Membangun Manusia Batiniah


Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari. Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami. Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal.

2Korintus 4:16-18


Firman Allah menjelaskan bahwa setiap manusia memiliki 2 sisi kehidupan yaitu manusia lahiriah dan manusia batiniah. Perbandingannya:
Manusia Lahiriah     Manusia Batiniah
Kelihatan              Tidak kelihatan (inilah manusia sesungguhnya)
Sementara (tidak abadi)     Kekal (kekal seperti apa? senang mulia di surga atau sengsara menderita di neraka)
Bisa mati     Tidak bisa mati

Bagaimana sikap kita terhadap keduanya? Ams. 11:1. Ayat ini bukan hanya untuk usaha/dagang tetapi tentang sikap kita terhadap 2 sisi manusia kita. Lahiriah dan batiniah harus adil, karena jika serong tidak akan menjadi berkat. Neraca yang serong merupakan kekejian bagi Tuhan tetapi Tuhan senang dengan neraca yang seimbang.

Contoh perumpamaan orang kaya dan Lazarus (Luk. 16:19-31)
Orang Kaya (ekstrim kiri)
Manusia Lahiriah     Manusia Batiniah
Pakaian Mewah setiap hari     Telanjang
Makanan mewah     kelaparan (butuh makan Firman Allah)
Sehat, segar, berolahraga     sakit, lesu, tidak bergairah (tidak pernah memuji dan menyembah Tuhan)
Tidak peduli dengan orang lain (Lazarus yang duduk di bawah mejanya tidak diperdulikan)     Tidak melayani karena rohani sakit (rohani yang sehat, segala talenta dan potensinya digunakan untuk melayani

Akhir hidupnya adalah di neraka. Di situ dia kehausan ingin mendapat air, bukan air biasa tetapi air yang adalah Firman Tuhan, tetapi tidak bisa, sudah terlambat.

Lazarus (ekstrim kanan)
Manusia Lahiriah   Manusia Batiniah

Pakaian kumal (tidak memuliakanTuhan lewat hidupnya)  Pakaian rohani                      

Kelaparan (tidak bekerja, hanya menunggu belas kasihan orang lain)    Kenyang rohani
Sakit, lesu     Sehat, kuat, beribadah

Perlu bantuan untuk kesehatannya    Tidak bisa melayani

Akhir hidupnya di sorga tetapi selama hidupnya tidak memuliakan Allah dan tidak menjadi berkat bagi orang lain.

Cara yang benar mengelola keduanya
Dalam 2Kor. 5:1-10, Paulus menasehati cara kita hidup. Tuhan mau selama kita hidup, baik jasmani maupun batiniah berkenan kepada Tuhan dan menjadi berkat bagi orang lain (ay. 9). Memang untuk membuat neraca seimbang tidak mudah. Paulus dalam segala sesuatu yang dikerjakannya selalu berusaha agar berkenan kepada Allah (ay. 4a).


Tekanan berat yang kita alami, jika tidak kita perhatikan dengan sungguh-sungguh dapat membuat neraca serong. Kita melihat dan mendengar banyaknya kesukaran yang terjadi. Ada bencana alam, kebangkrutan negara-negara besar, gerakan pemberontakan, pemanasan global yang terjadi seperti yang dikatakan dalam 2Tim. 3:1. Perhatian manusia menjadi lebih ditujukan kepada hal-hal yang lahiriah. Karena kesukaran-kesukaran, manusia rela melepas yang batiniah untuk mengejar yang lahiriah (ay. 2-5).

Yang harus dilakukan sehubungan dengan masa sukar:
Contoh, dalam Mrk. 11:12-14, 20-26, Pohon ara tidak berbuah karena memang belum musimnya untuk berbuah, tetapi Yesus tetap mengutuk pohon ara tersebut sehingga pada keesokan harinya pohon itu kering hingga ke akarnya. Inti kisah ini mengajarkan kita untuk tidak menjadi orang Kristen musiman. Perjanjian Lama katakan, anak Tuhan akan diberkati seperti pohon yang tidak pernah berhenti berbuah. Mungkin saat hidup kita berlimpah, kita serahkan untuk melayani tetapi saat kita dalam krisis, kita menjadi tidak peduli, egois dan mementingkan diri sendiri.
Secara alami menurut Norwegian Academy of Science tentang perilaku tanaman dalam kaitan dengan iklim dan pemanasan global, pohon-pohon dalam menghadapi cuaca ekstrim akan berjuang untuk bertahan hidup dengan mengeluarkan daun, tetapi tidak berbuah. Daun berbicara tentang hal jasmaniah, buah berbicara tentang hal rohaniah. Tuhan memperhatikan yang batiniah (2Kor. 5:10). Kita boleh berusaha tetapi jangan sampai meninggalkan ibadah, keduanya harus seimbang.


Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga - Mat. 24:24. Yesus menubuatkan pada akhir jaman, jemaat yang cenderung lahiriah akan diincar iblis karena mereka mudah diperdaya dan disesatkan. Mesias palsu juga dapat melakukan mujizat. Kita perlu membangun manusia lahiriah tetapi pengiringan kita kepada Tuhan bukan semata-mata untuk hal ini. Tuhan bisa memanggil kita lewat berbagai cara termasuk melalui mujizat (kesembuhan, pertolongan dalam usaha) tetapi mujizat bukanlah dasar Kekristenan. Kekristenan didasarkan kepada Firman Allah. Sebab itu kuatlah di dalam Tuhan ketika tekanan itu menekan sehingga kita tidak bergantung kepada materi tetapi bergantung sepenuhnya kepada Tuhan.
Maka oleh karena itu hati kami senantiasa tabah, meskipun kami sadar, bahwa selama kami mendiami tubuh ini, kami masih jauh dari Tuhan, sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat - 2Kor. 5:6-7. Jadilah orang Kristen yang tabah meskipun mendapat tekanan dan tidak mengorbankan yang rohani untuk yang jasmani. Memang kita belum melihat Tuhan muka dengan muka, tetapi tabahlah mengiring Tuhan dan tetap bangun manusia rohani kita. Kalau Tuhan tidak ijinkan kita melihat mujizat secara nyata, apa pun yang terjadi tetaplah mengikut Tuhan, inilah yang Tuhan cari.


Tentaranya akan muncul, mereka akan menajiskan tempat kudus, benteng itu, menghapuskan korban sehari-hari dan menegakkan kekejian yang membinasakan. Dan orang-orang yang berlaku fasik terhadap Perjanjian akan dibujuknya sampai murtad dengan kata-kata licin; tetapi umat yang mengenal Allahnya akan tetap kuat dan akan bertindak - Dan. 11:31-32. Kita melihat nabi dan mesias palsu akan menyeret dengan mujizat yang menarik dan kata-kata licik, tetapi jemaat yang kuat akan bertindak dan berkemenangan,  Tuhan akan menolong kita. Mungkin saat ini kita ada dalam kondisi krisis, tetapi tetaplah percaya kepada Dia yang memelihara jiwa kita, Tuhan memberkati

Share