Jangan Berbuat Dosa Lagi


Jangan Berbuat Dosa Lagi
Ayat Pokok: 1 Korintus 15:3

Oleh: Pdt. Simon Kostoro

 Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci. 1 Korintus 15:3

Dosa adalah satu-satunya hal yang dapat menyeret Yesus ke atas kayu salib. Sebab itu betapa mengerikannya dosa itu! Dan saat ini kita akan melihat beberapa pengertian tentang dosa menurut bahasa asli Alkitab, sehingga kita dapat mengetahui dengan jelas dosa-dosa seperti apa yang telah ditanggung oleh Kristus.

1.      Hamartia: Dosa
Ini adalah pengertian umum dari dosa, yang artinya adalah luput dari sasaran atau tidak mengena sasaran (miss the mark). Allah memiliki sasaran dalam hidup kita, apakah kita sudah mencapai sasaran itu?

2.      Parabasis: Pelanggaran

Kata ini artinya melanggar batas atau keluar dari batas (cross the line). Ada batas-batas yang telah ditetapkan oleh Tuhan melalui firman-Nya. Jika kita melanggar batas itu maka kita telah berdosa. Contoh yang seringkali terjadi ialah perkataan kita, misalnya dengan melebih-lebihkan sesuatu.

3.      Parakoe: Tidak mau mendengar (Tidak dengar-dengaran)

Yang dimaksud di sini bukan tidak bisa mendengar, melainkan sengaja tidak mau mendengar. Adam dan Hawa adalah contoh yang nyata, jatuh ke dalam dosa akibat tidak dengar-dengaran kepada perkataan Tuhan.

4.      Paraptoma: Kejatuhan

Ini berarti jatuh dari posisi yang semula. Manusia seringkali jatuh dalam pikiran. Meskipun belum terealisasi dalam sebuah tindakan, tetapi di mata Tuhan hal ini adalah sebuah dosa.

5.      Agnoema: Kekhilafan

Ini biasanya disebut juga dengan ignorance, yaitu dosa yang terjadi karena ketidakmengertian atau kebodohan.

6.      Hettema: Kekalahan atau Kegagalan

Contoh dari pengertian ini dapat kita lihat dalam 1Kor. 6:7. Sidang jemaat di Korintus memiliki banyak karunia, namun sayangnya tidak dewasa. Terjadi perpecahan di antara mereka, sehingga mereka tidak sadar bahwa adanya perselisihan saja sudah merupakan kekalahan bagi mereka semua.

7. Anomia: Kedurhakaan atas kejahatan

Ini adalah sebuah tindakan yang melawan hukum Allah.

Inilah semua dosa yang telah diperbuat oleh manusia. Tetapi puji Tuhan! Di atas kayu salib semua dosa dan pelanggaran kita telah diselesaikan oleh Yesus. Tidak ada satu dosa pun yang Ia sisakan (1Yoh. 3:5; Kis. 13:39; 1Ptr. 3:18; 1Yoh. 2:2). Itulah karya salib Kristus! Jadi apa yang sebenarnya terjadi di atas kayu salib?

1. Kristus dijadikan dosa agar kita yang berdosa dijadikan benar (2Kor. 5:21).

Di atas kayu salib terjadi pertukaran identitas, yaitu Yesus yang benar dijadikan berdosa, sedangkan manusia yang berdosa dijadikan benar oleh kematian-Nya.

2. Yesus dimurkai oleh Bapa supaya kita diluputkan dari murka yang akan datang.

Ketika di Taman Getsemani Yesus berdoa, “Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku…” Cawan yang dimaksud adalah cawan murka Allah atas dosa. Yesus meminum cawan murka Allah atas dosa seisi dunia karena itulah Yesus harus menanggung penderitaan yang begitu luar biasa. Allah Bapa telah meremukkan-Nya dengan kesakitan!

Cawan murka ini kembali akan ditumpahkan kepada manusia di akhir zaman saat kedatangan-Nya nanti. Namun kita yang percaya kepada-Nya akan diluputkan dari cawan itu karena Yesus telah meminum cawan itu terlebih dahulu bagi kita.

3. Yesus merasakan maut agar kita dibebaskan dari alam maut.

Yesus telah turun ke bagian bumi yang paling bawah (Efe. 4:8-9). Dalam 1Ptr. 3:18-20 juga dijelaskan bahwa di dalam Roh Ia pergi ke penjara alam maut, atau yang disebut dengan Hades. Tetapi Yesus tidak tinggal terus di dunia orang mati itu (Mzm. 16:10-11), Ia bangkit dan hidup selamanya. Yesus turun ke Hades supaya apabila kita mati nanti, sebagai orang yang percaya, kita tidak perlu masuk lagi masuk ke alam maut, melainkan langsung masuk ke Firdaus.

Jika demikian, bagaimana seharusnya tanggapan kita atas karya salib-Nya?

1. Tidak berbuat dosa lagi (Yoh. 8:11).

Yang terpenting di sini bukan masalah kita bisa atau tidak, tetapi apakah kita memiliki niat dan komitmen untuk tidak berbuat dosa lagi. Kalau kita memiliki niat maka Tuhan akan senantiasa menolong kita melakukan apa yang diperintahkan-Nya.

2. Persembahkanlah hidupmu (Rm. 12:1).

Yesus sudah mengorbankan diri-Nya bagi kita, maka sudah sepatutnyalah kita mengikuti jejak-Nya dengan mempersembahkan hidup kita sebagai ibadah yang sejati kepada-Nya. Salah satunya adalah dengan selalu hidup mengikuti kehendak-Nya.

Share