Pemulihan

Pemulihan
Ayat Pokok: 2 Korintus 4:16

Oleh: Pdt. Kindah Greening - Goldcoast, Australia
Sabtu & Minggu 21-22 Jan 2017 di GPdI Lembah Dieng

 

Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air. Berfirmanlah Allah: "Jadilah terang." Lalu terang itu jadi. Kej. 1:1-3
Alkitab adalah kitab pemulihan. Yesus kemanapun pergi selalu memulihkan. Inilah permulaan restorasi yang Allah kerjakan.

Namun mereka suatu bangsa yang dijarah dan dirampok, mereka semua terjebak dalam geronggang-geronggang dan disembunyikan dalam rumah-rumah penjara; mereka telah menjadi jarahan dan tidak ada yang melepaskan, menjadi rampasan dan tidak ada yang berkata: "Kembalikanlah!" – Yes. 42:22.
Kata melepaskan berbicara tentang pemulihan. Ya Allah, pulihkanlah kami, buatlah wajah-Mu bersinar, maka kami akan selamat - Maz. 80:4. Pemulihan adalah suara kenabian sejak jaman dahulu. Memulihkan berarti mengembalikan kepada bentuk asalnya. Yesus datang untuk memulihkan kita yang sudah jatuh dalam dosa kembali serupa dengan Allah. Yesus mati untuk memulihkan umat manusia. Pemulihan ada dalam hati dan pikiran Allah. Allah mau memulihkan gerejaNya. Kuasa gereja yang pertama akan dipulihkan dan kita mau melihat mujizat terjadi setiap hari. Mari kita selalu berdoa supaya Tuhan senantiasa memulihkan kita.
Banyak gereja di dunia sudah kehilangan jamahan Tuhan, mereka tidak lagi percaya kepada Injil Yesus Kristus. Tetapi Roh Allah terus bekerja untuk memulihkan. Jangan sampai kita kehilangan kuasa Allah, hadirat Allah, kerinduan untuk membaca dan juga menyelidiki Firman Tuhan.
Sangat mudah orang mempunyai rasa nyaman. Berbahaya ketika kita merasa nyaman karena sedikit demi sedikit kita bisa kehilangan jamahan Tuhan. Peringatan bagi generasi muda, jangan sampai kehilangan jamahan Tuhan, mari tetap andalkan Roh Kudus. Gereja harus bangkit dengan kuasa Tuhan. Biarlah kita seperti Daud yang berkata, jiwanya merindukan Tuhan seperti rusa merindukan sungai yang berair (Maz. 42:2). 

Perumpamaan dirham yang hilang (Lukas 15:8-10)

Perumpamaan ini berbicara tentang pemulihan. Ini gambaran tentang kasih Allah kepada kita yang menyelamatkan orang terhilang. Perumpamaan sebelumnya adalah domba hilang dan anak yang hilang. Perumpamaan ini menggambarkan Roh Kudus yang sedang bekerja dalam gerejaNya, mencari dirham yang hilang. Kata restorasi ada 2 arti yaitu mendirikan kembali/berdiri kembali dan mengembalikan kepada bentuk asal. Kita mengembalikan apa yang sudah hilang, sudah rusak atau tercuri.
Orang yang berdiri kembali, seperti Petrus yang memegang tangan orang lumpuh yang berbaring di Gerbang Indah. Petrus mengangkat orang itu dengan tangannya dan orang itu kembali berdiri dan mengalami pemulihan. Inilah bagaimana gambaran hidup kita yang sering kehilangan sesuatu yang berharga. Alkitab berkata wanita ini kehilangan satu dirham yang berharga. Ketika seorang pria bertunangan dengan seorang wanita, sang pria akan memberikan cincin pertunangan. Tapi pada waktu itu pria bukan memberi cincin tetapi semacam kalung yang ada dirhamnya, sebanyak 10 dirham. Sebenarnya wanita itu bisa berkata tidak apa-apa hilang satu, bisa cari yang lain. Tetapi wanita ini tidak menyerah sampai menemukan dirham yang hilang itu.

7 hal tentang perumpamaan ini

1. Wanita itu menyadari ada sesuatu yang hilang dalam dirinya.
Kadang kita kehilangan sesuatu tetapi tidak sadar sudah kehilangan.
Ujilah dirimu sendiri, apakah kamu tetap tegak di dalam iman. Selidikilah dirimu! Apakah kamu tidak yakin akan dirimu, bahwa Kristus Yesus ada di dalam diri kamu? Sebab jika tidak demikian, kamu tidak tahan uji - 2Kor. 13:5
Karena engkau berkata: Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa, dan karena engkau tidak tahu, bahwa engkau melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang - Why 3:17
Sebab apabila semuanya itu ada padamu dengan berlimpah-limpah, kamu akan dibuatnya menjadi giat dan berhasil dalam pengenalanmu akan Yesus Kristus, Tuhan kita - 2Pet. 1:8.
Banyak gereja kehilangan jamahan Tuhan tetapi tidak menyadari kehilangannya. Tetapi Allah mau memulihkan kita. Jangan sampai kehilangan kuasa dan urapan Tuhan, jadilah orang yang selalu haus urapan Tuhan. Petrus yang sudah tua, selalu mengingatkan supaya kita tidak kehilangan hal yang bernilai itu (2Pet. 1:12-13).

2. Wanita itu menyalakan pelita.
Hal ini berbicara tentang pekerjaan Roh Kudus yang menyelidiki, membersihkan gerejanya, menyalakan terang. Penghakiman dimulai dari gereja Tuhan (1Pet. 4:17). Allah mau membersihkan gerejaNya, bukan menghukum kita, tetapi supaya kita menjadi seperti Dia, dibasuh oleh firman Tuhan, diubahkan dan dipersembahkan sebagai mempelai wanita.
Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar - 2Kor. 3:18.
Kegelapan tidak bisa mengusir kegelapan, hanya terang yang bisa mengusir kegelapan (Yoh. 1:5)
Dalam Mat 21:12-14, Yesus masuk ke dalam bait Allah, menjungkirbalikkan meja dan mulai membersihkan bait Allah. Setelah bait Allah dibersihkan, maka orang buta, timpang, masuk ke dalamnya dan mereka disembuhkan. Allah sedang membersihkan hidup kita supaya hidup kita lebih berguna. Dalam dunia politik, korupsi dimana mana sedang dibongkar, Allah sedang menyalakan lampu menyelidiki. Demikian juga Roh Kudus sedang bekerja dalam gerejaNya untuk membersihkan. Tuhan mau gereja kembali punya kuasa sehingga yang buta dan timpang bisa datang ke dalam gereja dan disembuhkan.

3. Wanita ini mencari dengan tekun.
Kita harus tekun berdoa, bersemangat minta pemulihan sampai kita menemukannya. Orang muda jangan sampai kehilangan semangat, kerajinan dan ketekunan. Wanita ini ingin mendapat yang hilang, ia mencari sepenuh hati dan harus mendapatkannya.
Ada kisah seorang wanita lain yang datang pada Yesus supaya anaknya disembuhkan. Yesus berkata, roti hanya untuk anak dan ia bukanlah anak. Tetapi wanita itu berkata, anjing juga mendapat remah-remah dari meja tuannya. Yesus berkata, iman ibu itu besar, lalu Yesus menyembuhkan anaknya.
Tanpa iman, orang tidak mungkin berkenan kepada Allah (Ibrani 11:6). Iman itu bukan pasif, iman itu membongkar atap dan menurunkan orang sakit di hadapan Yesus. Iman itu seperti wanita pendarahan yang diam-diam mendekati Yesus dan memegang ujung jubahNya.

4. Wanita menyapu rumah.
Allah mau menyapu rumah rohani kita, mulai dari tempat dimana kita tinggal, yaitu hati dan sikap kita. Dimanapun kita berada, di rumah, di gereja, di lingkungan kita, ada keharmonisan.

5. Wanita itu menemukan dirham yang hilang.
Dia keluar rumah dan mengajak teman-temannya untuk ikut bersukacita. Allah mau memberi sukacita dalam rumah kita, juga membawa sukacita dari gereja kepada dunia ini. Nehemia berkata bahwa sukacita Allah adalah kekuatan kita. Layani Tuhan dengan sukacita (Maz. 100:1). Galatia katakan, buah Roh Kudus adalah kasih, sukacita. Daud juga minta pemulihan sukacita keselamatan. Gereja harus dipenuhi orang yang penuh sukacita. Setan mau merampas dan membunuh sukacita kita, tetapi sukacita Allah bagaikan senjata untuk melawan. Hati yang gembira adalah obat yang manjur dan membuat umur lebih panjang. Mari bersukacita dalam rumah Bapa.

6. Wanita itu memanggil sabahat-sahabatnya.
Gereja adalah tempat persahabatan. Ada teman yang lebih karib dari saudara dan teman itu untuk masa kesukaran (Ams. 17:17). Dalam kitab Pengkotbah juga dikatakan bahwa berdua lebih baik daripada seorang diri. Sebab itu gereja harus penuh dengan tawa riang dan banyak teman.

7. Wanita ini mengumumkan berkatnya.
Ia bersukacita sebab sudah menemukan dirhamnya yang hilang. Dia mengumumkan berkatnya. Wanita ini mempunyai iman yang bisa menular kepada orang lain sehingga teman-temannya juga ikut bersukacita karena berkat yang diterima wanita itu. Ketika kita melihat teman diberkati, ikutlah bersukacitalah, jangan iri (Rom. 12:15).
Yohanes 4 mengatakan bahwa waktu itu orang Samaria dan orang Yahudi tidak akur. Orang Yahudi harus memutar jauh untuk menghindari daerah Samaria, anak-anak juga dilarang dekat orang Samaria. Tetapi Yesus berbicara dengan wanita Samaria. Ketika murid murid datang, merekapun memperbincangkan Yesus yang sedang berbicara dengan perempuan Samaria. Tahukah anda, pembicaraan ini adalah yang paling panjang yang tercatat dalam Alkitab. Wanita ini punya iman yang bisa ditularkan ke orang lain, sehingga ketika ia diselamatkan, seluruh desanya juga diselamatkan.

Saat ini apakah yang sudah terhilang dari kehidupan kita? Apa yang kita ingin dapatkan lagi? Mungkin kita sudah tidak lagi percaya Tuhan, kehilangan sukacita keselamatan, kehilangan rasa hormat kepada pemimpin, kehilangan visi, kehilangan panggilan atau lainnya. Tetaplah berdoa, jangan sampai kita kehilangan iman kita. Percayalah ada perkara besar yang akan Tuhan kerjakan bagi kita. Tuhan Yesus memberkati. (LL , KGDP)

sumber: GPdI Lembah Dieng

Share