Pdt. Simon Kostoro

Yesus - Allah yang mengerti dan peduli

Pdt. Simon Kostoro (GPdI Lembah Dieng - Malang)

Markus 6:45-52

Peristiwa ini terjadi setelah Yesus memberi makan 5000 orang dan dalam kisah ini kita akan mempelajari bahwa Yesus adalah Allah yang mengerti dan peduli. Dia mengerti dan peduli dengan dengan segala permasalahan yang sedang anda hadapi saat ini. Mari kita lihat bersama…

1. Yesus memerintahkan.
“Yesus segera memerintahkan murid-muridNya naik ke perahu…” (ay. 45)
Jelas perjalanan ini adalah atas kehendak Tuhan namun di tengah-tengah perjalanan mereka terkena angin sakal. Angin sakal adalah angin yang bertiup dari haluan dan angin ini menghambat laju perahu sehingga mereka sulit untuk maju. Di sini ada satu pelajaran bagi kita bahwa bukan berarti jika kita melakukan kehendak Allah maka semuanya akan berjalan dengan mulus. Terkadang banyak halangan dan rintangan yang menghambat kita. Namun sama seperti murid-murid, kita mau tetap maju sampai ke seberang.

2. Yesus berdoa.
“Setelah berpisah dengan mereka, Ia pergi ke bukit untuk berdoa”. (ay. 46)
Jelas bahwa Yesus tidak bersama mereka dalam perahu, lalu apa yang Yesus lakukan? Tidur? Tidak, Ia berdoa, dan Ia berdoa sepanjang kegelapan malam! Saat ini pribadi Yesus juga tidak ada bersama-sama dengan kita. Ia sedang duduk di sebelah kanan Allah Bapa. Lalu apa yang Ia lakukan di sana? Ia perdoa bagi saudara dan saya. “Sebab Ia hidup senantiasa untuk menjadi Pengantara mereka” Ibr. 7:25 Yesus menjadi pengantara bagi doa-doa kita kepada Bapa. Jika saat ini saudara sedang menghadapi badai kehidupan, ketahuilah, bahwa Ia ada di bukit kemuliaan dan sedang berdoa bagi saudara dan saya!

3. Yesus melihat.
“Ketika Ia melihat betapa payahnya mereka mendayung karena angin sakal” (ay. 48).
Kata “melihat” di sini dalam bahasa aslinya menggunakan kata “eido,” yang artinya “to see with perception” atau “melihat dengan penuh pengertian.” Yesus melihat dan mengerti apa yang kita alami saat ini. Apa yang Ia lihat? “Betapa payahnya mereka mendayung.” Ia mengerti pergumulan kita, kesusahan kita, masalah kita, dan Ia bukan sekedar mengerti, tetapi hatiNya juga tergerak dengan belas kasihan (Mat. 9:36).

4. Yesus datang.
“Maka…Ia datang kepada mereka berjalan di atas air dan Ia hendak melewati mereka” (ay. 48)
Ketika Ia melihat kesulitan mereka maka Ia datang menghampiri mereka dan Ia berjalan di atas air. Apa artinya? Ia mau menunjukkan kuasaNya bahwa Ia adalah Allah yang berkuasa! Kuasanya mampu mengatasi segala masalah yang mereka hadapi. Ia datang dengan mujizat! Lalu mengapa dikatakan bahwa Ia hendak “melewati” mereka? Yesus ingin melihat respons murid-murid. Sama seperti ketika Yesus berjalan dengan 2 orang murid ke Emaus. Setelah sampai di Emaus dikatakan bahwa Yesus “seolah-olah” hendak meneruskan perjalanan (Luk. 24:28). Untung kedua murid itu cepat mengundang Yesus, lalu Yesus masuk makan bersama mereka dan memulihkan keadaan mereka. Saat ini Tuhan juga mau datang dengan kuasaNya dan Ia ingin melihat respons kita, apakah kita mau mengundang Dia atau tidak. Jangan seperti murid-murid, “mereka mengira bahwa Ia hantu, lalu berteriak-teriak..” Inilah respons manusia, pikirannya selalu ke arah negatip, sebab itu jaga pikiran anda!

5. Yesus berkata (berfirman).
Tetapi segera Ia berkata kepada mereka: “Tenanglah! Aku ini, jangan takut” (ay. 50).
Di sini kita melihat betapa pentingnya Firman Tuhan itu. Firman itu yang menenangkan hati murid-murid, mengusir segala ketakutan mereka. Raja Daud di saat ia menghadapi ketakutan juga bersandar dan percaya kepada Firman dan Ia menjadi tidak takut lagi (Mzm. 56:4, 5). Demikian juga dengan kita, bila saat ini kita percaya kepada Firman Tuhan maka kita juga akan beroleh ketenangan dan damai sejahtera di dalam hati kita.

6. Yesus naik ke dalam perahu.
“Lalu Ia naik ke perahu mendapatkan mereka, dan anginpun redalah”. (ay. 51)
Yesus naik ke dalam perahu artinya Ia tidak mau hanya “di luar” perahu kehidupan kita. Ia mau menyatu dengan umatNya, Ia mau mengambil bagian dalam hidup kita. Ia mau bersama-sama dengan kita menghadapi gelombang kehidupan ini dan apa yang terjadi kalau Ia masuk dalam perahu kehidupan kita? “Anginpun redalah.” Saat ini Tuhan juga ingin masuk dalam perahu kehidupan kita, jika kita mengijinkan Tuhan masuk maka angin ribut yang kita alami pun akan berhenti.

Tuhan Yesus tetap sama. Kalau waktu itu Ia peduli dengan keadaan murid-muridNya, sekarang Ia juga peduli dengan keadaan anda dan saya. Sebab itu mari buka hati untuk Dia dan undang Ia masuk dalam perahu kehidupan anda!