Pengaruh Gereja Yang Dahsyat


Pengaruh Gereja Yang Dahsyat
Ayat Pokok: Kisah Rasul 4
Oleh: Pdt. Yusak Tjong, Malang

 

Kehidupan kita sebagai orang percaya memiliki suatu pengaruh yang dahsyat. Oleh karena Roh Kudus yang ada di dalam kita, maka kita dapat mempengaruhi Allah dan juga manusia. Roh Kudus bekerja melalui dua sarana, yaitu roh kebenaran, yaitu firman Allah yang akan mempengaruhi manusia dan roh doa yang akan menggerakkan Allah untuk menggenapi segala janji firman-Nya. 

Dalam Kis. 4 kita dapat melihat bagaimana dahsyatnya kuasa Roh Kudus mempengaruhi kehidupan Petrus dan Yohanes serta orang-orang yang ada di sekitarnya. Oleh kuasa Roh Kudus maka ketika Petrus dan Yohanes berdoa di dalam nama Yesus, ada seorang lumpuh yang menerima mujizat kesembuhan (Kis. 3).

Setelah itu mereka mengajar orang banyak bahwa ada kebangkitan dari antara orang mati. Terjadilah kegemparan di kota itu sehingga oleh roh kebenaran yang mereka sampaikan itu, dan ada kira-kira lima ribu orang laki-laki yang menerima Yesus. Namun karena imam-imam kepala dan orang Saduki tidak menerima berita Injil itu, maka akhirnya mereka ditangkap dan dihadapkan kepada Mahkamah Agama. Mereka bukan orang terpelajar, tetapi Roh Kudus memberikan hikmat kepada mereka untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan. Roh Kudus juga memberikan keberanian kepada mereka dan seluruh jemaat Tuhan untuk terus memberitakan Injil meskipun mereka menerima ancaman yang berat.

Memberitakan Injil adalah tanggung jawab setiap orang percaya. Bahkan Paulus dalam suratnya kepada jemaat Korintus berkata: "Karena jika aku memberitakan Injil, aku tidak mempunyai alasan untuk memegahkan diri. Sebab itu adalah keharusan bagiku. Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil." (1 Kor. 9:16). Dalam Yeh. 3:18-21 dikatakan bahwa jika kita menolak untuk memberitakan Injil kepada seseorang, maka Tuhan akan menuntut pertanggungan jawab nyawa orang tersebut kepada kita. Tetapi jika kita sudah memberitakan Injil namun orang itu bersikeras tidak mau menerima, maka nyawa orang itu ditanggungkan kepada orang itu sendiri.

Jadi tugas kita adalah memberitakan Injil, tetapi hasilnya (apakah berita Injil itu diterima atau ditolak) adalah murni karya Roh Kudus dan sikap hati dari orang yang mendengarnya. Tanpa Roh Kudus maka tidak ada seorang pun yang dapat datang kepada Yesus. Memang pasti ada tantangan dan resiko yang harus kita tanggung ketika memberitakan Injil, bahkan tidak jarang nyawa kitalah yang dipertaruhkan. Namun percayalah bahwa Roh Kudus akan memberikan keberanian dan kekuatan untuk terus memberitakan Injil. Dan Roh Kudus jugalah yang akan menjadikan hidup kita sebagai pengaruh yang dahsyat untuk membawa orang lain kepada jalan keselamatan.

Selain itu kita juga melihat bahwa ada pengaruh yang dahsyat ketika kita ada dalam persekutuan. Petrus dan Yohanes setelah dilepaskan langsung pergi menemui jemaat Tuhan. Lalu mereka berdoa bersama dengan sungguh-sungguh, sehingga goyanglah tempat mereka berkumpul dan mereka semua penuh dengan Roh Kudus. Kemudian mereka semua memberitakan Injil dengan berani. Karena itu jangan tinggalkan persekutuan dan tetaplah bertekun dalam doa bersama. Dengan demikian maka kita sedang mengijinkan Roh Kudus untuk bekerja dengan bebas dalam hidup kita dan jemaat Tuhan yang ada.
Roh Kudus adalah Pribadi yang memberikan kuasa dan pengaruh yang dahsyat bagi kehidupan orang percaya secara pribadi dan kepada gereja Tuhan pada umumnya. Roh Kudus itulah yang akan memberikan keberanian untuk memberitakan Injil, kekuatan untuk bertahan dalam melayani Tuhan, serta kuasa untuk membawa orang lain kepada jalan keselamatan. Karena itu jangan batasi Roh Kudus dan ijinkan Roh Kudus untuk membaptis dan senantiasa memenuhi hati kita semua. Tuhan Yesus memberkati!

Pengaruh gereja di dalam dunia ini sangatlah luar biasa. Dan ada dua sarana yang akan mendatangkan pengaruh yang dahsyat tersebut, yaitu roh kebenaran dan roh doa. Roh kebenaran atau firman Allah akan mempengaruhi manusia. Dan roh doa atau doa, itulah yang akan mempengaruhi dan menggerakkan hati Allah. Kita dapat melihat bagaimana pengaruh gereja yang dahsyat itu dicatat dalam Kisah Para Rasul 8.

Ayat 1-4 Jemaat mula-mula saat itu tidak menyadari akan pengaruhnya yang dahsyat sehingga mereka hanya berdiam diri di Yerusalem, sampai akhirnya Tuhan mengijinkan penganiayaan terjadi atas orang-orang Kristen, yang dipelopori oleh Saulus. Penganiayaan pertama terjadi atas Stefanus yang mati dirajam batu. Namun sebelum mati Stefanus berdoa untuk orang-orang yang menganiayanya. Apa dampaknya? Dampak negatifnya adalah terjadi penganiayaan yang hebat atas jemaat Tuhan di Yerusalem. Namun dampak yang negatif ini di satu sisi justru mendatangkan dampak yang positif yaitu jemaat Tuhan jadi tersebar ke seluruh negeri, sehingga pemberitaan Injil juga makin tersebar luas.

Ayat 5-8 Dikisahkan mengenai Filipus yang memberitakan Injil dan mengadakan banyak tanda di Samaria. Filipus sebenarnya hanyalah orang biasa, namun ia penuh dengan kuasa Roh Kudus. Ketika Injil atau roh kebenaran itu diberitakan maka hal itu akan mempengaruhi hati manusia. Dan oleh roh doa maka tergeraklah hati Allah untuk mengadakan berbagai tanda dan mujizat. Kedua hal inilah yang akhirnya menarik setiap roh untuk datang kepada Allah dan menerima keselamatan. Dan dampak yang jelas terlihat ketika kedua sarana ini bekerja bersama-sama adalah adanya sukacita yang besar. Dalam penganiayaan, Tuhan mampu mendatangkan sukacita bagi anak-anak-Nya.

Ayat 9-13 Namun kita juga perlu mengetahui bahwa bukan hanya gereja Tuhan yang memiliki pengaruh. Iblis dan roh-roh yang ada dunia ini juga memiliki pengaruh yang mampu menarik banyak jiwa untuk mengikutinya. Namun kita tidak perlu takut, sebab Roh yang ada di dalam kita lebih besar dari roh yang ada di dalam dunia (1Yoh. 4:4). Itulah yang membuat banyak orang di kota itu, termasuk Simon si tukang sihir berbalik mengikut Tuhan dan memberi diri untuk dibaptis.\

Ayat 14-17 Ketika rasul-rasul di Yerusalem mendengar bahwa Samaria telah menerima Injil, maka mereka mengutus Petrus dan Yohanes ke situ agar orang-orang Samaria itu dapat beroleh Roh Kudus. Di sini kita dapat melihat betapa indahnya kesatuan dalam tubuh Kristus. Filipus mengerjakan bagiannya, Petrus dan Yohanes juga mengerjakan bagiannya. Mereka peka akan pimpinan Roh Kudus sehingga tahu peranannya. Dan dengan kerendahan hati mereka menjalankan fungsinya masing-masing. Pemimpin dan anak-anak Tuhan yang memiliki kesatuan akan menjadi pengaruh yang dahsyat bagi pekerjaan Tuhan.

Ayat 18-25 Simon si tukang sihir ternyata belum bertobat dengan sungguh-sungguh meskipun sudah menjadi orang percaya. Ia berpikir dapat membeli karunia Allah atau kebenaran dengan uang. Petrus menegor Simon dengan keras sebab hatinya yang tidak lurus itu. Yer. 17:9 berkata bahwa hati manusia dapat menjadi lebih licik dari segala sesuatu. Karena itu orang yang lebih mengandalkan hatinya daripada Tuhan akan terjerat oleh kejahatan dengan mudahnya. Simon akhirnya minta didoakan oleh Petrus. Memang kisah selanjutnya tidak dicatat dalam Alkitab, namun doa dapat menggerakkan hati Allah untuk memulihkan dan menyelamatkan seseorang.

Ayat 26-40 Dalam perikop ini ditulis mengenai Filipus yang peka mengikuti kehendak, waktu dan cara Tuhan untuk memberitakan Injil kepada seorang sida-sida dari Etiopia. Sida-sida ini pulang dari beribadah di Yerusalem dan sedang membaca kitab Yesaya, namun ia tidak dapat mengerti isi kitab itu. Betapa baiknya Tuhan kepada orang-orang seperti ini, yang memiliki kerinduan untuk beribadah dan membaca firman meskipun tidak mengerti. Tuhan mengirim Filipus untuk menerangkan artinya, sehingga sida-sida ini akhirnya menerima berita Injil dan minta untuk dibaptis. Setelah itu Roh Tuhan melarikan Filipus ke Asdod untuk memberitakan Injil di sana.

Siapapun Saudara, Tuhan mau memakai Saudara untuk menjadi pengaruh yang dahsyat dalam menarik setiap roh kepada jalan keselamatan! Karena itu penuhilah hidup Saudara dengan firman dan doa, Tuhan pasti akan membawa Saudara masuk dalam rencana-Nya. Tuhan Yesus memberkati.

Share