“ELI, ELI, LAMA SABAKHTANI?”

“ELI, ELI, LAMA SABAKHTANI?”
Ayat Pokok: Mazmur 22
Oleh: Pdt. A.H. Mandey
Khotbah Jumat Agung 18 April 2014


Jauh sebelum Yesus disalib, pemazmur yang hidup kira-kira 1000 tahun sebelum Yesus lahir, telah menubuatkan dan menggambarkan sengsara dan penderitaan maha dahsyat yang harus dialami Anak Allah, Juruselamat umat manusia!

“Eli, Eli, lama sabakhtani?”
Sesaat sebelum menyerahkan nyawaNya di Bukit Golgota, Yesus berseru dengan suara nyaring, “Eli, Eli, lama sabakhtani?”  Artinya, “Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?”

Di tengah penderitaan tak terperikan, Yesus merasa Allah meninggalkanNya.  Mengapa?  Sebab mata Allah terlalu suci sehingga Ia tidak dapat memandang kejahatan dan kelaliman – Habakuk 1:13.  Di kayu salib, saat itu Yesus tengah menanggung dosa seluruh umat manusia!

Musuh mengepung dari segala penjuru: lembu jantan, banteng dari Basan, anjing, gerombolan penjahat – Mazmur 22:13-19.  Dan sebagai manusia, Ia merasa ditinggalkan oleh AllahNya!  “Eli, Eli, lama sabakhtani?”

Lebih dari penderitaan fisik, kesengsaraan paling hebat dan memilukan yang dirasakan Yesus adalah ketika Ia seperti terpisah dan ditinggalkan AllahNya!  Semua dengan taat dijalaniNya agar supaya:
1. Sebagai orang berdosa, saudara dan saya tidak perlu lagi mengalami aniaya
   dan sengsara seperti yang dialami Yesus; dan
2. Saudara dan saya tidak akan pernah ditinggalkan Allah! Haleluya!

Rusa Fajar
Saat harus menghadapi sengsara di Bukit Golgota, oleh pemazmur, Yesus digambarkan bagai Rusa di kala fajar – waktu paling rentan untuk ditangkap para pemangsa.

Salah satu putera Yakub, Naftali, digambarkan sebagai rusa betina yang akan melahirkan anak-anak indah – Kejadian 49:21.  Kematian Yesus di kayu salib menghasilkan banyak anak indah = orang-orang percaya: saudara dan saya!
Allah memberi keperkasaan dan membuat kaki Daud seperti kaki rusa sehingga dapat berdiri di atas bukit – Mazmur 18:33-35.

Kepada kita dikaruniakan bukan saja untuk percaya dan menerima keselamatan, tetapi juga menderita untuk Dia; ikut merasakan apa yang Ia rasakan – Filipi 1:29.  Kalau Tuhan ijinkan kita mengalami penderitaan di dunia ini, percayalah Ia juga akan memberi kita kekuatan dan kemenangan!  Haleluya!

Kematian Yesus membawa kemenangan.  Kematian Yesus adalah awal menuju kehidupan kekal!  Puji Tuhan!  Tuhan Yesus memberkati saudara!

Share