Jemaat Efesus Yang Bertumbuh

Ayat Pokok: Wahyu 2:1-5. Jemaat Efesus adalah suatu jemaat yang kecil dimulai dengan 12 jiwa. Kemudian bertumbuh luar biasa. Tidak penting jumlah jemaat berapa? Tetapi kita mau semua jemaat Tuhan mengalami pertambahan jumlah jemaat. Dari 12 jiwa menjadi 1 jemaat. Bahkan rasul Yohanes pernah menggembalakan jemaat ini.

 David Yonggi Co jemaatnya 1.000.000 jiwa. Dimulai dari penginjilan di tepi jalan yang memenangkan beberapa jiwa. Lalu dari jiwa-jiwa yang didapat di tepi jalan maka terbentuklah jemaat pinggir kota. Dengan anugerah Tuhan dari orang-orang sederhana jemaat ini bertumbuh dan bertambah-tambah. Begitulah jemaat Efesus ini mengalami pertumbuhan (yang artinya bertambahnya jiwa-jiwa lewat kesaksian).

Gereja harus memberitakan injil kepada orang lain. Untuk inilah gereja ada yaitu untuk memberitakan kabar keselamatan bagi orang lain. Begitu juga dengan umat-umat yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus Kristus dan diselamatkan, maka kita harus memberitakan injil kepada orang lain. Kalau kita ceritakan keselamatan bagi orang lain maka Roh Kudus akan mengurapi kesaksian kita.

Marilah kita bertumbuh menjadi semakin dewasa di dalam kasih dan iman. Dewasa berarti tahu sehati dengan gembala dan juga dalam berkorban. Semakin diberkati semakin berkorban. Orang yang dewasa sudah mampu menghadapi cobaan, mengampuni, dan sabar. Semakin dewasa, hati harus penuh dengan kasih. Kejahatan tidak dibalas dengan kejahatan tetapi dengan kebaikan.

Dimulai dari 1 orang dapat menjadi 12 jemaat. Seperti halnya gereja di Korea & Efesus, di Indonesia pun Allah bisa bekerja. Kalau Allah yang memberikan pertumbuhan pasti bertambah. Gereja harus bertumbuh karena gereja merupakan pekerjaan Tuhan bukan manusia. Allah dapat memakai manusia siapapun kita, terlebih lagi orang-orang yang percaya kepadaNya dan pasti pada saat ini jika kita sebagai orang-orang yang percaya kepadaNya, maka Dia akan memakai kita.

Tuhan punya rencana untuk memakai kita, khususnya di gereja lokal. Tuhan lengkapi dan urapi kita untuk membangun gerejaNya. Kita menjadi alatNya Tuhan untuk dipakai bagi hormat kemuliaan Nama Tuhan saja.

Ciri-ciri orang-orang yang dapat dipakai Tuhan, yaitu :(Wahyu 2 : 2)

- Bekerja keras (Kopos)
- Tuhan melihat pekerjaan kita
- Tuhan tahu jerih payah kita
- Bekerja dengan tekun
- Tidak kenal menyerah (Hupomone)
- Tidak kenal kompromi

Allah tidak bisa memakai orang-orang yang cepat putus asa, oleh karena itu kira harus :

>Sabar menderita
>Memiliki kasih

Jemaat Efesus meninggalkan kasih yang mula-mula. Mereka bekerja dengan tekun, kristis, dan menderita tetapi semuanya itu tidak lagi didasari dengan kasih. Dengan "kasih" segala pekerjaan yang berat kita lakukan akan terasa ringan. Apa yang Allah inginkan dari kita berikan itu, lebih dari sekedar persembahan, dan hal itu adalah kasih.

Bertobatlah, lakukanlah, dan kembalilah ke kasih itu. Kemudian lakukanlah segala sesuatu dengan kasih maka hasilnya akan beda. Orang yang kurang memiliki kasih akan lebih suka mengeluh dan marah-marah sehingga sukacitapun akan berkurang. Orang yang tidak memiliki kasih, dia tidak mau memikul salibnya. Hitler merupakan contoh orang yang memiliki iri hati, dendam, dan kebencian. Sebab itu dialah, orang yang telah membuat kota Hiroshima menjadi hancur, karena dendam, iri hati, dan kebencian yang ada di hatinya.

Itu sebabnya di penghujung tahun ini jangan ada kebencian, iri hati, dan dendam, karena hal-hal itu akan menghancurkan gereja Tuhan. Tapi biarlah kekuatan Roh Kudus yang memenuhi hati kita dengan cinta Tuhan yang berkobar-kobar dan kita harus siap berkorban untukNya.

Seperti yang tertulis dalam I Korintus 13 : 1 – 3"Biarlah kasih yang menjadi dasar di dalam pertumbuhan iman kita".

Tuhan Yesus Kristus memberkati kita semua, Amin! (Pdt. Adi Sujaka MTh. Khotbah Minggu 231207 - GPdI Tiberias Bogor)
 

Share