Kematian Yesus Menghasilkan Keselamatan

Oct 28 2012

Hari ini, Jumat 21 Maret 2008 di seluruh dunia umat Kristiani merayakan peringatan kematian Yesus. Dalam bahasa Indonesia hari ini disebut Jumat Agung. Dalam bahasa Inggris disebut Good Friday artinya Jumat yang baik sekali. Berbeda-beda orang memberikan julukan kepada hari kematian Yesus Kristus. Pada hari Jumat Agung banyak orang Kristen masuk gereja dengan baju hitam dan muka yang sedikit berkerut dari biasanya. Bahkan beberapa gereja sangat mensakralkan Jumat Agung. Mereka memasuki gereja dengan berlutut sebagai tanda penghormatan mereka akan kematian Yesus Kristus. Tetapi yang terpenting sebenarnya dalam kehidupan kehidupan Kristiani adalah makna dan kuasa salib Kristus yang harus kita miliki, kita hayati dan kita hidup di dalamnya.

1 Korintus 1:18 ”Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah.” 

Ketika beberapa hari lalu saya berada di Finlandia, bersama Pdt. F. Pattiradjawane, kami dijamu makan oleh pejabat kedutaan besar RI di Finlandia. Beliau bertanya, kenapa di Finlandia yang mayoritas penduduknya Kristen jarang kelihatan gedung gereja. Lalu seorang pendeta Finlandia yg bersama dengan kami menjawab bahwa sekarang di negara ini muncul satu ”agama” yaitu agama materialisme.

Banyak orang Finland mendewakan pekerjaan/keuangan, mendewakan penemuan-pemenuan baru, mendewakan IT (Information Technology). Jadi walaupun negara itu berlandaskan agama Kristen Lutheran bahkan benderanya dibubuhkan tanda salib,  tetapi belum tentu masyarakatnya memiliki pemberitaan Injil Keselamatan dari salib Kristus.

Bukan hanya sekarang, tetapi dari dulu sudah ada kelompok yang bagi mereka itu pemberitaan tentang salib Kristus adalah satu kebodohan. Mereka beranggapan bahwa pemberitaan salib hanyalah bagi kisah agama orang yang melarat dan bagi orang-orang yang sudah mendekati ajalnya. Namun, Paulus berkata bahwa bagi kita yang diselamatkan, pemberitaan itu adalah kekuatan Allah, kuasa Allah.

Saya sangat gembira kalau sudah berada di kota Seoul, Korea. Di kota Seoul berdiri sekitar  10.000  gereja. Dan setiap gereja, di atasnya ada salib dengan lampu merah. Jadi kalau malam kita melihat kota Seoul seperti hutan salib. Begitu indah. Salib menjadi satu simbol Kristiani yang tegak berdiri walaupun banyak orang menentangnya.

Lukas 23:39-43. Ketika di salib, Yesus tidak sendirian. Di kanan kirinya ada dua orang kriminal, dua orang penyamun atau penjahat. Waktu itu Yesus betul-betul dalam keadaan menderita sekali. Paku ukuran 10 inchi dihujamkan di keduabelah tangannya. Dan paku satu lagi dihujamkan di kedua kakinya yang disatukan. Sehingga oleh paku itu tubuh Yesus tergantung. Di kepalaNya juga ada mahkota duri yang dihujam ke batok kepala-Nya. Jadi bisa kita bayangkan bagaimana darah mengalir dari batok kepala, dua tangan dan kakinya. Belum lagi darah yang mengalir dari punggungnya oleh 120 cabikan daging karena cambukan serdadu Romawi. Kepalanya dipukul dan yang terakhir tombak dari serdadu Romawi menusuk lambungNya sehingga terjadi kucuran deras darah dan air.

Tetapi dalam keadaan yang sangat mengenaskan itu, Yesus berdoa kepada Bapa, katanya "Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” Lukas 23:34. Yesus mengampuni orang-orang yang menombaknya, yang membunuhnya, yang mencambuknya, yang memakukan paku, yang menghujatnya. Inilah prinsip Kristiani. Kristen tidak pernah membalas kejahatan dengan kejahatan. Orang Kristen tidak boleh mengutuk dan menghujat orang. Pembalasan adalah haknya Allah. Allah adalah hakim yang adil. Orang Kristen diajar selalu untuk mengampuni.

Tetapi dalam keadaan sekarat, ada seorang penjahat di sebelahnya berkata : "Bukankah Engkau adalah Kristus? Selamatkanlah diri-Mu dan kami!" Penjahat ini mengejek Yesus, menghina ke-Tuhanan dan ke-MesiasanNya, karena ”tak berdaya” di salib. Dia tidak mengetahui rencana Allah bahwa Yesus harus disalib untuk keselamatan umat manusia.

Tetapi seorang penjahat lainnya di sebelah Yesus berkata : "Tidakkah engkau takut, juga tidak kepada Allah, sedang engkau menerima hukuman yang sama? Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan kita, tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah." Dari ayat ini kita melihat bahwa terjadi pertobatan pada penjahat yang satu lagi. Dan inilah kelahiran baru seorang Kristen, apabila ia bertobat, menyadari bahwa ia orang berdosa. Bagus sekali kalau orang tua kita Kristen lantas kita juga kristen. Tetapi keKristenan dimulai bukan karena diturunkan dari orang tua yang Kristen. Kekristenan dimulai jika ada satu jiwa yang bertobat, yang sadar dia orang berdosa, dan percaya kepada Yesus yang tidak berdosa.

Penjahat itu kemudian berkata : "Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja." Penjahat ini rindu keselamatan dan percaya bahwa Yesus adalah Raja Keselamatan.  Ini adalah syarat keselamatan. Keselamatan diterima bukan waktu dibaptis semasa bayi atau karena memakai kalung atau anting salib, atau karena orang tua Kristen. Tidak! Keselamatan datang serta merta waktu kita bertobat dan percaya kepada Yesus.

Lalu Yesus berkata kepada orang jahat yang bertobat itu : "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus." Ini sesuatu yang luar biasa. Seorang penjahat yang sudah dihukum gantung, yang seharusnya akan binasa, tetapi waktu ia bertobat dan percaya kepada Yesus, Yesus berkata bahwa pada hari itu juga ia akan bersama dengan Yesus di Firdaus. Yesus tidak pernah bekerja tunggu hari besok tetapi selalu hari ini. Hari ini kalau engkau percaya kepada Yesus, engkau pasti selamat.

Roma 5:8-10. Kematian Yesus menghasilkan :

Pertama: Kita DIBENARKAN. Olah karena dosa, kita seharusnya dihukum mati, dikenai murka Allah. Tetapi karena Yesus menggantikan posisi kita maka kita dibenarkan. Kita tidak lagi dibawah pehukuman. Kita berada di bawah anugerah. Roma 8:1.

Kedua: Kita DISELAMATKAN dan PASTI selamat. Beberapa waktu lalu ada orang terkenal meninggal dan beberapa pemuka agama menyerukan doa supaya arwahnya diterima di sisi Tuhan. Mereka belum yakin kalau tidak didorong oleh banyak doa, orang itu tidak selamat. Tetapi bagi orang Kristen, keselamatan dalam Yesus adalah pasti. Bukan mudah-mudahan, atau moga-moga. Di dalam iman kepada Yesus Kristus yang mati dan bangkit.

Ketiga: Oleh penyaliban Yesus kita dibenarkan, tidak dihukum. Kita memperoleh anugerah keselamatan. Dan kita, umat manusia yang percaya DIPERDAMAIKAN dengan Allah.

Oleh sebab itu, kita musti bersyukur untuk korban Yesus di Golgotha. Puji Tuhan! Selamat PASKAH! Haleluyah! 

Ringkasan Khotbah Pdt. M.D. Wakkary, Jumat, 21 Maret 2008 (Jumat Agung)

Doa Zakharia

Aug 23 2012

Lukas 1:5-25 - Dalam Injil Lukas pasal 1 ini kita membaca tentang bagaimana malaikat Gabriel datang memberitakan akan kelahiran Yohanes Pembaptis dan kemudian Yesus Kristus. Kelahiran Yesus sudah dinubuatkan nabi-nabi jauh-jauh hari sebelumnya. Keistimewaan kelahiran Yohanes pembaptis karena terjadi dalam keluarga imam. Zakharia adalah seorang imam, Elisabeth istrinya juga keturunan dari Harun. Jadi baik Zakharia maupun Elisabeth adalah keturunan Imam Besar Harun

Dalam I Tawarikh 24:7-18 kita baca bahwa raja Daud membagi imam-imam dalam 24 kelompok untuk melayani di Bait Allah. Berarti dalam satu tahun satu kelompok bisa melayani dua minggu di Bait Allah. Dan Zakharia termasuk dalam kelompok kedelapan yaitu kelompok yang bernama Abia. Untuk melayani khusus di mezbah dupa mungkin satu imam hanya bisa melayani sekali seumur hidupnya. Dalam perikop di atas ditulis bahwa Zakharia mendapat giliran undian untuk membakar dupa di mezbah dupa pada saat usia lanjut. Tetapi untuk melayani Tuhan sebagai imam tidak pandang umur. Kalau Tuhan masih memberikan kesehatan kita pun dapat melayani Tuhan seumur hidup.

Kualitas kerohanian Zakharia luar biasa (lihat ayat 6). Zakharia dan Elisabeth adalah orang benar di hadapan Allah, suami-istri ini hidup menurut segala perintah (sepuluh hukum torat), melakukan segala ketetapan Tuhan (peraturan-peraturan Tuhan), dan mereka melakukannya dengan tidak bercacat. Begitu tinggi kualitas mereka sebagai hamba Tuhan, tetapi ada satu yang kurang dalam keluarga ini yaitu Zakharia dan Elisabeth tidak mempunyai anak. Di tradisi Israel, satu keluarga yang tidak punya anak dianggap seakan terkena kutuk.

Karena itu orang Israel kalau tidak punya anak dia bisa kawin lagi atau menceraikannya. Tetapi mereka tetap hidup suami-istri walaupun tidak ada anak. Tentu keluarga Zakharia sering mendengar suara-suara sumbang dari orang lain. Tetapi mereka tetap hidup benar, mereka tetap melaksanakan hukum dan ketetapan Tuhan dengan tidak bercacat. Di zaman sekarang ini ada orang Kristen yang gampang merajuk karena doa-doanya sepertinya tidak dijawan Tuhan. Tetapi Zakharia dan Elisabet menjadi model keluarga-keluarga Kristen. Kita perlu terus untuk hidup benar di hadapan Tuhan, walaupun ada kekurangan dalam berkat-berkat.

Zakharia artinya Yahweh telah mengingat. Elisabeth artinya Allah adalah nazarku. Abia = Abiah artinya Yahweh adalah Bapaku. Dalam nama-nama Israel ini terselip nama Tuhan. Bagaimana dengan kita yang hidup sekarang ini, Apakah kita perlu menyelipkan nama Tuhan di dalam nama kita? Setiap anak Tuhan waktu di baptis air dia mendapat nama baru yaitu Tuhan Yesus Kristus. Sebab dalam baptisan air kita dibaptis dalam nama Allah Bapa, Putera dan Roh Kudus yaitu dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Berarti setiap orang yang dibaptis telah mendapat nama Tuhan Yesus Kristus dalam hidupnya. Itu sebabnya penting sekali orang-orang percaya dibaptis.

Ketika Zakharia mendapat undian giliran untuk melayani membakar dupa di mezbah dupa dia begitu gembira karena pelayanan ini terjadi sekali seumur hidup. Ketika dia sedang melayani muncul malaikat Gabriel serta berkata : Zakharia, .Elisabeth, istrimu akan melahirkan seorang anak laki-laki bagimu dan ia akan penuh dengan Roh Kudus mulai dari rahim ibunya. Roh Kudus bisa memenuhi bayi di kandungan. Dalam Yoel 2:28-29 dinubuatkan bahwa anak-anak akan penuh dengan Roh Kudus dan anak-anak akan bernubuat. Oleh sebab itu orang-orang tua jangan lupa untuk membawa anak-anaknya ke kebaktian anak-anak. Anak-anak Tuhan bisa dipakai Tuhan untuk kemuliaan Tuhan.

Waktu malaikat Gabriel menampakkan diri kepada Zakharia dia gemetar, dia ketakutan. Tetapi malaikat berkata : Jangan takut, sebab doamu telah dikabulkan. Mungkin ada doa-doa saudara yang sampai sekarang ini belum dikabulkan Tuhan. Saudara jangan kecewa, Tuhan selalu punya rencana yang terbaik bagi kita. Tuhan mendengar doa orang percaya. Tetapi ada doa yang dikabulkan cepat, tetapi ada doa yang agak lambat baru dikabulkan, tetapi ada juga doa yang Tuhan tidak kabulkan karena Tuhan tidak berkenan. Ketika Zakharia menerima berita ini, Zakharia tidak percaya sehingga dia sempat bisu selama 9 bulan. Dia tidak bisa ngomong sampai anaknya lahir. Nama anaknya ialah Yohanes yang artinya Yehovah mengasihi.

Kita sudah berada di akhir tahun 2005. adakah doa-doa anda yang sepertinay belum dijawab Tuhan? Saya anjurkan supaya anda tetap hidup benar, tetap berdoa, tetap melakukan perintah Firman Tuhan. Semua firman Tuhan Mari kita usahakan untuk melakukannya walaupun mungkin berat. Tuhan mengingat dan mencatat semua jerih perbuatan kita. Tuhan mendengar, mengingat dan mengabulkan pada waktunya. Haleluyah. - M.D. Wakkary