Pengalaman Perjalanan Kehidupan Yesus (2)

Minggu lalu kita telah membahas perjalanan kehidupan Yesus mulai dari kelahiran-Nya sampai ketika Ia berusia 12 tahun. Dan saat ini kita akan melihat kelanjutan dari perjalanan kehidupan-Nya.

1.     Yesus Antara Usia 12-30 Tahun

Dan Yesus makin bertambah besar dan bertambah hikmat-Nya dan besar-Nya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia. (Luk. 2:52) Kita juga harus terus bertumbuh dalam pengenalan kita akan Tuhan, sehingga kita makin berkenan di hadapan-Nya. Yoh. 3:16 memberikan dua kunci agar kita dapat menjadi pribadi yang berkenan, yaitu mengasihi Tuhan dan sesama serta menyerahkan nyawa (hidup) secara total kepada Tuhan. Ketika kita berkenan dan menyenangkan hati Tuhan, maka tidak ada yang perlu ditakutkan. Allah akan bekerja untuk mendatangkan kebaikan bagi kita (Rm. 8:28).

2.     Yesus Dibaptis

Maka datanglah Yesus dari Galilea ke Yordan kepada Yohanes untuk dibaptis olehnya. (Mat. 3:13-17) Pada mulanya Yohanes menolak untuk membaptis Yesus, tetapi Yesus bersikeras. Akhirnya Yohanes mau taat melakukan perintah Yesus. Setelah Yesus dibaptis dan keluar dari air, ada 3 hal yang menandakan keAllahan Yesus, yaitu langit terbuka, kemudian Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya, dan terdengar suara dari sorga yang berkata, “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.” (ayat 16-17).

Tujuan Yesus menyerahkan diri untuk dibaptis adalah untuk memberi teladan kepada orang percaya supaya taat melakukan perintah Allah, dalam hal ini mengenai baptisan yang benar (baptisan selam). Kalau Yesus saja dibaptis, maka sudah seharusnya kita pun dibaptis, sebab baptisan itu sangat penting bagi orang percaya. Dalam menjalani perintah Tuhan, kita tidak selalu harus mengerti apa maksud dari perintah itu, sama seperti yang dialami Yohanes ketika ia harus membaptis Yesus (ayat 14). Tetapi marilah kita tetap taat dan melakukan kehendak Tuhan (ayat 15).

3.     Yesus Dicobai Di Padang Gurun

Maka Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis. Dan setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, akhirnya laparlah Yesus. Lalu datanglah si pencoba itu… (Mat. 4:1-11)
Setelah dibaptis dan penuh dengan Roh Kudus, Yesus tidak langsung memulai pelayanan-Nya, tetapi Ia dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai. Ingatlah bahwa Yesus juga pernah dicobai sama seperti kita, tetapi Ia tidak berbuat dosa (Ibr. 4:15). Karena itu apabila kita saat ini sedang berada dalam pencobaan, jangan sampai menyerah. Bertahanlah dalam pencobaan (Yak. 1:12) dan terobos semuanya itu karena Roh yang ada di dalam kita lebih besar dari segala roh yang ada di dalam dunia (1 Yoh. 4:4).

Yesus dapat bertahan karena Ia penuh dengan Roh Kudus dan berdoa disertai puasa. Bila Yesus tidak bertahan menghadapi pencobaan ini, maka pelayanan-Nya ke depan tidak mungkin berhasil. Betapa pentingnya penuh Roh Kudus! Karena itu berusahalah dengan sungguh-sungguh agar senantiasa dipenuhkan dengan Roh Kudus, dan kejarlah juga karunia-karunia Roh. Orang yang menabur dengan mencucurkan air mata (berdoa dan berpuasa) pasti akan menuai dengan bersorak sorai (Mzm. 126:5).

4.     Yesus Memanggil Murid-murid-Nya

Dan ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat dua orang bersaudara, yaitu Simon yang disebut Petrus, dan Andreas, saudaranya. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan. Yesus berkata kepada mereka: “Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.” (Mat. 4:18-22)

Semua orang percaya dipanggil untuk diberkati secara rohani dan jasmani, serta untuk memberkati orang lain. Simon, Andreas, Yakobus, dan Yohanes meresponi panggilan Tuhan dengan segera, bahkan mereka meninggalkan segalanya (ayat 20-22). Ketika panggilan Tuhan datang secara khusus kepada kita, jangan sampai kita menundanya, sebab kesempatan itu mungkin tidak akan datang kembali (Mat. 10:37-39).

5.     Yesus Mengutus Kedua Belas Rasul

Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: “Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria, melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel. Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat…” (Mat. 10:1-15)

Yesus mengutus mereka berdua-dua karena di dalam kesepakatan ada kuasa yang besar (Mat. 18:19-20). Mereka diutus kepada domba-domba yang hilang dengan satu pesan, yaitu Kerajaan Sorga sudah dekat. Pesan ini adalah pesan yang sama sejak kelahiran Yesus sampai menjelang kedatangan-Nya yang kedua nanti. Karena itulah pemberitaan Injil menjadi tanggung jawab setiap orang percaya. Kalau kita sudah memberitakan Injil, tetapi orang yang mendengarnya menolak berita itu, maka darah orang itu tidak ditanggungkan kepada kita (ayat 14-15). Darah itu baru akan ditanggungkan kepada kita jika kita menolak untuk memberitakan Injil. Jadi janganlah ragu untuk memberitakan Injil, sebab ada berkat luar biasa yang disediakan Tuhan bagi kita! (ayat 9-10)

Kita sudah memasuki tahun yang baru. Marilah kita kembali kepada panggilan Tuhan dan beritakanlah Injil kapanpun kesempatan itu datang kepada kita, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat! Percayalah, orang yang menabur dengan mencucurkan air mata pasti akan menuai dengan bersorak-sorai! Tuhan Yesus memberkati!

Share