Mengatasi Persoalan Antar Sesama Orang Beriman


Mengatasi Persoalan Antar Sesama Orang Beriman
Ayat Pokok: 1 Korintus 6:1-7

Oleh: Pdt. DR. M.D. Wakkary

Di dunia ini, termasuk juga di negara kita, banyak orang mencari keadilan, karena mereka merasa dirinya dirugikan, tertipu, merasa dibohongi dan dilecehkan. Setiap negara yang menganut sistem demokratis, pasti memiliki lembaga pengadilan, supaya bisa diadili dan diputuskan mana yang benar dan mana yang salah. Tujuan peradilan ini supaya tidak ada orang yang dirugikan. Tetapi selama masih di dunia, keadilan tetap menjadi sesuatu yang sangat dicari-cari karena keadilan seringkali sulit diperoleh. Kita melihat dan mendengar akhir-akhir ini di negara kita, begitu banyaknya hakim dan jaksa yang ditangkap karena tidak berlaku adil. Masalah keadilan menjadi salah satu hal yang sangat berat untuk diterapkan, bahkan di kalangan anak-anak Tuhan. Orang mencari berbagai cara untuk mendapatkan keadilan dan bagaimana caranya supaya tidak tertipu oleh orang lain.

Oleh karena itu, keadlian harus terjadi di antara sesama orang percaya. Dulu, ketika gereja ini masih kecil, ada sesama jemaat yang terlibat hutang piutang. Karena tidak mau bertemu dengan saya untuk diselesaikan masalahnya, akhirnya satu dari antara mereka keluar dari gereja ini. Kita memang bisa mempunyai hubungan baik dengan orang lain dalam banyak hal, seperti hubungan bisnis dan pekerjaan. Tetapi dipihak lain juga bisa saling merugikan dalam hutang piutang, padahal sesama anak Tuhan. Paulus berbicara khusus kepada gereja di Korintus, mereka adalah gereja yang luar biasa. Penuh dengan karunia-karunia Roh Kudus, banyak mujizat terjadi, tetapi banyak orang yang hidupnya tidak benar. Oleh karena itu Paulus katakan bahwa orang yang melakukan dosa supaya diusir dari dalam jemaat. Begitu kerasnya didikan Paulus kepada jemaat ini. Jika kita meneliti ayat-ayat dalam pasal ini, Paulus mengatakan supaya kita jangan mencari keadilan kepada orang yang tidak percaya Yesus. Oleh karena itu, kita harus menghindari persoalan-persoalan yang bisa menyebabkan kita dihakimi oleh orang yang tidak beriman.

 

Seringkali karena hutang piutang di antara sesama dapat menyebabkan hilangnya damai sejahtera dalam beribadah, dalam melayani, juga dalam hubungan keluarga. Seseorang berhutang kepada orang lain diperbolehkan, asalkan harus membayarnya sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati. Tidak dapat dipungkiri, bahwa bisa terjadi dalam kehidupan siapa saja, bahkan kehidupan anak Tuhan, sesuatu hal yang berkaitan dengan keadilan ini. Apakah kita sanggup berbuat adil atau tidak. Karena ada pria-pria yang rajin beribadah di gereja, tetapi tidak sanggup berbuat adil kepada isteri dan keluarganya, begitu juga sebaliknya. Banyak orang beranggapan bahwa berbuat dosa itu adalah ketika seseorang melakukan percabulan, penyembahan berhala dan perzinahan saja. Tetapi dalam ayat 8 dan 9, dikatakan bahwa melakukan ketidakadilan sudah termasuk dosa, dan tidak akan mendapat bagian dalam kerajaan Allah. Malahan alkitab katakan kalau kita dirugikan oleh sesama, berapapun nilainya atau banyaknya, karena dia tidak sanggup membayarnya, kita harus terima. Karena kalau ada orang yang bertengkar dan berselisih di dalam jemaat, itu sudah menjadi suatu kekalahan dan kejatuhan. Keselamatan lebih tinggi nilainya daripada soal-soal perselisihan di antara kita. Oleh karena itu Paulus katakan: Mengapa kamu tidak lebih suka menderita ketidakadilan? Mengapakah kamu tidak lebih suka dirugikan? (ayat 7). Paulus katakan bahwa dosa-dosa yang terdapat dalam ayat 9 dan 10, bisa menjadi penghalang bagi seseorang untuk masuk dalam kerajaan Allah.

Kita seringkali mengharapkan kebangunan rohani, mujizat-mujizat dan tanda heran terjadi di dalam gereja, tetapi seringkali ini terhambat karena masalah keadilan dan dosa-dosa ini. Hanya Yesus yang sanggup melakukan pemulihan. Saya juga banyak kali dirugikan, tetapi saya tidak terlalu memikirkannya karena bisa mengganggu kerohanian saya. Mungkin kita juga merasakan sakit hati dan kecewa ketika dirugikan, tetapi kalau kita mau berkat Tuhan yang lebih besar lagi, maka kita harus mengikuti Firman Tuhan. Memang di akhir zaman, masalah uang menjadi tantangan yang besar bagi semua orang. Di dalam 1 Timotius 6:10, berkata: Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka. Jadi masalah yang terjadi di dunia, baik masalah politik, ekonomi, korupsi dan sebagainya, akarnya adalah tamak akan uang. Hubungan persahabatan, hubungan keluarga bisa rusak karena uang.

Roh tamak akan uang begitu besar mempengaruhi manusia, sehingga orang begitu cepat melakukan kejahatan. Bahkan orang-orang yang melakukan kejahatan ini tidak merasa malu lagi ketika perbuatannya diketahui dan disebarkan lewat media. Akar memang tidak kelihatan, tetapi sangat berpengaruh besar. Oleh karena itu persoalan kejahatan tidak akan selesai, karena akarnya tetap kuat. Bahkan ayat ini katakan bahwa ada orang-orang yang menyimpang dari imannya, hanya karena uang. Jadi kita perlu waspada terhadap akar cinta akan uang ini. Banyak orang mungkin merasa kurang diberkati dibandingkan dengan orang lain, tetapi alkitab katakan berkat itu adalah apa yang kita rasakan dan kita nikmati. Marilah kita terima berkat Tuhan itu dengan sukacita. Tuhan memberikan kepada kita lebih dari cukup, oleh karena itu kita harus bersyukur senantiasa. Kalau kita banyak bersyukur, maka berkat-berkat itu akan ditambah-tambahkan oleh Tuhan.

Jangan sampai kita berselisih satu dengan yang lain karena hal-hal yang sepele, apalagi membawanya ke pengadilan. Tetapi mari kira serahkan dan lupakan itu, supaya hati kita bersih dan diberkati Tuhan lebih lagi. Haleluyah

Ringkasan Khotbah Pdt. M. D Wakkary, Minggu, 5 Juni 2016 (DK)

 

Share