Dosa Dalam Jemaat


Dosa Dalam Jemaat
Ayat Pokok: 1 Korintus 5:1-13

Oleh: Pdt. DR. M.D. Wakkary



Dalam perikop ini, Paulus dengan jelas mengatakan bahwa di gereja Korintus ada orang-orang yang melakukan dosa. Sebenarnya gereja di Korintus ini adalah gereja yang dipenuhi dengan karunia-karunia, dan mereka juga adalah gereja yang memiliki Roh Kudus, bahkan di dalam pasal 12 Paulus memberikan aturan-aturan dalam jemaat karena begitu hebatnya Roh Kudus bekerja.

 

Tetapi kita melihat bahwa di gereja Korintus ini ada orang-orang yang melakukan dosa-dosa seksual, walaupun Roh Kudus telah bekerja di antara mereka. Di seluruh dunia khususnya juga di Indonesia, dosa-dosa seksual sangat banyak terjadi. Bahkan akhir-akhir ini banyak dibicarakan tentang dosa kekerasan seksual, pemerkosaan dan pembunuhan. Ternyata dosa-dosa seksual ini sudah berkembang sejak dari zaman rasul-rasul. Dalam ayat 1 dikatakan bahwa ada orang yang berbuat dosa dengan melakukan perzinahan dengan isteri ayahnya.

Inilah yang terjadi di gereja Korintus. Di akhir zaman ini dosa akan bekerja lebih lagi. Orang-orang di gereja Korintus sudah mengenal Tuhan, hidup dalam persekutuan dengan Tuhan, tetapi di antara mereka masih ada yang melakukan dosa, bahkan dosa yang tidak terdapat pada bangsa-bangsa kafir. Kita harus berhati-hati dalam hidup ini, karena walaupun kita membangun hubungan baik dengan saudara seiman dalam Tuhan, punya hubungan keluarga yang rukun satu dengan lain, tetapi bisa saja di dalam gereja, kita berada dalam tekanan atau tidak bertumbuh dan mungkin juga mengalami kelesuan rohani. Kenapa ini bisa terjadi? Karena kemungkinan ada dosa-dosa yang tersembunyi di dalam jemaat. Siapa saja bisa jatuh dalam dosa, bahkan seorang hamba Tuhan sekalipun.

 

Oleh karena itu Paulus ingatkan bahwa kita sudah ditebus dengan darah Anak domba paskah, yaitu darah Yesus Kristus. Ternyata dosa itu seperti ragi, dan kita harus waspada terhadap pengaruh dosa ini. Kita melihat di negara kita begitu banyaknya peraturan baru yang dibuat, karena dosa yang semakin banyak. Baik itu korupsi, pembunuhan, kejahatan seksual dan lain sebagainya. Pemerintah merasa perlu untuk mencegah supaya orang tidak melakukan dosa dan mereka bisa jerah. Tetapi pada kenyataannya tidak terjadi. Karena itu Paulus katakan supaya jangan bergaul dengan orang-orang yang terlibat dengan dosa-dosa seksual, atau dengan orang yang melakukan percabulan. Kita memang masih hidup di dunia, jadi kita masih akan bertemu dengan orang-orang yang melakukan dosa. Paulus katakan dalam ayat 10, bahwa kalau kita tidak mau bergaul dengan semua orang berdosa, berarti kita harus meninggalkan dunia ini. Oleh karena itu, di dalam ayat 11 Paulus sampaikan supaya kita jangan bergaul dengan orang yang menyebut dirinya saudara dalam Tuhan, tetapi masih melakukan dosa. Mereka yang melakukan percabulan, kikir (menurut anggapan orang ini hanya sifat manusia, tetapi ini juga dosa), penyembah berhala, juga pemfitnah (ada yang menganggap hal ini bukan dosa, tetapi dalam ayat ini fitnah adalah ragi, artinya itu juga dosa), pemabuk dan penipu.

Banyak orang tidak menyadari bahwa hidupnya telah dipengaruhi oleh dosa, oleh karena itu kita perlu menjaga diri dari hal ini. Kita dianjurkkan untuk tidak makan bersama-sama, artinya tidak bergaul dan membangun hubungan dengan orang-orang yang melakukan dosa ini, karena cepat atau lambat kita bisa terpengaruh. Paulus punya otoritas kerasulan karena dia adalah seorang rasul, dan secara rohani dia bisa bertindak tegas terhadap orang yang melakukan dosa ini, terutama yang ada di dalam jemaat. Sedangkan terhadap orang lain yang berada di luar jemaat, Paulus tidak memiliki kuasa apa-apa. Di negara kita banyak orang yang melakukan tindakan kejahatan, terutama korupsi. Banyak yang sudah tertangkap, tetapi masih banyak juga yang belum. Mereka mungkin bisa lepas dari penegak hukum di dunia ini, mereka bisa mengelak dan menghindar dari tuntutan hukum. Tetapi mereka semua akan dihakimi oleh Allah. Dalam ayat 13 Paulus katakan kepada jemaat Korintus supaya mengusir orang-orang yang melakukan kejahatan itu. Memang pada awalnya mereka harus ditegur, tetapi jika tidak berubah juga, maka harus diambil tindakan tegas, yaitu diusir atau dikeluarkan dari anggota jemaat.

Siapapun bisa dengan bebas datang dan bergabung dengan jemaat disini, tetapi kalau ada yang tetap melakukan dosa-dosa ini, maka dia harus keluar dari anggota jemaat. Karena ragi itu akan menular kepada orang lain. Jadi bukan berkat yang akan datang, tetapi kutuk. Ada orang yang beranggapan bahwa bisa tetap melakukan dosa, asalkan masih setia beribadah kepada Tuhan. Ini adalah pandangan yang keliru. Alkitab berkata: Usirlah orang yang melakukan kejahatan dari tengah-tengah kamu. Apakah yang menjadi solusi untuk masalah ini? Karena kita masih manusia biasa dan bisa bermasalah dengan dosa, kita masih bisa dipengaruhi oleh keinginan daging. Di dalam Roma 6:15-23 dikatakan bahwa kita sudah hidup dalam kasih karunia, tetapi tidak berarti kita bebas hidup lagi di dalam dosa. Karena itu, kalau kita sudah menyerahkan hidup kepada Tuhan maka kita harus merobah cara hidup kita. Yang tadinya hamba/budak dosa, berbalik menjadi hidup yang taat kepada Tuhan.

Kalau kita sudah percaya kepada Tuhan, sudah hidup dalam anugerah, maka kita harus berbalik menyerahkan tubuh, jiwa dan roh kita menjadi hamba Allah. Karena ketika kita sudah percaya kepada Yesus berarti kita sudah dimerdekakan dari dosa. Sebelum percaya kepada Yesus kita adalah budak kecemaran, tetapi sekarang kita harus melatih diri kita menjadi hamba kebenaran. Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita. Amin.

Ringkasan Khotbah Pdt. M.D Wakkary, Minggu 29 Mei 2016 (DK)

 

Share