Mengenal Allah Dengan Benar

Feb 26 2017

Mengenal Allah Dengan Benar
Ayat Pokok: Yohanes 1:18

Oleh: Pdt. JS Minandar (GPdI Mahanaim Tegal) - Ibadah Raya 19 Peb 2017

Yohanes 1:18

“Tidak Seorangpun Yang Pernah Melihat Allah; Tetapi Anak Tunggal Allah, Yang Ada Di Pangkuan Bapa, Dialah Yang Menyatakan-Nya.”

PENDAHULUAN

Pada tahun yang lalu, sudah dijelaskan tentang 3 jenis karunia, yaitu karunia umum, karunia khusus dan karunia kemuliaan. Karunia Umum adalah pemberian Allah bagi hidup manusia di bumi secara merata, Matius 5:45. Inilah fasilitas yang Tuhan sediakan bagi semua manusia dengan merata. Contohnya tanah untuk menabur, air, matahari dan oksigen.  Karunia ini hanya dinikmati selama 60- 80 tahun atau selama seseorang masih hidup di dunia ini. Sedangkan karunia khusus adalah pemberian Allah bagi manusia agar manusia selamat dan hidup kekal di sorga sehingga mereka yang menerimanya pasti selamat. Karunia khusus itu adalah Yesus, dengan menerima Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat pasti manusia diselamatkan.

Yohanes 3:16 menjelaskan bahwa jika kita percaya, kita akan selamat sedangkan Yohanes 3:18 menjelaskan jika tidak percaya maka akan binasa. Demikian juga pengenalan kita kepada Allah, bila kita tidak benar-benar hidup dalam pengenalan akan Allah dan terus hidup dalam dosa, maka kita pasti binasa. Oleh sebab itu, sangat perlu untuk dapat mengenal Allah dengan benar. Banyak orang berpikir bahwa cara-cara untuk mengenal Allah adalah percaya kepada satu agama. Tetapi apakah agama bisa membuat orang mengenal Allah…?

PENGENALAN AKAN ALLAH

Secara umum kita mengenal Allah, lewat ciptaan di bumi dan jagat raja.

Roma 1:18-20 “Sebab apa yang tidak nampak pada-Nya, yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya, dapat nampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih.”

Allah kita itu Esa – satu. Keesahan Allah itu bukan absolute seperti bilangan 1. Contohnya manusia, memiliki satu tubuh fisik tetapi terdapat beberapa hal didalamnya, seperti pikiran, hati , roh dan Tubuh. Allah itu ada, sebab lewat ciptaan Allah, manusia tak dapat berdalih bahwa Allah sang pencipta alam semesta itu ada. Tetapi, pengenalan umum tentang Allah tidak bisa menyelamatkan dan membawa kita kepada Allah di sorga termasuk agama, sebab agama hanya memberikan ajaran namun tidak menyelamatkan.

YESUS YANG MENYATAKAN ALLAH

Yohanes 1:18 – “Tidak seorang pun yang bisa lihat Allah”. Terjemahan  Amerika Standar Version: “Sampai kapan pun manusia tidak akan bisa melihat Allah”.  Kita tidak dapat melihat Allah, bahkan sampai saat surga nanti kita tidak dapat melihat Allah sebab Allah dipenuhi dengan kemuliaan. Namun Yesus menyatakan Allah, yaitu Anak Allah. Anak Allah bukan berarti Allah beranak. Kata anak adalah sebuah gelar yang disandang selagi hidup di bumi bahkan setelah kematian di atas kayu salib. Hanya melalui Yesus kita dapat datang berdoa kepada Allah. Doa-doa manusia yang diajarkan agama tidak akan sampai kepada Allah. Hanya melalui Anak Tunggal Allah, yaitu Tuhan Yesus Kristus doa-doa kita tersampaikan kepada Allah. Inilah yang Yesus maksudkan, bahwa Ia adalah jalan kebenaran dan hidup.

KONSEP AGAMA

    Agama tidak membawa manusia kepada pengenalan akan Allah

Agama merupakan usaha dari orang-orang yang ingin mengenal dan menghampiri Allah. Usaha manusia tidak akan pernah bisa mencapai Allah sebab Allah ada di terang yang tak terhampiri, I Timotius 6:16.

    Dosa Sebagai Penghalang

Bukan hanya manusia yang ingin melihat dan menghampiri Allah. Tetapi Allah sendiri ingin menghampiri dan bersekutu dengan manusia, tetapi hal itu tidak mungkin karena dosa menjadi penghalang!

Yesaya 59:2 “Tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.”

USAHA MANUSIA

Usaha manusia untuk mengenal dan menghampiri Allah adalah hal yang tidak mungkin bisa tercapai. Hal ini telah dilakukan sejak Adam dan Hawa jatuh  dalam dosa.

Kejadian 3:23,24 – Akibat dosa:

    Manusia diusir dari Eden
    Manusia mencari makan sendiri
    Manusia lemah dan sakit
    Manusia harus mati

Itu sebabnya manusia ingin kembali ke Eden menikmati berkat di Eden tetapi tidak bisa. Sebab Allah tempatkan beberapa kerub yang berjaga siang malam di pintu taman Eden dengan pedang terhunus dan menyambar-nyambar orang yang berusaha masuk ke taman itu pasti mati. Sebab itu Mustahil (tidak mungkin) manusia bisa mengenal dan menghampiri Allah dengan usaha dan dengan kemampuan dirinya sendiri yaitu agama apa pun!

MENGAPA MENGENAL ALLAH

Sejauh mana pentingnya kita mengenal Allah?

Yohanes 17:3 – sorga adalah hidup yang kekal, untuk sampai ke Sorga harus mengenal Allah. Satu-satunya cara bagi manusia untuk menerima hidup kekal adalah mengenal satu-satunya Allah yang benar yaitu: TUHAN YESUS KRISTUS yang telah diutus Bapa. Kata “DAN” dapat diartikan sebagai “yaitu”.

Sebagai bukti- Lukas 23:39,40  – semua ucapan Yesus dicermati oleh penjahat yang menderita bersama Yesus sehingga menjelang kematiannya, penjahat itu menyadari bahwa ia berdosa, Lukas 23:41,42. Penjahat itu sadar bahwa Yesus adalah Raja dia atas segala raja – Lukas 23:43. Lukas 23:4 – “Bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.”

 

Menurut Wahyu 2:7 di taman Eden (Firdaus), bersama-sama Yesus kita menikmati “Buah Kehidupan” yang membuat kita menikmati “Hidup Yang Kekal”, Yohanes 17:3. Tidak ada seorang pun yang selamat atau menerima hidup yang kekal, bila orang itu tidak mengenal satu-satunya Allah yang benar.

Tidak seorang pun di dunia yang bisa membuat kita mengenal Allah yang benar.

Dan tidak ada satu pun agama yang bisa membuat kita mengenal Allah yang benar kecuali Tuhan Yesus Kristus. Karena hanya satu-satunya Firman yang keluar dari Allah dan menjadi manusia yaitu Tuhan Yesus Kristus.

TANDA ORANG YANG MENGENAL YESUS

Apakah tanda dari orang yang telah mengenal satu-satunya Allah yang benar?

Kalau Saudara menjawab:

    Percaya kepada Yesus!

      Betul, tapi belum tentu benar.

    Rajin ibadah!

      Betul, tapi belum tentu benar.

    Suka berkorban!

      Betul, tapi belum tentu benar.

    Melayani Tuhan!

Betul, tapi belum tentu benar.

Orang yang mengenal Allah dengan benar akan  mengekspresikan sifat-sifat Yesus dalam kehidupannya sehari-hari. Sebab orang yang menunjukkan sifat-sifat Yesus dalam hidupnya sehari-hari, orang itu pasti percaya Yesus, rajin beribadah, suka berkorban, melayani Tuhan, dan puncaknya orang itu hidup dalam kasih Agape, yaitu kasih Allah.

Jadilah pengikut Yesus sejati yang nyata dari sikap hidup yang menyenangkan hati Tuhan. Bukan hanya memiliki tanda lahiriah, melainkan hidup yang telah dibaharui menjadi ciptaan yang baru sehingga yang lama berlalu dan sesungguhnya yang baru sudah datang, II Korintus 5:17.

Menyongsong Tahun Baru (2016) Dengan Cara Hidup Baru Untuk Hidup Bersama Yesus Di Langit & Bumi Yang Baru

Jan 17 2016


Menyongsong Tahun Baru (2016)...

Ayat Pokok: Wahyu 21:5
Oleh: Pdt. J.S. Minandar


PENDAHULUAN

Tahun 2015 akan segera berlalu dan kita akan memasuki tahun 2016. Kembali kita akan jalani 365 hari di tahun 2016, maka tahun 2016 akan menjadi tahun yang lama. Peritiwa tersebut akan terus terjadi, entah sampai kapan. Tetapi cepat atau lambat akan tiba waktunya kita akan berada di alam yang baru, seperti ucapan Yesus dalam Wahyu 21:5 “Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru..!” Jadi, kalau kita masuki Tahun Yang Baru, di tahun 2016 ini, berarti kita akan semakin dekat satu tahun dengan saat di mana Allah akan melenyapkan langit dan bumi tempat di mana kita hidup. Sebab Allah akan menciptakan langit dan bumi yang baru.

PENGHUNI LANGIT DAN BUMI BARU

Siapakah yang akan hidup dan diam di langit dan bumi yang baru, yang diciptakan Allah dengan serba baru itu? Yesus berkata dalam Yohanes 3:3-5 “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah.” Artinya hanya orang yang memenuhi syarat akan ada dalam Kerajaan Allah. Syaratnya adalah harus dilahirkan kembali atau lahir baru.

Hal tersebutlah yang Yesus jelaskan kepada Nikodemus dalam Yohanes 3. Pada awalnya Nikodemus tidak mengerti maksud Yesus tentang dilahirkan kembali. Nikodemus mengira dilahirkan kembali atau lahir baru, berarti Nikodeus harus kembali masuk dalam rahim ibunya dan dilahirkan untuk kedua kali. Tentu bukan demikian yang dimaksud dilahirkan kembali. Dalam 2 korintus 5:17 Paulus jelaskan arti kelahiran kembali atau lahir baru adalah:

  • Ada di dalam Kristus

II Korintus 5:17 “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus…” Yang dimaksud orang yang ada di dalam Kristus, ialah orang yang sungguh-sungguh percaya dan menerima Yesus di dalam hidupnya. Bila dikaitkan dengan Natal, orang-orang yang ada di dalam Yesus ialah orang-orang yang menyambut kelahiran Yesus. Seperti para Gembala, Orang Majus, Simeon, Hana, dan masih banyak tokoh Natal lainnya. Tetapi yang dimaksud orang-orang yang ada di dalam Yesus bukan sekedar percaya atau masuk agama Kristen. Melainkan mereka adalah orang-orang yang ada di dalam Yesus atau kristen yang sesungguhnya di hadapan Yesus adalah sudah menjadi ciptaan yang baru.

  • Sudah menjadi ciptaan yang baru

            II Korintus 5:17 “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru; yang lama sudah berlalu, sesung-guhnya yang baru sudah datang.” Ketika kita percaya kepada Yesus, seharusnya kita bukan hanya menjadi orang Kristen biasa, kita harus menjadi ciptaan baru. Dengan demikian orang kristen yang akan masuk dalam Kerajaan Allah dan diam di langit dan bumi baru, bukan sekedar jadi anggota gereja. Mereka memberi hati kepada Yesus untuk lahir di hatinya serta mengijinkan Firman dan Roh Kudus, mengubah seluruh kehidupanya. Sehingga menjadi kristen ciptaan baru, yaitu orang kristen yang hidup lama atau sifat-sifat lamanya sudah berlalu, lenyap, tidak ada, tidak Nampak, tidak kelihatan dan tidak muncul kembali. Contoh: Yosua 5:1-10.

Dalam pasal-pasal sebelumnya dalam kitab Yosua khususnya mulai dari Yosua pasal 3. Menjelaskan saat-saat bangsa Israel akan masuk tanah perjanjian, yaitu Kanaan. Peristiwa ini merupakan gambaran orang-orang percaya (Israel rohani) yang masuk dalam Kerajaan Sorga. Sebelum mereka masuk tanah perjanjian, Tuhan perintahkan kepada bangsa Israel untuk disunat kedua kalinya, Yosua 5:2,3. Apakah selama di Mesir bangsa Israel tidak menyunat anak laki-laki mereka? Yosua 5:5-7 menjelaskan bahwa orang Israel yang lahir dalam perjalanan selama 40 tahun, belum bersunat. Sebab generasi yang terdahulu sudah lenyap, tinggal generasi baru yang lahir saat bangsa Israel berada di padang gurun. Selama perjalanan 40 tahun di padang gurun, tidak ada satupun orang Israel yang disunat. Oleh sebab itu mereka tidak diijinkan masuk tanah perjanjian kalau mereka tidak bersunat.

SUNAT HANYA GAMBARAN

Sunat lahiriah sesungguhnya hanyalah gambaran. Sebab itu, setiap pengikut Yesus harus mengerti mengapa orang percaya tidak melakukan ritual sunat seperti bangsa Israel. Karena Yesus sudah menggenapinya, saat Yesus lahir yang kita rayakan yaitu Natal sampai salib atau peristiwa Paskah. Sebab itu pengikut Yesus tidak menjalani sunat jasmani seperti bangsa Israel, karena sunat itu sudah digenapi oleh Yesus. Maka sebagai pengikut Yesus kita harus mengalami sunat rohani. Sebab pengikut Yesus sejati, adalah orang-orang kristen yang mengalami sunat rohani.

Dari Perjanjian Lama, bahkan ketika Musa masih hidup, nubuat tentang sunat rohani sudah diperkenalkan kepada bangsa Israel. Dalam ulangan 10:16 “Sebab itu sunatlah hatimu dan janganlah lagi kamu tegar tengkuk.” Pada saat itu Musa menegur umat Israel yang membanggakan ritual sunat jasmani tetapi tidak alami sunat rohani.Sebab itu Musa menganjurkan agar semua bangsa Israel untuk menyunatkan hati. Sebab sunat jasmani atau lahiriah tidak akan mendatangkan perubahan batin atau perilaku yang baru. Karena yang berubah cuma jasmaninya, karena sebelumnya ada kulit khatan (kulup), sekarang tidak ada. Sedangkan batin mereka tetap berdosa. Dan batin yang berdosa akan menghasilkan perilaku dan sikap manusia yang berdosa. Sebab itu, yang penting bukan sunat badani, tapi sunat rohani. Yang dimaksud sunat rohani adalah kelahiran baru. Galatia 6:15 “Sebab bersunat atau tidak bersunat tidak ada artinya, tetapi menjadi ciptaan baru, itulah yang ada artinya.”

WUJUD SUNAT ROHANI

Sunat rohani/ciptaan baru menurut Kolose 2:11 “Dalam Dia kamu telah disunat, bukan dengan sunat yang dilakukan oleh manu-sia, tetapi dengan sunat Kristus, yang terdiri dari penanggalan akan tubuh yang berdosa.” Pengenalan yang sejati akan Kristus menghasilkan batin yang baru di hati kita. Batin yang baru memampukan untuk membuang; memotong dan menanggalkan (menyunat) semua dosa dan kebiasaan jahat dalam diri kita.

Natal tidak berhenti setelah para Majus pulang, Herodes mati, dan Yesus kembali dari Mesir. Tetapi Natal terus berlangsung sampai sekarang dan orang yang menyambut Yesus lahir di hatinya, diikuti dengan cara hidup yang baru.

Contoh orang yang alami lahir baru

  • Zakheus, Lukas 19:1-10.

Ketika ia mendengar tentang Yesus, maka ia berusaha untuk melihat seperti apakah Yesus. Iapun memanjat pohon karena badannya pendek. Saat ia berjumpa Yesus dan makan bersama dengan Yesus di rumahnya maka hidup Zakheus berubah. Ia mengakui dosanya bahwa ia sudah memeras orang-orang dengan nilai pajak yang tinggi. Saat berjumpa Yesus, Zakheus alami cara hidup yang baru, dengan mengembalikan 4% dari apa yang ia peras. Bahkan ia memberi pada yang miskin.

  • Wanita Samaria, Yohanes. 4:7-39

Seorang wanita Samaria berjumpa dengan Yesus pada siang hari ketika ia akan mengambil air di sumur. Perjumpaan pertama itu mengubah hidupnya. Sehingga ia tinggalkan hidup lama. Bahkan ia menjadi saksi Yesus bagi orang-orang sekampungnya.

  • Nikodemus, Yoh. 7:45-52

Nikodemus membela Yesus, Yohanes 19:39-41 dan merawat jenazah Yesus bersama dengan Yusuf Arimatea.

  • Paulus, Kisah 9:1-19

Awalnya Paulus membenci Yesus, ia membunuh pengikut Yesus. Tetapi Tuhan menjamah hidupnya dan dia diubahkan menjadi rasul paling besar yang memenangkan daerah Eropa.

Kira-kira di nomor urut berapa kita dalam buku kehidupan. Namun apabila kita tidak mengalami perjumpaan dengan Yesus, yang ditandai dengan perubahan hidup dalam diri kita,maka kita tidak akan ada dalam Kerajaan-Nya di Langit dan Bumi Yang Baru. Jadi jangan mimpi bahwa kita akan hidup di langit dan bumi yang baru, bersama-sama dengan Yesus untuk selama-lamanya bila kita tidak lahir baru dan hidup dengan cara hidup yang diperbaharui. Oleh sebab itu, dengan tahun berganti, harus ada perubahan ke arah yang baik dan sempurna dalam pengiringan kita. Jangan sampai tahun berganti tahun dan generasi berganti generasi, kekeristenan kita tidak seperti yang Yesus inginkan, yaitu percaya, lahir baru dan melayani sampai pada kesempurnaan.

 

Pedang Roh

Apr 02 2014

PEDANG ROH
Ayat Pokok: Efesus 6:17
Oleh: Pdt. Yos Minandar www.gpdimahanaim-tegal.org

 "Dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah”

PENDAHULUAN
Keadaan dunia akhir zaman semakin menarik. Begitu banyak hal-hal duniawi yang menggoda manusia. Jika kita tidak memiliki daya tahan, maka sangat mudah Iblis menjatuhkan. Perlu sekali bagi kita mempersenjatai diri dengan lebih baik. Karena Iblis setiap waktu meyerang iman orang percaya, hingga mereka meninggalkan kesatiaannya kepada Tuhan dan berbalik kepada hal-hal duniawi. Beberapa minggu yang lalu,  sudah membahas 5 perlengkapan senjata dalam peperangan rohani yang kita  hadapi, yaitu:

(1) Ikat Pinggang Kebenaran
(2) Baju Zirah (rompi) Keadilan
(3) Kasut (sepatu) Kerelaan Memberitakan Injil Damai Sejahtera,  harus di kenakan kemana saja kita pergi.
(4) Perisai Iman
(5) Ketopong (Helm) Keselamatan

Kelima senjata ini digunakan sebagai senjata untuk bertahan (pertahan). Dapat digunakan agar Iblis tidak melukai atau membunuh kita.  Tetapi tidak cukup jika hanya bertahan. Firman Allah mencatat, lawanlah iblis maka ia akan lari dari padamu. Kita butuh senjata penyerang untuk kalahkan Iblis. Jadi, ada senjata untuk bertahan dan senjata untuk menyerang.

SENJATA UNTUK MENYERANG
Senjata keenam merupakan senjata yang tepat untuk menyerang Iblis, yaitu PEDANG ROH. Sebab kalau kita berperang tapi dan tidak memakai Pedang Roh, kita tidak bisa usir/ menyerang Iblis. Dan pedang Roh, di terjemahkan oleh Rasul Paulus adalah Firman Allah. Ibrani 4:12 “Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membeda-“kan pertimbangan dan pikiran hati kita.” Senjata yang kita pakai “HIDUP DAN KUAT”. Karena begitu kuatnya senjata ini, sehingga dapat menembus bagian terdalam.

MENEMBUS SEMUA BIDANG KEHIDUPAN

Firman Allahlah satu-satunya senjata Allah yang bisa menembus masuk ke dalam semua bagian hidup manusia. Firman Allah sanggup memisahkan :
•    Jiwa dan roh (ke bagian yang paling dalam dari rohani kita, tidak hanya sampai pada perasaan semata).  Tapi benar-benar sampai ke dalam roh kita, yang membuat seseorang bisa bertobat dan mengubah kita jadi manusia baru (alami kelahiran baru), II Korintus 5:17. Pembaharuan oleh firman memberi pengertian apakah kita menyembah Tuhan dengan roh dan kebenaran atau hanya perasaaan. Iblis dapat gunakan cara dengan memalingkan pikiran kita sehingga penyembahan yang di berikan kepada Tuhan hanya terlihat secara fisik, tetapi tidak dengan hati kita. Sebab itu kita butuh firman yang member pengertian tentang penyembahan dan Roh.
•    Sendi-sendi dan sumsum (ke bagian yang paling dalam dari fisik kita). Ketika kita mengimani firman Allah, firman Allah sanggup menyembuhkan dan memperbaiki organ-  mitubuh kita yang tidak bisa dijangkau seorang ahli bedah sekalipun.

SUMBER PEDANG ROH/FIRMAN ALLAH
Wahyu 1:16 “Dan di tangan kanan-Nya, Ia memegang tujuh bintang dan dan dari mulut-Nya keluar sebilah pedang tajam bermata dua”  Dalam penglihatannya, Yohanes melihat sosok Yesus, yang luar biasa. Yesus memegang tujuh bintang di tangan kanan-Nya. Ketujuh bintang menggambarkan gembala-gembala jemaat yang hidupnya ada di tangan Yesus (wahyu 2,3). Jikalau mereka bisa hidup, serta melayani dan dipakai Tuhan, semua karena kehebatan tangan Tuhan, bukan mereka. Allah yang membela hamba-hambanya, tetapi jangan sampai mengkultuskan hamba Tuhan. Sebab Yesus yang menjadi kekuatan mereka. Itu sebabnya selagi hamba-hamba Tuhan ada di tangan Yesus, jangan usik hamba Tuhan.


“Dari Mulut Yesus Keluar Sebilah Pedang Tajam Bermata Dua”
Pedang yang keluar dari mulut Yesus di ayat ini, bukan secara harafiah, tapi berbicara firman Allah yang keluar dari mulut Yesus. Mengandung beberapa pengertian, antara lain:

1. Firman Allah Sebagai Sumber Kehidupan
Untuk kita bisa bertahan hidup, kita harus makan setiap hari. (Satu hari kita bisa tidak makan, tetapi kita tidak makan untuk seterusnya – kita akan mati). Demikian juga secara rohan satu-satunya makanan rohani yang membawa kita pada kehidupan kekal adalah Yesus. Yohanes 6:55 Sebab daging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar-benar minuman. Ayat ini berbicara tentang “kematian/korban Yesus di atas kayu salib”, sebagai satu-satunya makanan yang memberikan hidup yang kekal kepada manusia. Tetapi ayat ini juga mengacu kepada Firman yang keluar dari Yesus yang membawa kepada hidup yang kekal, sebab Yohanes 1:1,14 Yesus adalah Firman Allah.

Firman Allah Sebagai Makanan Yang Menghidupkan
Sebab itu, kalau mau rohani kita sehat dan hidup, tidak ada pilihan lain , harus makan firman Allah (roti hidup) secara rutin. Tidak mungkin jadi pengikut Kristus yang sehat, kuat dan hidup kekal, kalau tidak makan firman Allah secara rutin dan tetap. Ada banyak agama atau kepercayaan yang mengklaim bahwa mereka punya firman Allah, tetapi kalau firman itu bukan bersumber dari Yesus, sekali-kali jangan pernah dengar dan mengikutinya. Sebab firman yang membawa kita pada hidup yang kekal hanya datang dari Yesus Kristus.

2. Firman Allah Sebagai Senjata Rohani
Tetapi perlu diketahui, bahwa firman Allah, bukan hanya sebagai sumber kehidup-an, tapi firman Allah juga adalah senjata bagi kita untuk melawan dan menyerang Iblis. Matius 4:1-11, ada beberapa hal yang dapat pelajari tentang pencobaan yang Yesus alami di padang gurun.

A.    Manusia Punya Kebutuhan, antara lain:
1. Kebutuhan Jasmani
•    Kebutuhan sandang, pangan dan papan
•    Kebutuhan akan kekayaan atau harta
•    Kebutuhan pujian/kebanggaan

2. Kebutuhan rohani (keselamatan atau hidup yang kekal di sorga).
Keduanya sama-sama kita butuhkan dalam hidup ini. Walaupun keduanya bukan dosa, tetapi kita harus mengelola keduanya secara seimbang. Namun Iblis berusaha menyerang dari sisi kebutuhan jasmani, supaya kita kehilangan yang paling hakiki dalam hidup kita, yaitu yang rohani atau hidup kekal (keselamatan).

B. Iblis Menyerang Kebutuhan Jasmani
Iblis serang dari sisi kebutuhan jasmani, agar kehilangan yang rohani (kekal). Sebagaimana Iblis lakukan hal ini kepada Yesus, Iblis juga lakukan yang sama pada kita. Dan banyak orang Kristen gugur imannya, karena kekurangan atau kelimpahan hal jasmani. Itu sebabnya Agur bin Yake takut jika hidupnya tidak berjaga-jaga, Amsal 30:7-9.

C. Cara Iblis Menyerang
Matius 4:1-11 dua kali, Iblis serang Yesus dengan cara: “Jika Engkau Anak Allah…” Iblis tahu, Yesus adalah Anak Allah, tetapi ucapkan hal itu kepada Yesus untuk menguji Yesus. Iblis pun gunakan cara untuk meragukan orang percaya akan firman Tuhan. Contohnya Hawa di taman Eden. Apakah respon Yesus dengan sikap Iblis yang berusaha membuat ragu akan firman Allah ? Yesus lawan Iblis dengan menggunakan senjata firman Allah: “Ada tertulis!” Artinya: Dari mulut Yesus keluar: “Pedang bermata dua, yaitu Firman Allah yang lebih tajam dari pedang bermata dua mana pun.” Di manapun dan kapanpun, Iblis berusaha membuat kita ragu akan firman Allah. Kita harus gunakan senjata firman Allah dan ucapkan firman Allah dengan iman.

D. Rhema bukan Logos
Firman Allah seperti apa yang kita gunakan sebagai senjata untuk kalahkan Iblis? Efesus 6:17 “Dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah.” Kata “firman Allah” di ayat ini tidak dipakai kata logos, tapi rhema, bukan firman yang ditulis di kertas (Alkitab), tapi firman yang ditulis di hati, telah dipraktekkan, dan telah menjadi darah daging dan gaya hidup kita. Jadi, ketika Yesus berkata kepada Iblis: “Ada tertulis” pandangan Yesus tidak tertuju ke kitab Taurat yang ditulis di perkamen. Tapi firman yang ada di hati Yesus, yang dan keluar menjadi senjata yang mematikan bagi Iblis, sehingga Iblis – ngacir! Demikian juga Roma 10:14-16

BAGAIMANA KALAU KITA TIDAK HIDUP DALAM FIRMAN ALLAH?

Wahyu 19:11-16 Ayat ini ialah salah satu dari sekian banyak penjelasan tentang kedatangan Yesus ke dua kali, yang sarat dengan bahasa gambaran. Antara lain…
Ayat 11     Menunggang kuda putih, Namanya Yang Setia dan Yang Benar!

Ayat 12     Mata-Nya bagaikan nyala api – ada nama lain disandang Yesus yang tidak kita tahu.

Ayat 13     Mengenakan jubah yang dicelup dengan darah… (dua perspektif):
•    Bagi kita tanda keselamatan, Yesus sudah tebus dosa kita. Tapi…
•    Bagi yang menolak Yesus sebagai firman Allah inilah tanda kebinasaan.

Ayat 14     Bala tentara sorgawi akan mengiringi kedatangan Yesus kedua kali, dengan pakaian kekudusan.

Ayat 15     Dari mulut Yesus, keluar sebilah pedang tajam, membunuh semua bangsa-bangsa, yaitu orang-orang yang menolak Injil dan tidak hidup sesuai firman Allah. Mereka seperti buah anggur yang dipetik dan dimasukkan ke dalam kilangan (mesin pemeras), yaitu kegeraman murka Allah.

Ayat 16     Di jubah dan paha Yesus tertulis nama: Raja segala raja dan Tuan di atas segala tuan.”
 
Lengkapi diri kita dengan senjata dari Allah untuk pertahanan dan gunakan pedang Roh, sebagai penangkis serangan Iblis, sehingga kita dapat berdiri tegap sampai  kedatangan Tuhan Yesus kedua kali.

(Khotbah tqnggal 16 Maret 2014)

                                                        ------------$$----------