Menyongsong Tahun Baru (2016) Dengan Cara Hidup Baru Untuk Hidup Bersama Yesus Di Langit & Bumi Yang Baru


Menyongsong Tahun Baru (2016)...

Ayat Pokok: Wahyu 21:5
Oleh: Pdt. J.S. Minandar


PENDAHULUAN

Tahun 2015 akan segera berlalu dan kita akan memasuki tahun 2016. Kembali kita akan jalani 365 hari di tahun 2016, maka tahun 2016 akan menjadi tahun yang lama. Peritiwa tersebut akan terus terjadi, entah sampai kapan. Tetapi cepat atau lambat akan tiba waktunya kita akan berada di alam yang baru, seperti ucapan Yesus dalam Wahyu 21:5 “Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru..!” Jadi, kalau kita masuki Tahun Yang Baru, di tahun 2016 ini, berarti kita akan semakin dekat satu tahun dengan saat di mana Allah akan melenyapkan langit dan bumi tempat di mana kita hidup. Sebab Allah akan menciptakan langit dan bumi yang baru.

PENGHUNI LANGIT DAN BUMI BARU

Siapakah yang akan hidup dan diam di langit dan bumi yang baru, yang diciptakan Allah dengan serba baru itu? Yesus berkata dalam Yohanes 3:3-5 “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah.” Artinya hanya orang yang memenuhi syarat akan ada dalam Kerajaan Allah. Syaratnya adalah harus dilahirkan kembali atau lahir baru.

Hal tersebutlah yang Yesus jelaskan kepada Nikodemus dalam Yohanes 3. Pada awalnya Nikodemus tidak mengerti maksud Yesus tentang dilahirkan kembali. Nikodemus mengira dilahirkan kembali atau lahir baru, berarti Nikodeus harus kembali masuk dalam rahim ibunya dan dilahirkan untuk kedua kali. Tentu bukan demikian yang dimaksud dilahirkan kembali. Dalam 2 korintus 5:17 Paulus jelaskan arti kelahiran kembali atau lahir baru adalah:

  • Ada di dalam Kristus

II Korintus 5:17 “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus…” Yang dimaksud orang yang ada di dalam Kristus, ialah orang yang sungguh-sungguh percaya dan menerima Yesus di dalam hidupnya. Bila dikaitkan dengan Natal, orang-orang yang ada di dalam Yesus ialah orang-orang yang menyambut kelahiran Yesus. Seperti para Gembala, Orang Majus, Simeon, Hana, dan masih banyak tokoh Natal lainnya. Tetapi yang dimaksud orang-orang yang ada di dalam Yesus bukan sekedar percaya atau masuk agama Kristen. Melainkan mereka adalah orang-orang yang ada di dalam Yesus atau kristen yang sesungguhnya di hadapan Yesus adalah sudah menjadi ciptaan yang baru.

  • Sudah menjadi ciptaan yang baru

            II Korintus 5:17 “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru; yang lama sudah berlalu, sesung-guhnya yang baru sudah datang.” Ketika kita percaya kepada Yesus, seharusnya kita bukan hanya menjadi orang Kristen biasa, kita harus menjadi ciptaan baru. Dengan demikian orang kristen yang akan masuk dalam Kerajaan Allah dan diam di langit dan bumi baru, bukan sekedar jadi anggota gereja. Mereka memberi hati kepada Yesus untuk lahir di hatinya serta mengijinkan Firman dan Roh Kudus, mengubah seluruh kehidupanya. Sehingga menjadi kristen ciptaan baru, yaitu orang kristen yang hidup lama atau sifat-sifat lamanya sudah berlalu, lenyap, tidak ada, tidak Nampak, tidak kelihatan dan tidak muncul kembali. Contoh: Yosua 5:1-10.

Dalam pasal-pasal sebelumnya dalam kitab Yosua khususnya mulai dari Yosua pasal 3. Menjelaskan saat-saat bangsa Israel akan masuk tanah perjanjian, yaitu Kanaan. Peristiwa ini merupakan gambaran orang-orang percaya (Israel rohani) yang masuk dalam Kerajaan Sorga. Sebelum mereka masuk tanah perjanjian, Tuhan perintahkan kepada bangsa Israel untuk disunat kedua kalinya, Yosua 5:2,3. Apakah selama di Mesir bangsa Israel tidak menyunat anak laki-laki mereka? Yosua 5:5-7 menjelaskan bahwa orang Israel yang lahir dalam perjalanan selama 40 tahun, belum bersunat. Sebab generasi yang terdahulu sudah lenyap, tinggal generasi baru yang lahir saat bangsa Israel berada di padang gurun. Selama perjalanan 40 tahun di padang gurun, tidak ada satupun orang Israel yang disunat. Oleh sebab itu mereka tidak diijinkan masuk tanah perjanjian kalau mereka tidak bersunat.

SUNAT HANYA GAMBARAN

Sunat lahiriah sesungguhnya hanyalah gambaran. Sebab itu, setiap pengikut Yesus harus mengerti mengapa orang percaya tidak melakukan ritual sunat seperti bangsa Israel. Karena Yesus sudah menggenapinya, saat Yesus lahir yang kita rayakan yaitu Natal sampai salib atau peristiwa Paskah. Sebab itu pengikut Yesus tidak menjalani sunat jasmani seperti bangsa Israel, karena sunat itu sudah digenapi oleh Yesus. Maka sebagai pengikut Yesus kita harus mengalami sunat rohani. Sebab pengikut Yesus sejati, adalah orang-orang kristen yang mengalami sunat rohani.

Dari Perjanjian Lama, bahkan ketika Musa masih hidup, nubuat tentang sunat rohani sudah diperkenalkan kepada bangsa Israel. Dalam ulangan 10:16 “Sebab itu sunatlah hatimu dan janganlah lagi kamu tegar tengkuk.” Pada saat itu Musa menegur umat Israel yang membanggakan ritual sunat jasmani tetapi tidak alami sunat rohani.Sebab itu Musa menganjurkan agar semua bangsa Israel untuk menyunatkan hati. Sebab sunat jasmani atau lahiriah tidak akan mendatangkan perubahan batin atau perilaku yang baru. Karena yang berubah cuma jasmaninya, karena sebelumnya ada kulit khatan (kulup), sekarang tidak ada. Sedangkan batin mereka tetap berdosa. Dan batin yang berdosa akan menghasilkan perilaku dan sikap manusia yang berdosa. Sebab itu, yang penting bukan sunat badani, tapi sunat rohani. Yang dimaksud sunat rohani adalah kelahiran baru. Galatia 6:15 “Sebab bersunat atau tidak bersunat tidak ada artinya, tetapi menjadi ciptaan baru, itulah yang ada artinya.”

WUJUD SUNAT ROHANI

Sunat rohani/ciptaan baru menurut Kolose 2:11 “Dalam Dia kamu telah disunat, bukan dengan sunat yang dilakukan oleh manu-sia, tetapi dengan sunat Kristus, yang terdiri dari penanggalan akan tubuh yang berdosa.” Pengenalan yang sejati akan Kristus menghasilkan batin yang baru di hati kita. Batin yang baru memampukan untuk membuang; memotong dan menanggalkan (menyunat) semua dosa dan kebiasaan jahat dalam diri kita.

Natal tidak berhenti setelah para Majus pulang, Herodes mati, dan Yesus kembali dari Mesir. Tetapi Natal terus berlangsung sampai sekarang dan orang yang menyambut Yesus lahir di hatinya, diikuti dengan cara hidup yang baru.

Contoh orang yang alami lahir baru

  • Zakheus, Lukas 19:1-10.

Ketika ia mendengar tentang Yesus, maka ia berusaha untuk melihat seperti apakah Yesus. Iapun memanjat pohon karena badannya pendek. Saat ia berjumpa Yesus dan makan bersama dengan Yesus di rumahnya maka hidup Zakheus berubah. Ia mengakui dosanya bahwa ia sudah memeras orang-orang dengan nilai pajak yang tinggi. Saat berjumpa Yesus, Zakheus alami cara hidup yang baru, dengan mengembalikan 4% dari apa yang ia peras. Bahkan ia memberi pada yang miskin.

  • Wanita Samaria, Yohanes. 4:7-39

Seorang wanita Samaria berjumpa dengan Yesus pada siang hari ketika ia akan mengambil air di sumur. Perjumpaan pertama itu mengubah hidupnya. Sehingga ia tinggalkan hidup lama. Bahkan ia menjadi saksi Yesus bagi orang-orang sekampungnya.

  • Nikodemus, Yoh. 7:45-52

Nikodemus membela Yesus, Yohanes 19:39-41 dan merawat jenazah Yesus bersama dengan Yusuf Arimatea.

  • Paulus, Kisah 9:1-19

Awalnya Paulus membenci Yesus, ia membunuh pengikut Yesus. Tetapi Tuhan menjamah hidupnya dan dia diubahkan menjadi rasul paling besar yang memenangkan daerah Eropa.

Kira-kira di nomor urut berapa kita dalam buku kehidupan. Namun apabila kita tidak mengalami perjumpaan dengan Yesus, yang ditandai dengan perubahan hidup dalam diri kita,maka kita tidak akan ada dalam Kerajaan-Nya di Langit dan Bumi Yang Baru. Jadi jangan mimpi bahwa kita akan hidup di langit dan bumi yang baru, bersama-sama dengan Yesus untuk selama-lamanya bila kita tidak lahir baru dan hidup dengan cara hidup yang diperbaharui. Oleh sebab itu, dengan tahun berganti, harus ada perubahan ke arah yang baik dan sempurna dalam pengiringan kita. Jangan sampai tahun berganti tahun dan generasi berganti generasi, kekeristenan kita tidak seperti yang Yesus inginkan, yaitu percaya, lahir baru dan melayani sampai pada kesempurnaan.

 

Share