Pinggang

Ayat Pokok: Yehezkiel 47:4               
Oleh: Pdt. A.H. Mandey

Dalam Yohanes 3:3 dikatakan bahwa bila seseorang tidak dilahirkan kembali maka ia tidak dapat melihat kerajaan Allah. Dilahirkan kembali dalam bahasa aslinya berarti “dilahirkan dari atas” (= sorga).  Orang yang dilahirkan kembali adalah orang yang menerima Yesus. Yohanes 1:12 mengatakan bahwa bila seseorang menerima Yesus maka ia menjadi anak-anak Allah. Jadi untuk menjadi anak-anak Allah harus menerima Yesus dan percaya pada Yesus. “... tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan” (Kisah Para Rasul 4:12).

Jadi hanya ada satu nama yang dapat memberikan keselamatan, yaitu Yesus, yang adalah Firman yang tinggal di antara umatNya (Yohanes 1:1). Menjadi anak Allah artinya hidupnya dipimpin (= berjalan) dalam Roh Allah (Roma 8:14).

 

“... kemudian ia mengukur seribu hasta lagi dan menyuruh aku ketiga kalinya masuk ke dalam air itu, sekarang sudah sampai di pinggang” (Yehezkiel 47:4). Pinggang berbicara mengenai perasaan. Pemazmur dalam pasalnya yang ke 73:25-26 menyatakan perasaan cintanya kepada Tuhan, “Siapakah gerangan ada padaku di sorga selain Engkau? Selain Engkau tidak ada yang kuingini di bumi. Sekalipun dagingku  dan hatiku habis lenyap, gunung batuku dan bagianku tetaplah Allah selama-lamanya.”

Demikian pula dengan Yesaya, dalam pasalnya yang ke 26:9 menyatakan, “Dengan segenap jiwa aku merindukan Engkau pada waktu malam, ...” Malam berbicara tentang kegelapan. Dunia pada suatu waktu akan menjadi gelap. Pada puncak kegelapan akan datang satu orang yang bernama Anti Kristus.

“... juga dengan sepenuh hati aku mencari Engkau pada waktu pagi; ...” Pagi berbicara terang. Terang adalah Yesus. Jadi pagi berbicara tentang kedatangan Yesus. Yesus akan datang dengan kemuliaanNya, membinasakan semua orang yang tidak percaya kepadaNya, sehingga dengan demikian dalam Kerajaan 1000 tahun tidak ada lagi orang berdosa.

“... maka penduduk dunia akan belajar apa yang benar.” Pada waktu Yesus dibawa ke hadapan Pilatus untuk diadili, Pilatus berkata, “Apakah kebenaran itu? Kebenaranku tidak bisa melawan kebenaran orang ini.” Dunia tidak mengenal kebenaran itu, tetapi kita harus tahu kebenaran yang dari Tuhan dan harus memiliki pengetahuan yang benar tentang Anak Allah. Pada suatu waktu orang akan melihat perbedaan antara orang yang mengenal Allah dengan orang yang tidak mengenal Allah. Alkitab berkata, “UmatKu binasa karena tidak mengenal Allah.”

Tuhan memberikan hidup yang penuh pengharapan. Dia telah menyediakan sesuatu yang tidak akan cemar di dalam sorga (1 Petrus 1:3-4). Mari, ungkapkan perasaan kita kepada Tuhan, “Tuhan, aku rindu kepadaMu.” Tuhan Yesus memberkati.

Share