Garam Dunia 2

Jun 24 2016

GARAM DUNIA 2
Ayat Pokok: Matius 5:13
Oleh: Pdt. A.H. Mandey
 

Dengan takaran yang pas, garam bisa menjadikan masakan sedap untuk dinikmati.  Itu sebabnya, garam dibutuhkan setiap orang – tanpa memandang kelas dan status sosial.  Tuhan Yesus berkata, saudara dan saya adalah garam dunia!  Namun, jika garam berubah menjadi tawar, ia tak lagi berguna; ia akan dibuang dan diinjak-injak orang!

 

Kasih Allah

Allah sangat mengasihi manusia.  Namun membenci dosa.  Upah dosa ialah maut.  Maka, saat mendengar begitu “banyak keluh kesah orang tentang Sodom dan Gomora, dan sesungguhnya sangat berat dosanya,” Allah murka.  Hendak dibinasakanNya seluruh penduduk kota Sodom dan Gomora!

Namun, ketika disampaikanNya niatNya kepada Abraham, dan Abraham datang mendekat dan mulai bertanya, “Apakah Engkau akan melenyapkan orang benar bersama-sama dengan orang fasik?“ hati Allah melunak.

Dan ‘tawar-menawar’ pun dimulai - “Bagaimana sekiranya ada lima puluh orang benar dalam kota itu?  Apakah Engkau akan melenyapkan tempat itu dan tidakkah Engkau mengampuninya karena kelima puluh orang benar yang ada di dalamnya itu?  Jauhlah kiranya dari pada-Mu untuk berbuat demikian, membunuh orang benar bersama-sama dengan orang fasik, sehingga orang benar itu seolah-olah sama dengan orang fasik!  Jauhlah kiranya yang demikian dari pada-Mu!  Masakan Hakim segenap bumi tidak menghukum dengan adil?”

Abraham memberanikan diri dan terus berupaya meredam kemarahan Allah sampai pada tawaran terakhir:  ‘sekiranya ada sepuluh orang benar di sana, akankah Tuhan memusnahkan kota itu?’  JawabNya, “Aku tidak akan memusnahkannya karena yang sepuluh itu” – Kejadian 18:16-33.

Namun kita tahu akhir kisah Sodom dan Gomora.  Ternyata bahkan 10 orang benar saja tidak ada di sana!  Tak ada 10 garam dunia yang harusnya bisa meluputkan kedua kota itu dari murka Allah!

Garam Dunia

Dunia sangat membutuhkan garam.  Saudara dan sayalah garam yang dibutuhkan dunia yang – sama seperti Sodom dan Gomora di masa silam – “sesungguhnya sangat berat dosanya”!

Kalau saja ada 10 orang benar di Sodom dan Gomora waktu itu, Allah tidak akan membinasakan kedua kota itu. 
Pertanyaannya sekarang, adakah cukup garam bagi sekitar tujuh milyar penduduk dunia saat ini?  Atau, jangan-jangan garam telah menjadi tawar?  Kita tahu apa yang akan terjadi dengan garam yang tidak lagi asin: dibuang dan diinjak-injak!

Tuhan kiranya tolong, saudara dan saya tetap asin; tetap memelihara hubungan yang intim dengan Dia; tetap semangat melayani; tetap berdoa bagi keselamatan dunia.  “Kamu adalah garam dunia!”  Tuhan Yesus memberkati saudara! 

 

 

Bertobatlah

Apr 29 2016


Dertobatlah
Ayat Pokok: Matius 5:13

Oleh: Pdt. AH Mandey

 

Saudara dan saya bukan sekedar mengandung garam.  Saudara dan saya adalah garam!  Tuhan sendiri yang mengucapkannya.  Dan Firman Allah adalah Ya & Amin!  Haleluya! 

Seiring dengan pernyataanNya tentang garam dunia, Tuhan juga memberi peringatan: Hati-hati!  Sebagai garam, saudara dan saya bisa menjadi tawar!  “Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan?  Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.”

 

Tawar

Karena satu dan lain hal, garam bisa menjadi tawar.  Demikian pula dengan garam dunia:

saudara dan saya bisa menjadi tawar.

1.                  Mundur. “Tetapi orang-Ku yang benar akan hidup oleh iman, dan apabila ia mengundurkan diri, maka Aku tidak berkenan kepadanya” – Ibrani 10:38.

2.                  Kembali Pada Kehidupan Lama. “Sebab jika mereka, oleh pengenalan mereka akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus, telah melepaskan diri dari kecemaran-kecemaran dunia, tetapi terlibat lagi di dalamnya, maka akhirnya keadaan mereka lebih buruk dari pada yang semula” – 2 Petrus 2:20.

3.                  Pahit. Garam bahkan bisa menjadi pahit!  Ketika sangkakala ketiga ditiup, sepertiga air menjadi pahit!  “Lalu malaikat yang ketiga meniup sangkakalanya dan jatuhlah dari langit sebuah bintang besar... Nama bintang itu ialah Apsintus.  Dan sepertiga dari semua air menjadi apsintus, dan banyak orang mati karena air itu, sebab sudah menjadi pahit – Wahyu 8:10-11.

4.                  Meninggalkan Kasih Yang Mula-Mula. “... Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula.  Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh!  Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan...” – Wahyu 2:4-5.

 

Bertobatlah

Garam yang telah menjadi tawar, tak lagi berguna.  Ia akan dibuang dan diinjak orang.  Namun, Tuhan masih memberi kesempatan kedua.  “Bertobatlah!”

Kelak pekerjaan masing-masing orang akan diuji dengan api.  “Jika pekerjaan yang dibangun seseorang tahan uji, ia akan mendapat upah.  Jika pekerjaannya terbakar, ia akan menderita kerugian, tetapi ia sendiri akan diselamatkan, tetapi seperti dari dalam api” – 1 Korintus 3:11-15. 

Kedatangan Tuhan sebagai Raja segala raja dan Hakim yang adil kian dekat.  Dan Ia menjamin, “Tidak akan ada penundaan lagi!” – Wahyu 10:5-7. 

Kalaupun garam tidak lagi terasa asin, Tuhan masih berkenan memberi kesempatan kedua.  Masih ada kemurahan yang Tuhan mau berikan.  Karenanya, jangan tunggu sampai dibuang dan diinjak-injak orang!  Jangan sia-siakan kesempatan kedua yang Tuhan tawarkan.  Manfaatkan, selagi masih ada waktu.  “Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan!” Haleluya!  Tuhan Yesus memberkati saudara!

 

Dibuang dan Diinjak

Mar 03 2016

Dibuang dan Diinjak
Ayat Pokok: Yudas 1:3-4

Oleh: Pdt. AH Mandey

Kamu adalah garam dunia.  Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan?  Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.

 

Allah menghendaki saudara dan saya menjadi garam dunia.  Garam amat dibutuhkan manusia.  Kita telah melihat orang benar begitu berharga di mata Tuhan.  Sejatinya, Sodom dan Gomora bisa luput dari murka Allah.  Setelah Abraham memberanikan diri tawar menawar dengan Allah, Ia akhirnya setuju:  sekiranya ada sepuluh orang benar di sana, Ia “tidak akan memusnahkannya karena yang sepuluh itu.”  Luar biasa kasih Allah akan orang-orang benar!

 

Peringatan

Garam memang dibutuhkan setiap orang.  Namun Alkitab juga memberi peringatan: jika garam menjadi tawar, ia tak lagi berguna; ia akan dibuang dan diinjak-injak! Jadi, karena berbagai sebab, garam bisa kehilangan rasa asinnya dan menjadi tawar!  Firman Tuhan menasihati untuk mempertahankan keasinan kita sebagai garam; untuk waspada terhadap orang fasik yang menyelinap untuk menyesatkan dan mengikis keasinan kita. 
“Saudara-saudaraku yang kekasih, sementara aku bersungguh-sungguh berusaha menulis kepada kamu tentang keselamatan kita bersama, aku merasa terdorong untuk menulis ini kepada kamu dan menasihati kamu, supaya kamu tetap berjuang untuk mempertahankan iman yang telah disampaikan kepada orang-orang kudus.  Sebab ternyata ada orang tertentu yang telah masuk menyelusup di tengah-tengah kamu, yaitu orang-orang yang telah lama ditentukan untuk dihukum.  Mereka adalah orang-orang yang fasik, yang menyalahgunakan kasih karunia Allah kita untuk melampiaskan hawa nafsu mereka, dan yang menyangkal satu-satunya Penguasa dan Tuhan kita, Yesus Kristus“ – Yudas 1:3-4.


Masa Perhentian

“Sebab, andaikata Yosua telah membawa mereka masuk ke tempat perhentian, pasti Allah tidak akan berkata-kata kemudian tentang suatu hari lain”Ibrani 4:8  Alkitab bicara tentang satu hari perhentian.  Saat dimana kita terbebas dari segala tanggungan, tekanan dan aniaya Iblis yang hendak menjadikan kita tawar!  Hari dimana tak lagi ada  airmata, kesusahan dan penderitaan.  Itulah Kerajaan 1000 tahun damai!  Di sanalah saudara dan saya akan berada, jika kita tetap garam yang asin, tetap teguh beriman sampai garis akhir!  Haleluya!


Dibuang, Diinjak

“Kemudian diberikanlah kepadaku sebatang buluh, seperti tongkat pengukur rupanya, dengan kata-kata yang berikut: “Bangunlah dan ukurlah Bait Suci Allah dan mezbah dan mereka yang beribadah di dalamnya.   Tetapi kecualikan pelataran Bait Suci yang di sebelah luar, janganlah engkau mengukurnya, karena ia telah diberikan kepada bangsa-bangsa lain dan mereka akan menginjak-injak Kota Suci empat puluh dua bulan lamanya”Wahyu 11:1-2. 
Yang pertama-tama diukur adalah Bait Suci Allah!  Bukan bangunan atau organisasi gereja, melainkan “Ekklesia”, yaitu orang-orang percaya; mereka yang telah dipanggil keluar dari kegelapan; saudara dan saya!  Setiap orang percaya akan diukur, dan ukuran yang dipakai untuk mengukur ialah Yesus – Efesus 4:13.

Yang tidak memenuhi ukuran; garam yang tak lagi asin, dibuang ke dalam masa aniaya besar dimana Antikristus memerintah 42 bulan (= 3½ tahun) lamanya.

Syukur kepada Tuhan.  Dia menjadikan saudara dan saya garam yang sangat dibutuhkan dunia.  Namun, untuk masuk ke dalam perhentian Allah, garam harus tetap asin!  Jika tidak, ia akan dibuang dan diinjak-injak dalam masa 3½ tahun aniaya.

Tuhan kitanya tolong tak seorangpun di antara kita yang didapati tidak lagi asin; tidak memenuhi ukuran Kristus!  Tuhan Yesus memberkati!