Cara Meminta Maaf

CARA MEMINTA MAAF
Ayat Pokok: 1 Pet 3:9
Oleh: Pdt. Daniel Soemarjanto, Lippo Cikarang

1 Petrus 3:9
janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan, atau caci maki dengan caci maki, tetapi sebaliknya, hendaklah kamu memberkati, karena untuk itulah kamu dipanggil, yaitu untuk memperoleh berkat.

Kita tidak boleh membalas kejahatan dengan kejahatan atau caci maki dengan caci maki. Sebaliknya Alkitab mengatakan bahwa kita harus memberkati musuh-musuh kita (1 Pet. 3:9).  Yesus mengatakan dalam Matius 5:44 Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. Hanya Tuhan yang bisa melakukan hal seperti ini –meruntuhkan tembok-tembok yang memisahkan, memungkinkan rekonsiliasi dengan Dia dan satu sama lain, mengisi hati kita dengan kasih dan pengampunan oleh kuat kuasa Roh Kudus.

Kita perlu memahami kekuatan sebuah permintaan maaf karena meminta dan memberi maaf memiliki kekuatan yang dahsyat dalam kehidupan. Kita semua tidak sempurna. Suatu saat pasti kita pernah membuat kacau, melakukan kesalahan, mengatakan hal yang salah dan melukai orang lain di sekitar kita. Sebuah permintaan maaf memiliki kekuatan untuk memperbaiki hal yang rusak, memulihkan hubungan, menyembuhkan luka dan memulihkan hati yang hancur.

Kata “maaf” saja tidak bisa memperbaiki kesalahan yang telah Saudara kerjakan! Akan tetapi, permintaan maaf yang tulus dan efektif akan bisa mengurangi efek negatif dari tindakan yang salah tsb.

BAGAIMANA CARA MEMINTA MAAF YANG BAIK?
Rahasia permintaan maaf yang baik adalah: hal tsb harus dikerjakan dengan penuh kesungguhan serta ketulusan hati. Jika permintaan maaf Saudara kelihatannya tidak sungguh-sungguh, maka hal tsb tidak akan memiliki arti bagi orang yang Saudara sakiti. Begitu juga, kerinduan untuk meminta maaf harus lahir dari kedalaman hati kita yang tulus.

Jadi, bagaimana cara meminta maaf yang tepat?

1.     PERTOBATAN
Harus benar-benar ada penyesalan mendalam tentang kesalahan yang kita lakukan. Alkitab mengistilahkannya dengan “dukacita ilahi.” :

2 Korintus 7:10
Sebab dukacita menurut kehendak Allah menghasilkan pertobatan yang membawa keselamatan dan yang tidak akan disesalkan.....

Supaya permintaan maaf efektif biasanya panjang dan detailnya harus setara dengan luka hati yang ditimbulkan.

Raja Daud benar-benar menyesal atas perbuatannya : berzinah (dengan Batsyeba) dan membunuh Uria. Dia mengutarakan permintaan maafnya itu kepada Tuhan dalam 21 ayat DI Mazmur 51! –jadi permohonan maafnya panjang! Daud tidak hanya mengatakan, “Maaf!”

2.     PERTANGGUNGJAWABAN
Raja Daud menerima tanggung jawab penuh atas kesalahannya dengan Batsyeba dan Uria di hadapan Tuhan.

Mazmur 51:6
Terhadap Engkau, terhadap Engkau sajalah aku telah berdosa dan melakukan apa yang Kauanggap jahat, supaya ternyata Engkau adil dalam putusan-Mu, bersih dalam penghukuman-Mu.

Supaya permohonan maaf efektif, harus jelas bahwa Saudara benar-benar mengambil tanggung jawab atas apa yang Saudara kerjakan atau yang gagal Saudara kerjakan.

Misal :
-Maaf saya sudah melakukan ini atau itu.....dan gagal melakukan ini atau itu....!
-Maukah engkau memaafkan Saya?

3.     RESTITUSI
Kita harus siap juga menebus situasinya. Coba lihat sikap pertobatan dari Zakheus.

Lukas 19:8
Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: "Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat."

Pertobatan adalah perubahan pikiran plus perubahan tindakan! Memang Saudara tidak akan bisa memperbaiki masa lalu, tetapi Saudara perlu memperbaiki situasi yang diakibatkannya. Caranya adalah dengan RESTITUSI. Zakheus menawarkan restitusi untuk memperbaiki kerusakan yang disebabkan oleh tindakan pada orang-orang yang dia rugikan.

4.     RESTORASI
Akhirnya, pemulihan, restorasi.

Waktu Saudara minta maaf dan berani berkata, “Maukah engkau memaafkan Saya?” Maka Tuhan akan melepaskan kuasa untuk memulihkan hubungan.Pengampunan dari Tuhan membasuh kesalahan di masa lalu serta membuka pintu persahabatan di masa depan.

Kecuali ke-4 hal ini Saudara lakukan: PERTOBATAN, PERTANGGUNGAN JAWAB, RESTITUSI & RESTORASI...Maka orang yang kepadanya Saudara bersalah pasti merasakan ada sesuatu yang salah dalam permintaan maaf Saudara.Dia merasa bahwa Saudara cuma formalitas.

Tentukan untuk meminta maaf secara tulus dan sungguh-sungguh, dan Saudara akan sukses dalam hubungan-hubungan Saudara.

Share