Surat Kristus Yang Terbuka

Aug 15 2016


Surat Kristus Yang Terbuka
Ayat Pokok: 2 Korintus 3:3

Oleh: Pdt. Timotius Dawir, Serui - Papua

Rasul Paulus menyampaikan kepada jemaat Korintus bahwa orang percaya adalah seperti sebuah surat yang terbuka. Artinya ke mana dan di mana saja ditempatkan akan dibaca orang lain.

Pengenalan akan Kristus secara mendalam akan melahirkan kuasa Illahi di dalam kehidupan orang percaya. Sehingga orang mengenal Yesus melalui kehidupannya. Jemaat di Antiokhia pertamakali disebut Kristen. Mereka dikatakan Kristen bukanlah sebagai agama tetapi karena perilaku mereka sama dengan apa yang dilakukan Yesus.

Orang percaya adalah sebuah surat yang dicatat Allah bukan pada loh-loh batu melainkan pada loh-loh daging yaitu dalam hati manusia.

1 Tesalonika 5:23 menjelaskan tentang trikotomi manusia yaitu tubuh, jiwa dan roh. Dalam tubuh ada organ-organ ekternal dan ada organ-organ internal yang berfunsgi bersama-sama. Jiwa manusia terdiri dari perasaan atau emosi, pikiran/nalar serta kehendak atau kemauan. Sedangkan roh juga dibagi menjadi tiga yaitu intuisi yaitu ruang di mana kita berbicara dengan Tuhan sekalipun tanpa kata-kata, pertimbangan rohani yaitu ruang di mana ketika kita melakukan sesuatu yang tidak berkenan di hadapan Tuhan maka seperti ada suara yang mengingatkan, dan yang terakhir adalah hati nurani. Inilah yang menjadi tempat Firman Tuhan seperti yang dikatakan pemazmur : “Dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau.” (Mazmur 119:11)

Ada tiga faktor penting supaya kita dapat menjadi surat yang terbuka ;

1) Diri kita sendiri. Keluaran 24:12, Mazmur 40:8-9. 2.

TUHAN berfirman kepada Musa: "Naiklah menghadap Aku, ke atas gunung, dan tinggallah di sana, ..........." Musa sebelumnya berada di kaki gunung, lalu Tuhan memintanya supaya naik ke atas gunung. Kalau Musa tetap tinggal di kaki gunung maka dia tidak akan berjumpa dengan Tuhan. Secara pribadi kita harus menerima undangan Tuhan untuk datang kepada-Nya. Salahsatu bukti kita meresponi panggilan Tuhan adalah dengan datang ke rumah Tuhan. Di rumah Tuhan 'roti dipecah-pecahkan', Firman Tuhan dibagi-bagikan. Beberapa orang hamba Tuhan berkata bahwa intisari sebuah ibadah adalah khotbah. Sebab di saat khotbah Tuhan berfirman, menyampaikan maksud dan rencana-Nya kepada orang percaya. Hamba Tuhan yang berkhotbah berdiri mewakili Allah untuk berbicara kepada umat-Nya.

Jadi kita musti bersukacita untuk beribadah (Mazmur 122:1), jangan menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah (Ibrani 10:25), sebab di rumah Tuhan kita menikmati kemurahan Tuhan dan menikmati bait-Nya (Mazmur 27:4), dan berkat Tuhan diperintahkan kepada saudara-saudara yang bersekutu (Mazmur 133).

Keluaran 34:1. Siapa yang menyiapkan hati kita untuk tempat firman Tuhan? Kita sendiri! Kita yang harus 'memahat' hati kita untuk tempat firman Tuhan. Tidak perduli siapa dan darimana hamba Tuhan     yang menyampaikan sabda-Nya, yang terpenting adalah hati kita siap untuk ditulisi Allah dengan firman-Nya. 

2) Hamba-hamba Tuhan. 1 Korintus 3:5-6.

Setiap pelayan-pelayan Tuhan yang  menyampaikan firman Tuhan harus kita terima dan hargai. 1 Korintus 9:27. Para pelayan Tuhan juga harus waspada  sehingga tidak ditolak oleh Tuhan. Matius 7:21 memberitahukan bahwa di akhir zaman ada pelayan-pelayan Tuhan yang ditolak karena menyampaikan firman Tuhan tetapi tidak melakukannya. Hamba Tuhan yang benar adalah mereka yang memberitakan Firman Tuhan dan melakukannya. Karena itu pelayan Tuhan harus melatih tubuh dan menguasainya seluruhnya sehingga di akhirnya Tuhan berkata : “Sabaslah hai hamba yang baik dan setiawan, ....masuklah engkau ke dalam kesukaan tuanmu.” (Matius 25:11-TL). Satu kali kelak Tuhan akan menggantikan jerih payah kita dengan kesukaan yang besar.

Kita patut bersyukur karena dipanggil dan dipercayakan Tuhan menjadi hamba-Nya. Karena itu jangan menjual 'hak kesulungan' itu dengan apa pun. Ibrani 12:16-17. Sebagai pimpinan gereja saya agak kesulitan mengambil kebijakan ketika seorang hamba Tuhan melakukan kesalahan. Kita jangan seperti Esau yang mempunyai nafsu yang rendah dengan menjual hak kesulungan untuk sepiring makanan. Jadilah hamba Tuhan yang melayani dengan setia.

Maleakhi 3:10-11. Tingkat kedewasaan rohani seseorang dibuktikan dengan kesetiaannya melakukan firman Tuhan. Banyak orang Kristen yang memperdebatkan tentang Perpuluhan. Tetapi puji Tuhan, kini GPdI hampir 100 tahun hidup dan bertumbuh karena ketaatan dalam hal persepuluhan dan korban-korban. Banyak saksi-saksi sejarah yang membuktikan bahwa mereka diberkati karena melakukan perintah Tuhan tentang persepuluhan. Keluarga besar saya adalah keluarga GPdI ; kakek saya Ketua MD, ayah saya ketua MD dan saya ketua MD. Sejak kecil saya saksikan jemaat diajar tentang memberikan persepuluhan. Jemaat yang dewasa pasti memberikan persepuluhan. Sebab hamba-hamba Tuhan tidak mempunyai pekerjaan selain melayani Tuhan maka mereka hidup dari persembahan dan persepuluhan jemaat. Jemaat harus memperhatikan hamba Tuhan sebab mereka yang ditempatkan Tuhan untuk melayani anda.

3) Allah sendiri. Yeremia 31:33.

Kapan Allah menjadi Tuhan kita dan kita menjadi umatNya? Ketika firman-Nya tercatat di dalam hati kita. Yesus berkata : "Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya." (Matius 8:20). Di manakah Yesus meletakkan kepala-Nya, meletakkan pikiran-Nya? Di dalam hati orang percaya. Kalau Yesus ada di hati kita maka dalam kondisi apapun kita akan tetap bersukacita dan memuji Tuhan. Sehingga orang akan dapat melihat Yesus dalam hidup kita.

Yehezkiel 36:26 ~ “Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat.” Kehidupan Kristiani adalah sebuah paradigma yang baru sebab yang lama sudah berlalu sesungguhnya yang baru sudah datang (2 Korintus 5:17). Hidup kita menjadi berbeda sebab firman Tuhan telah memurnikan dan membaharui hati kita.

Hidup kita akan menjadi surat Kristus yang terbuka apabila kita membawa diri dan hati kita kepada Tuhan dan ditulis Allah dengan Firman-Nya melalui para hamba-hamba Tuhan yang setia. Orang dapat melihat Yesus dalam hidup kita. Ada ketentraman dan berkat Illahi sebab Yesus diam di hidup kita. Puji Tuhan! (DK)