And It Shall Come To Pass

Ayat Pokok: Yehezkiel 47:9-10
Oleh: Pdt. A.H. Mandey

Air yang mengalir dari Bait Allah membawa pemulihan dan kehidupan.  Air sungai itu turun ke wilayah timur (negara-negara Arab) dan bermuara di Laut Asin = Laut Mati, dan mengubah airnya menjadi tawar sehingga segala makhluk hidup yang berkeriapan di sana akan hidup.  Air yang asin (= sakit) diubah menjadi tawar (“... the waters shall be healed” = sembuh/dipulihkan).

 

 

 

Pohon-pohon yang tumbuh di sepanjang tepi sungai adalah orang-orang yang cinta akan Firman Tuhan; merekalah orang-orang yang berbahagia – Mazmur 1:1-3.

“Maka Akan Terjadi...”
Yehezkiel 47:9 dan 10 merupakan nubuatan dari apa yang akan terjadi kemudian.  Dalam terjemahan Bahasa Inggris, kedua ayat ini diawali dengan “And it shall come to pass...” = “Maka akan terjadi...” 

Ayat 9:
“sehingga (“And it shall come to pass...) ke mana saja sungai itu mengalir, segala makhluk hidup yang berkeriapan di sana akan hidup.  Ikan-ikan akan menjadi sangat banyak, sebab ke mana saja air itu sampai, air laut di situ menjadi tawar dan ke mana saja sungai itu mengalir, semuanya di sana hidup.”

Air yang mengalir turun dari Bait Allah membawa kesembuhan dan kehidupan, mengubah air asin menjadi tawar, membawa kesembuhan bagi yang sakit.  Akibatnya, “ikan-ikan akan menjadi sangat banyak”.  Haleluya

Kalau pohon yang jumlahnya sangat banyak, yang tumbuh di sepanjang tepi sungai adalah orang-orang percaya yang mengasihi Tuhan dan FirmanNya, ikan adalah gambaran dari jiwa-jiwa; orang-orang berdosa yang dipulihkan.  Saat Roh Kudus bekerja, kebangunan rohani besar terjadi; banyak orang bertobat, dipulihkan dan menjadi percaya.

Ayat 10:
“Maka (“And it shall come to pass...) penangkap-penangkap ikan penuh sepanjang tepinya mulai dari En-Gedi sampai En-Eglaim; daerah itu menjadi penjemuran pukat dan di sungai itu ada berjenis-jenis ikan, seperti ikan-ikan di laut besar, sangat banyak.”

Yehezkiel lalu melihat sepanjang tepi sungai, mulai dari En-Gedi sampai En-Eglaim, penuh dengan para penangkap ikan!  Mereka adalah orang-orang yang dipanggil untuk menjadi penjala manusia!  Tuhan memanggil saudara dan saya untuk menjadi penjala manusia.  Mengapa?  Sebab ikannya (=jiwa-jiwa yang perlu diselamatkan) sangat banyak jumlahnya!

Perhatikan, dalam sungai itu ada berjenis-jenis ikan, seperti ikan-ikan di laut besar.  Bukan hanya ikan kecil, tapi juga ikan-ikan besar (=orang-orang berpengaruh).  “Bangsa-bangsa berduyun-duyun datang kepada terangmu, dan raja-raja kepada cahaya yang terbit bagimu” – Yesaya 60:3.  Luarbiasa!

Nubuat Digenapi
Sepanjang pelayananNya di bumi, Alkitab mencatat dua kali Tuhan Yesus ikut pergi menangkap ikan dengan murid-murid:

1. Lukas 5:1-11
   Setelah ikut mendengarkan Firman yang disampaikan Yesus,
   Petrus taat ketika Tuhan menyuruhnya menebarkan jala.
   Padahal sudah semalam-malaman ia dan teman-temannya bekerja
   keras namun tidak menangkap apa-apa.  Karena ketaatannya,
   Petrus berhasil menangkap sejumlah besar ikan – begitu
   banyak sehingga jalanya koyak: banyak juga ikan yang lolos. 

   Pada hari raya Pantekosta, sekali Petrus berkhotbah, 3000 orang
   bertobat – inilah yang mengawali berdirinya gereja mula-mula.
   Sejak itu, ada banyak orang bertobat dan percaya kepada Tuhan.
   Tapi tidak sedikit yang mundur!

2. Yohanes 21:1-11
   Kali ini, jala murid-murid “penuh ikan-ikan besar: seratus lima
   puluh tiga ekor banyaknya, dan sungguhpun sebanyak itu, jala itu
   tidak koyak.” Haleluya! Di akhir zaman, sejumlah besar ikan/jiwa
   akan terjaring, dan tidak akan ada yang lolos!

Di hari-hari terakhir menjelang kedatangan Tuhan kembali, kita akan melihat tuaian besar, dan Tuhan mencari banyak penuai untuk bekerja di ladangnya!  Tuhan Yesus berkata, “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu” – Lukas 10:2.

Tuhan memanggil saudara dan saya untuk bekerja di ladangNya; menjadi penjala manusia; menjadi saksi Kristus; membawa jiwa kepadaNya.  Dan percayalah, segala sesuatu yang kita kerjakan untuk Tuhan, tidak akan sia-sia!  Maukah saudara menerima panggilan Tuhan?  Tuhan Yesus memberkati saudara. (Khotbah 4 Nop 2012 - diambil dari www.gpdi-ketapang.com)

Share