Kondisi Hati dapat Membunuh Iman Saudara

Tuhan tidak pernah gagal dan terlambat untuk melimpahkan kasih karunia-Nya untuk menjaga hati saudara, sehingga kasih-Nya dapat mengalir melalui kehidupan saudara.

Sebagai orang Kristen, kita perlu memeriksa hati kita - emosi, jiwa, mental dan fisik kita. Amsal 4:23 mengatakan, " Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan."

Ayat ini tidak mengatakan bahwa Tuhan akan menjaga hatimu, Pendetamu akan menjaga hati saudara, dan tetanggamu akan menjaga hati saudara. Ayat ini mengatakan bahwa saudara-lah yang harus menjaga hati saudara. Ada berbagai macam kondisi hati yang perlu kita lihat.

Jika kita menemukan ada kondisi hati yang lain, kita harus membuangnya. Salah satu dari kondisi hati ada yang namanya "Hati yang Munafik". Munafik adalah dimana seseorang memberitahu kepada orang lain apa yang harus dilakukan sedangkan dia sendiri tidak melakukannya. Orang ini tahu apa yang harus dilakukan, tetapi dia tidak melakukannya.

Kita seringkali mendengar khotbah tentang kasih, belas kasihan dan pengampunan, tetapi jika kita tidak menghidupinya dalam kehidupan kita, baik dalam perkataan dan perbuatan, maka apa gunanya pengetahun tersebut?

Saya adalah orang yang munafik - orang beragama yang hanya tahu kebenaran tetapi tidak melakukannya. Saudara lihat, di gereja saya terlihat baik, tetapi di luar gereja lewat perbuatan saya, saya menunjukkan hati saya yang sebenarnya.

Kita perlu bertanya pada diri sendiri, "Apa yang kita lakukan?" dan "Kepura-puraan apa yang kita lakukan?"

Saudara ingat tentang bagaimana Tuhan mengutuk pohon ara? Saat itu setelah perjalanan jauh maka laparlah Yesus, dan Dia ingin melihat pohon ara karena Ia ingin memakan buahnya, tetapi ternyata Yesus tidak mendapatkan buah atau sesuatu pun untuk dimakan. Dan akhirnya Yesus mengutuk dan berkata, "Mulai saat ini kamu tidak akan pernah menghasilkan buah."

Kita hidup di dunia yang lapar dan banyak orang yang lapar di dunia ini. Hal ini berbicara tentang orang-orang yang memerlukan Tuhan. Mereka membutuhkan terang, mereka membutuhkan kebenaran. Mereka memerlukan pengharapan dan tempat dimana mereka bisa menggantungkan pengharapan mereka tersebut.

Saat ini ambil waktu untuk berdoa dan bertanyalah kepada diri saudara sendiri. Mintalah kepada Tuhan untuk bersedia bertemu dengan saudara dimanapun saudara berada dan mengubah hati saudara. Tuhan tidak pernah gagal dan terlambat untuk melimpahkan kasih karunia-Nya untuk menjaga hati saudara, sehingga kasih-Nya dapat mengalir melalui kehidupan saudara.

- Joyce Meyer, Charisma -

Share