Perjalanan Ke Emaus

Perjalanan Ke Emaus
Ayat Pokok: Lukas 24:13-35

Oleh: Pdt. Yusak Tjong

Lukas 24:13-14

Pada hari itu juga dua orang dari murid-murid Yesus pergi ke sebuah kampung bernama Emaus, yang terletak kira-kira tujuh mil jauhnya dari Yerusalem, dan mereka bercakap-cakap tentang segala sesuatu yang telah terjadi.
Sama seperti para murid yang lain, kedua orang murid Yesus ini juga mengalami ketakutan dan kebimbangan setelah kematian Yesus. Dan mereka memutuskan untuk meninggalkan Yerusalem dan pergi ke Emaus. Adapun arti dari kata “Emaus” adalah sumber air panas. Mereka mulai salah langkah ketika memutuskan untuk mencari sumber yang lain untuk menggantikan keberadaan Yesus. Mereka melakukan suatu kesepakatan, namun sayangnya kesepakatan itu adalah kesepakatan yang salah (bandingkan Mat. 18:19-20).
Ketika kita berada dalam keraguan atau situasi yang tidak memungkinkan, jangan sampai datang kepada sumber yang salah. Yesus adalah satu-satunya Sumber dalam hidup kita. Dan percayalah bahwa Ia sudah ada dalam hati kita, seperti yang dikatakan dalam Ams. 4:23. Karena itu dalam keadaan apapun ingatlah selalu untuk datang ke bawah kaki Yesus terlebih dahulu.

 

Lukas 24:15-16

Ketika mereka sedang bercakap-cakap dan bertukar pikiran, datanglah Yesus sendiri mendekati mereka, lalu berjalan bersama-sama dengan mereka. Tetapi ada sesuatu yang menghalangi mata mereka, sehingga mereka tidak dapat mengenal Dia.
Walaupun sudah bersama dengan Yesus selama 3,5 tahun, namun kedua murid ini tidak dapat mengenali Yesus ketika Yesus menampakkan diri kepada mereka. Kekecewaan yang mereka alami telah menjadi selubung yang menghalangi mata mereka. Dalam 2Kor. 4:3-4 dikatakan bahwa ada orang-orang yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak dapat melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus. Yang dimaksud dengan ilah zaman ini di antaranya adalah kekecewaan, ketidakpercayaan, juga hati yang telah menjadi tawar. Jangan sampai keadaan hati kita menjadi celah yang membutakan mata rohani kita untuk memandang Yesus.

 

Lukas 24:17-27

Jawab mereka: “Apa yang terjadi dengan Yesus orang Nazaret. Dia adalah seorang nabi, yang berkuasa dalam pekerjaan dan perkataan di hadapan Allah dan di depan seluruh bangsa kami. Tetapi imam-imam kepala dan pemimpin-pemimpin kami telah menyerahkan Dia untuk dihukum mati dan mereka telah menyalibkan-Nya. Padahal kami dahulu mengharapkan, bahwa Dialah yang datang untuk membebaskan bangsa Israel…” Lalu Ia berkata kepada mereka: “Hai kamu orang bodoh, betapa lambannya hatimu, sehingga kamu tidak percaya segala sesuatu, yang telah dikatakan para nabi!”

Kedua murid ini kecewa karena mereka tidak menaruh perkataan Yesus dalam hati mereka, serta tidak memiliki pemahaman yang mendalam akan firman Tuhan. Mereka juga tidak memiliki pengenalan yang benar akan pribadi Yesus. Mereka hanya mengenal Yesus sebatas nabi dan berharap bahwa Yesus akan menjadi raja di dunia ini. Inilah yang membuat mereka kecewa dan hilang pengharapan. Karena itu sangatlah penting untuk memiliki pengenalan pribadi dengan Yesus yang mendalam lewat firman-Nya. Dengan demikian kita akan memahami kehendak dan rencana-Nya dalam hidup kita, sehingga kita tidak mudah jatuh dalam kekecewaan.

 

Lukas 24:28-35

Tetapi mereka sangat mendesak-Nya, katanya: “Tinggallah bersama-sama dengan kami, sebab hari telah menjelang malam dan matahari hampir terbenam.” Lalu masuklah Ia untuk tinggal bersama-sama dengan mereka.
Meskipun berada dalam kekecewaan, namun kedua murid ini masih melakukan sebuah tindakan yang tepat, yaitu “menahan” Yesus untuk tinggal bersama dengan mereka. Akhirnya Yesus mencelikkan mata mereka dan memulihkan semangat mereka untuk melayani Tuhan. Apapun kekecewaan yang sedang kita hadapi, jangan tinggalkan Yesus! Dalam 1Ptr. 4:7 dikatakan, “… kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa.” Menjadi tenang berarti kita berusaha menahan diri kita untuk tidak panik dan bersikap gegabah atau terburu-buru mengambil tindakan tanpa berdoa terlebih dahulu. Justru di saat-saat seperti itu kita harus membangun diri kita di atas dasar iman yang paling suci dan berdoa dalam Roh Kudus (Yud. 1:20).

 

Apakah saat ini Anda mengalami masalah yang membuat Anda menjadi kecewa dan tawar hati? Datanglah kepada Yesus, berpegang pada firman-Nya, dan berdoalah dalam Roh Kudus, maka Tuhan pasti menerangi hati Anda untuk melihat jalan-Nya! Percayalah bahwa di dalam gelap dan kekelaman telah terbit terang bagi Anda (Mzm. 112:1-4). Dan selalu ingat bahwa Ia tidak pernah meninggalkan Anda, Ia ada di dalam badai bersama dengan Anda (Nah. 1:3). Tuhan Yesus memberkati!

Share