yunus adalah seorang hamba Tuhan yang baik tetapi rasa nasionalismenya tinggi. Dia mengerti nubuatan Firman Allah, bahwa suatu waktu Babel akan datang ke Israel merampas kekayaan Israel, membakar kota Yerusalem, mengambil orang-orang yang berpotensi, bahkan seluruh kekayaan kerajaan Israel dan dibawa ke Babel. Sehingga Yunus berpikir apakah Tuhan tidak salah menyuruhnya ke Niniwe untuk menginjili orang jahat. Karena itu Yunus tidak pergi ke Niniwe, malah berlayar ke Tarsis. Lalu kemudian Tuhan datang kepada Yunus lewat badai. Yunus 1:4. Tuhan turunkan badai khusus untuk Yunus. Supaya badai itu teduh, Yunus dilemparkan ke laut. Atas seijin Tuhan seekor ikan besar menelan Yunus. Dan di perut ikan itu Yunus mengerti kehendak Tuhan. Setelah dimuntahkan ke pantai, Yunus pergi ke Niniwe, dan Yunus menjadi penginjil yang besar dan berhasil. Sebab setelah pemberitaannya, semua rakyat Niniwe gemetar, dari raja sampai rakyat jelata, bahkan hewan-hewan berpuasa dan bertobat oleh seorang penginjil yang tunduk kepada Tuhan.

YUDAS. Yudas Iskariot merupakan satu contoh negatif, yaitu diperingatkan Yesus dengan lembut dan keras tetapi tetap mengeraskan hati. Yohanes 13:21-30. Dalam kisah ini kita melihat bagaimana Yesus berulangkali menasihati Yudas, mulai dengan cara yang halus sampai dengan cara yang begitu keras dan terang-terangan, tetapi Yudas tidak mau mengerti Firman Allah dan akhirnya ia binasa.

Ayat 21 – Yesus tegur dengan halus : “Sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku.” Seorang dari 12 murid Yesus akan menyerahkanNya. Sebelas murid yang lain tidak bisa mengerti apa maksud Yesus. Sebab tidak mungkin mereka yang sangat dekat dengan Yesus bisa menyerahkan Yesus. Sebelas murid bisa berpendapat demikian tetapi Yudas tidak bisa membohongi dirinya karena di dalam hatinya ada niat untuk menyerahkan Yesus.

Ayat 26 – Yesus menggunakan isyarat  : “Yesus mengambil roti, mencelupkan dan memberi kepada Yudas.” Yesus memberi isyarat seperti itu, karena Yesus berkata bahwa kepada orang yang aku beri roti orang itulah yang akan menyerahkan Aku. Perjamuan suci tentu bukan cuma Yudas yang dilayani Yesus, semua murid dilayani. Sebelas murid bisa tidak mengerti tetapi Yudas tahu bahwa dialah yang dimaksud Yesus.

Ayat 27 – Yesus tegur terang-terangan : “Apa yang hendak kau perbuat, perbuatlah dengan segera!”  Mungkin saja sambil berkata demikian Yesus menunjuk Yudas. Sebelas murid yang lain tetap tidak mengerti, sebab Yesus seringkali menyuruh Yudas  sebagai pemegang keuangan untuk pergi ke orang miskin dan membagikan sesuatu. Tetapi rupanya Yudas tetap berkeras, tidak mau mengerti teguran Tuhan. Seharusnya Yudas mengerti dan bertobat dan mohon ampun supaya dia hidup.

Ayat 30 – Yudas tidak peduli teguran Yesus : “Yudas menerima roti itu lalu segera pergi. Pada waktu itu hari sudah malam! Secara alegoris, Yudas meninggalkan persekutuan dengan Yesus yang adalah Terang dan dia pergi memilih kegelapan.

Kalau ada di antara kita yang berulang-ulang Tuhan tegur, apakah itu dengan dengan nada yang lembut dan halus bahkan dengan keras seperti badai tetapi tetap mengeraskan hati, maka orang itu akan bersama-sama denan Yudas dalam kebinasaan yang kekal.

Tetapi biarlah kita berkata, “Tuhan buat aku mengerti peringatan-peringatanmu supaya aku hidup. Haleluyah!

Ringkasan Khotbah Pdt. Yos Minandar (Tegal, Jawa Tengah), Minggu 8 Juli 2012 (Ibadah II)