Bagaimana Merencanakan Kesuksesan

Jan 14 2015

BAGAIMANA MERENCANAKAN KESUKSESAN
Ayat Pokok:
Oleh: Pdt. Daniel Soemarjanto, Lippo Cikarang


Memasuki 2015 ini tentunya kita semua ingin sukses di segala area kehidupan kita.  Di dalam Alkitab tentunya Yesus adalah orang yang paling sukses dalam hidup-Nya. Sesudah Yesus, saya rasa Paulus-lah orangnya yang memiliki dampak besar bagi pertumbuhan gereja.

Dalam Filipi 3 Paulus menuliskan autobiography-nya. Dalam 11 ayat pertama dia menyampaikan tentang masa lalunya. Kemudian dia beralih untuk menceritakan tentang masa kini dan masa depannya. Dalam ayat 17 Paulus mendorong kita untuk mengikuti teladannya:
Saudara-saudara, ikutilah teladanku dan perhatikanlah mereka, yang hidup sama seperti kami yang menjadi teladanmu.

Teladan apa yang Paulus maksud? Ternyata hidup Paulus ada polanya :

1.    Evaluasi: Hadapi Kesalahan.

Filipi 3:12,13 Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah sempurna...

Pada saat itu Paulus sudah di usia tua. Melihat prestasinya, bisa saja dia merasa “sudah sempurna.” Dia menulis sebagian besar Kitab yang ada dalam Perjanjian Baru. Dia seorang diri melebarkan pengaruh Injil di seluruh kerajaan Romawi. Pengaruh Paulus mendunia. Tapi Paulus merasa dirinya belum sempurna –dia masih perlu mengembangkan diri, bertumbuh, ekspansi dan belajar.

Inilah titik awal kesuksesan:  hadapi kesalahan-kesalahan saudara, jujur dan evaluasi diri saudara!

2.    Eliminasi: Lepaskan Masa Lalu.

Filipi 3: 13 ...aku melupakan apa yang telah di belakangku ....

Paulus menyadari bahwa untuk menggenapi takdir ilahinya maka dia tidak bisa fokus pada masa lalu. Senjata favoritnya setan adalah melumpuhkan kita dengan masa lalu dan memanipulasi memori kita. Masa lalu sudah berlalu, Let It Go! –eliminasi, lepaskan!

3.    Konsentrasi: Fokus Ke Masa Depan.

Filipi 3:13  ... mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku,

Dalam hidup ini tidak ada yang lebih memberikan pahala daripada hidup menyenangkan Tuhan. Paulus ingin di akhir hidupnya dia mendengar Yesus berkata, “Baik sekali perbuatanmu itu, hai hamba-Ku yang baik dan setia!” Kita juga perlu hidup dengan konsentrasi seperti itu.

4.    Determinasi: Berjuang sampai finish.

Filipi 3:12 ... aku mengejarnya, kalau-kalau aku dapat juga menangkapnya, karena akupun telah ditangkap oleh Kristus Yesus.

Kata “mengejar” ini memiliki pengertian, “Saya meregangkan diri –saya mengejarnya dengan segala yang saya punya.” Orang-orang besar dalam hidup ini adalah orang-orang biasa yang punya determinasi besar! Mereka tidak tahu bagaimana caranya untuk menyerah.


Patron Paulus untuk sukses: Evaluasi, Eliminasi, Konsentrasi, Determinasi!


Tujuan Merayakan Natal

Dec 05 2014

TUJUAN MERAYAKAN NATAL
Ayat Pokok: Luk 2:8-10
Oleh: Pdt. Daniel Soemarjanto, Lippo Cikarang

Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam. Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan di dekat mereka dan kemuliaan Tuhan bersinar meliputi mereka dan mereka sangat ketakutan. Lalu kata malaikat itu kepada mereka: "Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar  untuk seluruh bangsa: 

Tujuan pertama Natal adalah untuk perayaan. Natal itu berarti pesta. Natal membawa kabar baik kesukaan besar bagi saudara. Natal itu sebenarnya pesta ulang tahun. 

Pada saat Natal ada lebih banyak pesta dibanding saat-saat lain sepanjang tahun. Sayang ironisnya yang harusnya menjadi pusat pesta sering kali justru tidak diundang. Natal adalah pesta ulang tahun untuk Yesus. itu sebabnya kita mengucapkan “Selamat Natal.” Mungkin saudara terkejut, tapi Tuhan sebenarnya suka pesta. Alkitab mengatakan para malaikat bikin pesta setiap kali ada satu orang percaya kepada Yesus! 

Mengapa Natal itu suatu pesta? Malaikat mengatakan, “aku memberitakan kepadamu kesukaan besar (good news of great joy).” Kabar baik apa?

Ada tiga kabar baik dalam Natal. Inilah alasan mengapa kita merayakannya. Waktu Tuhan mengutus Yesus ke dalam dunia, ada pesan yang Dia sampaikan : 

     ·        Tuhan MENGASIHI kita!

Ayat paling terkenal dalam Alkitab : Yohanes 3:16Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Inilah kabar baiknya. Tuhan begitu mengasihi dunia ini. Itu sebabnya mengapa Dia mengutus Yesus. Yesus diutus dengan pesan kasih. Natal seolah-olah Tuhan sementara berkata kepada saudara, “I love you.” 

     ·        Tuhan MENYERTAI kita!

Alkitab mengatakan Yesus dipanggil Immanuel, artinya “Allah menyertai kita” (Mat.1:23). Alkitab mengatakan dalam Ibrani 13:5 ..."Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau." Berapa kali saudara ditinggalkan? Saya bersimpati. Tapi Tuhan tidak akan pernah meninggalkan saudara!

     ·        Tuhan DI PIHAK kita!

Tuhan ada di pihak saudara. Dia ingin saudara menang. Dia ingin saudara sukses. Bahkan Yesus mengatakan dalam Yohanes 3:17Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia. Banyak orang takut kepada Tuhan karena mereka merasa bersalah. Rasa bersalah memisahkan kita dari Tuhan. Tetapi Alkitab mengatakan bahwa Dia datang bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya. Kalau Tuhan di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?

 Inilah tujuan mengapa kita merayakan  Natal.  Natal adalah kabar baik kesukaan besar. Tuhan mengatakan, “Aku mengasihimu, Aku menyertaimu, Aku di pihakmu.”

                                                              --&&--

Financial Freedom (include power point)

Aug 19 2014

FINANCIAL FREEDOM
Ayat Pokok: Yoh 8:36
Oleh: Pdt. Daniel Soemarjanto, Lippo Cikarang

“ Financial Freedom “
By: Steve D Nugroho

Hari ini kita memperingati “ Kemerdekaan Republik Indonesia “ yang ke 69 tahun. Bangsa Indonesia telah Merdeka dari Penjajahan bangsa sejak 69 tahun lalu, itu adalah berkat dari Tuhan yang luar biasa, sehingga kita semua bisa bebas dalam suasana kehidupan Kemerdekaan hari ini.

Tetapi Apakah semua Masyarakat Indonesia telah merasakan Kemerdekaan itu saat ini ??
Sebagian besar Masyarakat Indonesia “ TIDAK “ merasakan Kemerdekaan yang sebenarnya itu, yaitu sebuah Kesejahteraan  Tubuh, Jiwa dan Roh.


Kemerdekaan memiliki arti sesungguhnya adalah Keadaan dimana seluruh bagian dalam kehidupannya ( Masyarakat / Bagian / Elemen didalamnya ) mengalami kemakmuran dan kesejahteraan dan terjamin Kehidupannya.

Sebagian Besar Masyarakat Indonesia masih hidup dalam ekonomi lemah/ kelas bawah ( Pengeluaran dibawah Rp 1.085.750 – 1.354.500 / bulan )...Angka Badan Pusat Statistik ( BPS ) adalah 35%- 42% Penduduk Indonesia masih dalam kehidupan Miskin.

Hari ini kita akan belajar dari Alkitab tentang Kemerdekaan Keuangan ( Financial  Freedom )

Apakah yang dikatakan Alkitab tentang Kemerdekaan ini ?...

Yohanes 8:36
Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamu pun benar-benar merdeka.

Kemerdekaan telah menjadi bagian setiap Anak Tuhan yang percaya kepada Salib Kristus. Dalam hal ini adalah tentang Kebenaran Allah yang ada di dalam diri setiap orang Percaya kepada Yesus.

Berkat Allah didalam Tuhan Yesus telah menjadi bagian setiap anak Tuhan yang percaya kepadaNya. Dalam hal ini adalah kelimpahan.

Yohanes 10:10
Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.

Ini adalah Janji Tuhan Yesus kepada kita !!

 >>Tuhan Yesus memberikan kita Kehidupan dan Kelimpahan <<

Sebuah kehidupan yang dipenuhi kelimpahan dijanjkan kepada kita anak-anak Tuhan.

Dan Mungkin Anda bertanya ??.. Aku masih hidup dalam kemiskinan, keterpurukan, banyak hutang, dan masih sulit untuk kehidupanku sehari hari, apakah Aku bisa mengalami kelimpahan tersebut ??

Jawabannya adalah YA, dan

Rahasia Kelimpahan adalah MEMBERI !!

Tuhan Yesus Memberikan/ Mengorbankan diri-Nya agar setiap kita menjadi Kaya, dan berkelimpahan !!.... 2 Korintus 8:9

Memberi adalah sebuah Langkah dalam menuju Kelimpahan tersebut, Alkitab telah mengajarkan Memberi ( Persembahan ) sejak permulaan Zaman.

Memberi Persembahan dalam segala lini kehidupan ( Uang, Tenaga, Pikiran, Waktu, Kecerdasan, Talenta, Skill, dll )

Dunia pun sangat menghargai tentang masalah Pemberian ini,

•    Warren Buffet : Semakin banyak aku Memberi maka semakin banyak aku mendapatkannya.
 
Tahun 2014 Warren Buffet, Mendonasikan hartanya di badan amal Gates Foundation sebanyak 85% dari Pendapatan bersihnya, Tgl 15 Agustus 2014 Warren Buffet tidak bertambah miskin malah bertambah kaya, sahamnya (  Berkshire Hathaway  ) menjadi saham termahal didunia

•    Bill Gates : Kesuksesanku Sebenarnya adalah saat aku memberikan hartaku untuk banyak orang.

Bill Gates mendonasikan 86% hartanya untuk badan Amal,dan dia tidak kekurangan, malah tetap menjadi orang terkaya dunia.

Dan masih banyak lagi orang-orang yang Memberi tetapi tidak bertambah miskin tetapi malah bertambah kaya...

Rahasia kemerdekaan keuangan adalah MEMBERI !!

Amsal 11:24
Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya, ada yang menghemat secara luar biasa, namun selalu berkekurangan.

Kehidupan yang Sukses adalah Bukan dari apa yang dimiliki tetapi dari Apa yang bisa diberikan.

Jika Anda menginginkan terobosan / Breakthrough Keuangan maka berilah/taburlah uang Anda..

Saat Anda membawa Persembahan kepada Tuhan itu adalah Landasan Breakthrough Terjadi !! bukan hanya Financial tetapi juga semua lini kehidupan.

Bawalah Persembahan kepada Tuhan Hari ini.

 

POWER POINT:

                                                          --$$--

 

                                                        --$$--