Kunci Yang Dimiliki Orang Percaya


Kunci Yang Dimiliki OrangPercaya
Ayat Pokok: Wahyu 3:7-13
Oleh: Pdt. Timotius Dawir

"Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Filadelfia: Inilah firman dari Yang Kudus, Yang Benar, yang memegang kunci Daud; apabila Ia membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila Ia menutup, tidak ada yang dapat membuka.” (ay. 7)

Kunci selalu menjadi penentu dari setiap fasilitas yang kita miliki. Bentuk dan ukurannya sangat kecil tetapi sangat menentukan.

Tuhan berkata kepada jemaat Filadelfia bahwa Tuhan yang memegang kunci Daud. Daud berbicara tentang kejayaan, kemenangan, dan berkat-berkat Tuhan lainnya. Orang Israel sangat membanggakan Daud sehingga bintang Daud menjadi lambang bendera Israel.

Tuhan memegang kunci berkat, kunci kejayaan, dan kunci kemenangan atas percobaan. Kalau Tuhan membuka tidak ada yang dapat menutup dan kalau Tuhan yang menutup tidak ada yang dapat membuka. Kita ingin supaya pintu-pintu yang tertutup di dunia ini terbuka, antaralain pintu pelayanan, pintu pekabaran Injil, pintu keberhasilan dalam usaha/bisnis, pintu kemandulan, dan masih banyak lagi yang lain. Dan yang memegang kunci untuk membuka pintu-pintu itu adalah Tuhan Yesus.

Apakah pertolongan Tuhan didasarkan dari apa yang kita miliki? Tidak. Tuhan membuka pintu bagi jemaat Filadelfia yang kekuatannya tidak seberapa. Tuhan seringkali menggunakan keterbatasan dan kekurangan kita untuk kemuliaan nama-Nya.

Berikut beberapa prinsip yang harus kita ketahui supaya pintu-pintu kemurahan dibukakan Tuhan ;

1) Bekerja - “Aku tahu segala pekerjaanmu..”. (ayat 8).

Tuhan sangat senang dengan orang yang bekerja. Firman Tuhan berkata : “jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan” (2 Tesalonika 3:10). Orang yang malas tidak akan diberkati, tetapi Tuhan memberkati orang yang bekerja keras. Tuhan mengetahui dan menilai segala sesuatu yang kita kerjakan dalam hidup ini. Pekerjaan sekecil apapun yang kita lakukan pasti diperhitungkan Tuhan. Tuhan sendiri mengerjakan segalanya dengan baik dan sempurna. Contohnya, matahari tidak pernah terlambat untuk terbit. Atau matahari tidak pernah salah terbit dari barat ke timur tetapi selalu dari timur ke barat. Sampai hal-hal yang terkecil sekalipun diatur dan dikerjakan Tuhan dengan begitu baik.

Tema peringatan hari ulang tahun ke-70 kemerdekaan Republik Indonesia adalah “Ayo Kerja”. Presiden Jokowi menganjurkan supaya semua elemen bangsa bekerja membangun negara yang kita cintai ini. Dalam Mukernas GPdI baru-baru ini di Bogor, Ketua Umum MP GPdI, Pdt. M.D. Wakkary, mengajak semua hamba Tuhan GPdI untuk bekerja. MP GPdI menargetkan sampai tahun 2017 minimal 2 juta jiwa warga GPdI. Saya di provinsi Papua menargetkan sampai 2017 sekitar 600 jemaat dibuka. Dalam dua tahun ini terjadi peningkatan yang signifikan di GPdI Papua. Sekitar 30.000 orang kami bawa kepada Yesus. Hal itu terjadi karena kami mau bekerja. Kami mengadakan banyak kegiatan-kegiatan pengumpulan massa demi jiwa-jiwa datang kepada Yesus.

Karena itu tiap hari kita musti bekerja. Pintu akan dibukakan apabila kita semangat bekerja. Anak-anak muda harus bekerja keras untuk masa depan yang gilang gemilang dari Tuhan. Tuhan melihat orang yang bekerja.

2) Menuruti Firman Tuhan (ayat 8).

Kita harus konsisten mengikuti apa yang Tuhan perintahkan. Orang percaya jangan kompromi dengan dosa; musti ya di atas ya, tidak di atas tidak. Dewasa ini dunia semakin giat menawarkan banyak hal untuk menarik orang percaya dari imannya. Tetapi kita musti konsisten dengan Firman Tuhan.

Dulu di Korea begitu banyak anak-anak muda di gereja tetapi menurut beberapa orang tidak lagi demikian sekarang. Di benua Eropah anak-anak muda telah meninggalkan gereja. Orang-orang tidak konsisten dengan firman Tuhan. Akibatnya ekonomi hancur dan dosa bertambah banyak. Padahal Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan.

Tuhan berkata kepada Yosua ; “Hanya, kuatkan dan teguhkanlah hatimu dengan sungguh-sungguh, bertindaklah hati-hati sesuai dengan seluruh hukum yang telah diperintahkan kepadamu oleh hamba-Ku Musa; janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, supaya engkau beruntung, ke mana pun engkau pergi.” (Yosua 1:7). Inilah kunci untuk membuka pintu.

Jadi, Tuhan memberikan kunci kepada kita, tetapi orang yang memegang kunci adalah orang yang konsisten melakukan firman Tuhan.  

3) Tidak menyangkal Nama Tuhan. (ayat 8).

Dalam perjalanan iman pasti ada tekanan-tekanan. Tetapi dalam kondisi bagaimana pun kita harus tetap percaya kepada Yesus. Sekali Yesus tetap Yesus! Jangan mencoba memperdagangkan imanmu demi sesuatu. Paulus berkata : “Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.” (Filipi 1:21).

Jangan pernah meninggalkan Yesus. Tunjukkan kepada orang lain bahwa anda adalah milik Yesus. Tuhan akan membuka pintu kalau kita tidak menyangkal Nama Tuhan. Jangan menyangkal nama Yesus dalam situasi apa pun.  

4) Tekun menantikan Tuhan (ayat 10).

Saya mempunyai banyak teman pejabat. Saya memperhatikan bahwa waktu kuliah mereka begitu rajin beribadah, tetapi setelah mendapat jabatan dan diberkati mereka tidak setia lagi kepada Tuhan. Namun saya lihat pertumbuhan kehidupan mereka menurun. Berbeda dengan orang yang setia mengiring Tuhan, kehidupan mereka terus naik dan naik.

Dulu orang anggap remeh terhadap warga GPdI. Tetapi pada bulan Desember 2015 yad, dalam Pilkada serentak di Papua, 4 orang calon bupati adalah jemaat GPdI. Tahun 2017 calon walikota Jayapura adalah jemaat GPdI. Puji Tuhan! Tuhan berkata bahwa Tuhan membuka pintu apabila kita setia kepada Tuhan.

Kunci akan diberikan kepada kita, pintu-pintu akan dibukakan, mujizat demi mujizat akan terjadi, asalkan kita mau seperti jemaat Filadelfia ; bekerja keras, menuruti firman-Nya, tidak menyangka nama-Nya, dan setia menantikan Tuhan. Saya percaya kita akan melihat gerakan-gerakan yang lebih besar di waktu-waktu yang akan datang sebab kunci diberikan kepada kita akan membuka semua akses. Haleluya! 

Share