SEKILAS TENTANG GPdI NGUNUT - TULUNG AGUNG

Jun 27 2015

GEREJA PANTEKOSTA DI INDONESIA NGUNUT – TULUNGAGUNG



Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) jemaat Ngunut, saat ini berkedudukan di Kompleks Ex. PG Kunir, Jl. Kaliwungu, desa Kaliwungu, kecamatan Ngunut, kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.
Berjemaatkan sekitar 1.400 jiwa terdiri dari orang dewasa, remaja, juga anak-anak.  Saat ini Gereja ini digembalakan oleh Ibu Hanna Johannes (menggantikan alm. Bpk. Pdt. Johannes Ong) dibantu oleh Putera Sulung, anak kedua mereka Pdp. Jonathan Yohannes.
Meskipun pada awal berdirinya Gereja Kunir ini sempat diwarnai pro dan kontra, namun pada akhirnya kita tetap saja melihat cerita yang sarat dengan cinta kasih, kesetiaan, loyalitas, juga persatuan jemaat bersama warga lingkungan sekitar dalam rangka mewujudkan cita-cita yang mulia.
Dari kisah ini kita bisa  melihat, bahwa kesetiaan dari perkara yang kecil akan membuat Tuhan mempercayakan kepada kita satu pekerjaan yang besar. Karena sesungguhnya Tuhan memberikan upah yang luar biasa bagi setiap orang yang bertekun bekerja bagi DIA.

Sejarah berdirinya  GPdI Ngunut
Pelayanan GPdI Ngunut dirintis oleh Bpk. Pdt Soebarto. Karena terjadinya perbedaan pendapat atau pandangan dalam tubuh organisasi GPdI, Bapak Pdt Soebarto memutuskan untuk melayani Tuhan dalam naungan organisasi Gereja Bethel Injil Sepenuh, yang sampai sekarang di lokasi setempat dikenal sebagai Gereja Tabernakel.
Keputusan ini tidak mendapatkan sambutan yang baik dari sebagian sidang jemaat, sehingga terjadi pemisahan ibadah. Beberapa jiwa tetap menghendaki tetap berafiliasi dengan GPdI dan dilayani oleh hamba Tuhan dari GPdI juga.
Jemaat yang teguh mempertahankan GPdI ini akhirnya dilayani oleh Hamba-Hamba Tuhan dari Wlingi – Blitar, yang saat itu digembalakan oleh Bpk. Pdt. Liem Pian Koen / Rusli. Beliau mendelegasikan  pelayanan sidang jemaat di Ngunut itu kepada salah seorang pengerja GPdI Wlingi yaitu Bpk. Pdt.  Tan Siauw Sian/ Zakheus S
Ketika tahun 1959 Bpk. Pdt. Tan Siauw Sian dipindah-tugaskan ke Situbondo, pelayanan di Ngunut dipercayakan oleh Pdt. Rusli untuk dilayani oleh pengerja GPdI Wlingi yang lain, yaitu Sdr. Ong Piek Tong/ Johannes. 
Tempat  ibadah saat-saat itu masih berpindah dari satu rumah jemaat ke rumah  jemaat lain, sampai akhirnya mendapat rumah sewa sementara di pinggir jalan raya Blitar, sisi selatan jalan,  sebelah barat  +/- 75 meter dari doplangan (palang pintu) kereta Gilang-Pabrik Gula  Kunir.


Riwayat pelayanan Bp. Pdt.Johannes/ Ong Piek Tong :
Tahun 1933, pada tanggal 19 Agustus lahirlah Johanes kecil dari keluarga sederhana (suku Jawa asli) di Dampit Malang. Sebelum meninggal dunia, sang Ibu menyerahkan Johannes kecil ini kepada  Bidan yang membantu proses kelahirannya. Tidak lama setelah itu  Johannes diangkat menjadi anak oleh Bp. Ong Tjong Yoe/Jacob & Ibu Saini, yang tidak lain adalah mertua dari Bp. Pdt. Liem Pian Koen/Rusli.
Johannes kecil ini diberi nama Tionghoa Ong Piek Tong. Dia bertumbuh dengan baik dan sampai masa remaja rajin beribadah dan ikut terlibat dalam pelayanan.


Tahun 1957 beliau terpanggil untuk belajar Firman Tuhan dan mengikuti pendidikan di Sekolah Alkitab di Lawang yang pada waktu itu lama pendidikannya adalah selama 7 (tujuh) bulan.


Tahun 1958 beliau melanjutkan pendidikan dan masuk sekolah Alkitab kelas II. Setamat pendidikan ini beliau menjadi pengerja di GPdI Wlingi Blitar yang digembalakan oleh Pdt. Liem Pian Koen/Rusli (kakak angkatnya).


Tahun 1959 sebagai pengerja, beliau mulai ditugaskan melayani jemaat GPdI Ngunut  (melanjutkan pelayanan Bp. Zakheus S. yang dipindahtugaskan ke Situbondo) dengan bermodalkan/ menggunakan sepeda onthel (sepeda kayuh – onta)
Ketika melayani sidang jemaat ini beliau harus rela mengayuh sepeda ini  dari Wlingi Blitar ke Ngunut (jarak tempuh diperkirakan -/+ 40 km). Sesekali, setelah pelayanan, ybs diminta tinggal/menginap di rumah jemaat untuk memulihkan tenaganya. Tapi hampir sebagian besar, setelah melayani jemaat, beliau langsung kembali ke Wlingi dengan sepedanya.


Tahun 1962 Tuhan mempertemukan Bpk. Pdt. Johannes Ong ini dengan tulang rusuknya yaitu Ibu Sie Swie Hiang/ Hanna di Wlingi,  Ibu Hanna, ketika gadis adalah seorang pemudi GPdI Wlingi yang pada tahun 1961 mengikuti Sekolah Alkitab di Beji Batu Malang kelas I, angkatan 7)


Pada tanggal 28 Maret 1962 mereka memutuskan untuk menikah dan melayani Tuhan bersama-sama sepenuh waktu. Pernikahan kudus ini dipimpin oleh Bpk. Pdt. R.M. Soeprapto (Gembala GPdI Jl. Aries Munandar – Malang) dan dihadiri beberapa pionir GPdI yaitu Bpk. R.G. Broadland beserta Ibu M. Broadland (Beji-Batu) beserta Bapak dan Ibu Flora Daniel
Setelah menikah, Johannes muda ini langsung memboyong istrinya untuk tinggal menetap dan melayani di Ngunut – Tulungagung. Kepada mereka berdua Tuhan mengaruniakan tiga (3) orang putri dan dua (2) orang putra. Mereka tinggal di rumah kontrakan di timur pasar tradisional milik Bp. Prawiro ayah dari Bp. Haryanto yang di kemudian hari mengenal Tuhan lalu menjadi jemaat.


Jemaat yang dilayani pada waktu itu berjumlah 20 sampai dengan 25 jiwa terdiri dari ( 12 jiwa anak-anak, 8 – 12 jiwa dewasa). Dalam jangka waktu 10 (sepuluh) tahun. Rumah sewa ini berfungsi  sebagai pastori sekaligus sebagai tempat ibadah. Karena letaknya di timur pasar tradisional, maka seringkali disebut Gereja Etan Pasar (Gereja Timur Pasar).
Tahun 1966-1967 mengalami peningkatan jumlah jiwa yang cukup signifikan sehingga dibutuhkan ruang ibadah yang lebih memadai dan bisa menampung jemaat. Atas inisiatif salah satu jemaat (Bp. Lo Sien Tjhai/Tjahjono Soesilo– saat itu menjadi penanggung jawab kompleks ex Pabrik Gula Kunir – Ngunut), beliau mencarikan tempat untuk bisa dibangun gedung gereja baru yang diimpikan.


Berdasarkan kesepakatan bersama sidang jemaat maka diputuskanlah bahwa tempat itu adalah lahan yang ada di dekat  jalan raya Blitar, dalam komplek ex PG Kunir. (Penentuan lokasi yang akan dibangun gereja ini tidak terlepas dari peranan Bp. Waris – saat ini tinggal di seberang selatan gereja, yang mengetahui persis rumah-rumah yang sebelumnya dihuni oleh pejabat-pejabat Pabrik Gula Kunir era pemerintahan Belanda)


Dengan swadaya dan tenaga  seluruh jemaat dan bantuan tenaga dan material dari PNP XXI PG. Ngadirejo dan juga tenaga karyawan ex Pabrik Gula Kunir yang dikerahkan oleh pihak pimpinan, Maka dimulailah proses pembangunan bangunan Gereja yang didambakan.


Tahun 1968, setelah dikerjakan kurang lebih selama 1 (satu) tahun, gedung gereja baru ini selesai dikerjakan dan mulai 7 Juli 1968 gedung gereja diserahterimakan oleh Bp.Bambang Soekamto Hadiwidjojo selaku pejabat Administrateur PNP XXI PG. Ngadirejo kepada Bp. Moesoto selaku ketua I panitia pembangunan  Gereja Pantekosta di Indonesia Ngunut. Setelah itu kegiatan ibadah/kebaktian dipindahkan ke gedung gereja baru yang berlokasi 1 km sebelah timur dari gereja lama. (catatan: walaupun kegiatan ibadah sudah pindah, namun pastori hunian gembala tetap berada di rumah lama).


 
Pemekaran Wilayah Pelayanan
Pelayanan di bawah penggembalaan Bpk. Pdt. Johannes Ong ini mengalami perkembangan dan perluasan daerah pelayanan.
1.   Daerah Panjerejo
Pelayanan di daerah Panjerejo  mulai dilayani atas permintaan alm. Ibu Nasrun yang  menyediakan  rumahnya untuk kegiatan  ibadah. Selanjutnya cabang Panjerejo ini diserahkan kepada Pdt. Yusak Suparman, yang merupakan kaum pertama yang kenal Tuhan dan kemudian menyerahkan hidupnya melayanai Tuhan dengan masuk pendidikan di Sekolah Alkitab Beji, Batu. Beliausempat ditempatkan berpraktek di GPdI Ketapang – Jakarta di bawah penggembalaan Pdt. AH. Mandey.

2.   Daerah Rejotangan
Di awali dengan terjadinya mujizat saat mendoakan Utomo (salah seorang anak dari pasangan Bp. Salamun dan Ibu Suwandi yang tidak mampu berjalan di usia 3 tahun). Mujizat  ini membuat keluarga besar Ibu Suwandi menyediakan sebagian dari rumahnya untuk dijadikan tempat ibadah juga tempat tinggal gembala. Pelayanan di tempat ini di kemudian hari diserahkan kepada Sdr. Samuel Winarso.

Juga ada beberapa daerah lain yang pada akhirnya diserahkan untuk digembalakan oleh Hamba-hamba Tuhan perintisan.

Ibadah Raya di hari Minggu dilakukan di GPdI Kunir. Sedangkan untuk ibadah-ibadah wadah di sepanjang minggu (Senin – Sabtu) dilakukan di masing-masing Rayon. Sampai saat ini ada 12 Rayon yang rutin melakukan ibadah wadah, untuk melayani secara intensive di wilayah-wilayah terdekat.

Statistik kehadiran jemaat dalam kegiatan ibadah dari tahun 1962 :
1962 ada sekitar 20-25 orang (anak-anak 12 orang, dewasa 8 -12 orang)
1969 anggota dewasa sekitar 80 orang
1975 anggota dewasa sekitar 150 orang
1997 -2000 anggota dewasa sekitar 500 orang
2000 -2006 anggota dewasa sekitar 700 orang, sedangkan jumlah remaja, pemuda-pemudi dan anak-anak sekitar 400 orang
2011 , anggota dewasa yang aktif  bergereja  sekitar 900 orang, remaja 100 orang dan anak-anak 400 orang.

Catatan: Pasca gerakan G30S/PKI, kebijakan pemerintah  yang mengharuskan setiap warga Negara RI harus menganut agama yang diakui pemerintah, cukup memberi dampak terhadap pertambahan jemaat pada tahun 1965-1967-an.

kiriman: Riris

 

 

 

Kontoversi kah Terapi Stem Cell?

Aug 31 2013

Apa itu Stem Cell?


Sel induk adalah sel yang bersal dari kehidupan
Single-sel telur dibuahi - generasi pertama dari sel induk
Setelah pembelahan - sel induk terus tumbuh, meningkatkan jumlah sel.
Mesoderm - sel induk mulai berdiferensiasi menjadi sel fungsional.
Jaringan dan pembentukan organ - memerintahkan susunan sel fungsional
Satu sisi, sel-sel induk diatur secara kronologis diperintahkan untuk berdiferensiasi menjadi berbagai jenis sel; Di sisi lain, proliferasi dan migrasi diatur secara ketat sesuai dengan struktur keseluruhan cetak biru morfogenesis dapat diprediksi, Dan berbagai organ sampai jenis perkembangan dan lainnya dari sel, kombinasi yang terbentuk menjadi individu yang lengkap.

Stem sel (sel induk, SC) adalah kelas dengan pembaharuan diri-sendiri (self-renewing) kemampuan sel induk berpotensi majemuk, bahwa sel induk mempertahankan bukan status pembedaan diarahkan dan kemampuan proliferasi, dalam kondisi yang tepat, atau diberi sinyal yang tepat, dapat dibedakan menjadi beberapa fungsi dari sel, jaringan dan organ, dunia kedokteran disebut sebagai "sel wildcard, disebut itu juga gambaran populer " melakukan sel apapun. Stem sel yang berasal dari embrio, jaringan pada janin dan jaringan dewasa. pembedaan berpotensi majemuk sel induk embrionik dari embrio dan jaringan janin dan berdiferensiasi menjadi individu dewasa, hampir semua lebih dari lebih dari 200 jenis jenis sel matang dalam tubuh.Sel induk dewasa(stem cell dewasa) sel-sel induk hematopoietik, sel-sel induk saraf dan sel pankreas batang dan sumber jaringan dewasa.

Dalam istilah yang sederhana, sel-sel induk memiliki karakteristik sebagai berikut:
1. Seorang diri-replikasi sel induk pertama mereplikasi diri, dapat menghasilkan sel-sel yang sama - sel induk, disimpan.
2. Diri sendiriprofil dapat diubah dengan dampak lingkungan dari kondisi perkembangan sendiri.
3. Diferensiasi multilineage dapat dipengaruhi oleh situs di mana pengaruh mikro-lingkungan oleh stimulasi faktor ini dan sinyal dari lingkungan mikro, terhadap lingkungan dari sel dan diferensiasi jaringan.

Banyak penyakit manusia seperti infark menderita penggumpalan pada jantung, diabetes, penyakit Parkinson, yang melibatkan kematian sel (seperti sel-sel otak, kardiomiosit, pankreas sel islet). Peran paling signifikan dalam teknologi stem cell adalah: dapat menciptakan sel-sel baru, normal atau bahkan lebih muda, jaringan atau organ untuk pengobatan, seperti cerebral palsy, stroke, leukemia, menderita penggumpalan pada jantung menderita penggumpalan pada jantung, diabetes, penyakit Parkinson dan penggunaan lainnya metode tradisional sulit untuk menyembuhkan penyakit, dengan nilai medis yang tak terhitung, dan membawa harapan kepada orang-orang.


Terapi stem cell



Ilmu medis adalah salah satu hal paling cepat dari perkembangan ilmu pengetahuan di abad kedua puluh, telah menjadi daerah yang paling mencolok dari ilmu alam. Dengan pesatnya perkembangan rekayasa genetika dan embrio, rekayasa sel dan bioteknologi, berdasarkan tujuan tertentu, menjadi mungkin untuk mendeferensiasi sel di luar tubuh manusia, membudidayakan sel, menggunakan stem cell untuk membangun berbagai sel, jaringan, organ sebagai sumber organ transplantasi , yang akan menjadi arah utama aplikasi stem cell.

Dengan cara ilmu teknik rekayasa organ diharapkan untuk dapat memecahkan masalah yang dihadapi umat manusia yang melibatkan hampir sebagian besar masalah medis, seperti luka bakar, cedera radiasi dan masalah kulit lainnya; otot, perbaikan cacat tulang dan tulang rawan, penggantian lutut, pinggul dan sendi lainnya; penyakit pembuluh darah atau cedera vaskular substitusi, implantasi pakreas untuk pasien diabetes, pasien dengan penggantian katup jantung, perbaikan defek septum, pasien kanker setelah operasi atau penggantian organ; daya perusak dari radiasi dan dosis tinggi radioterapi, kemoterapi, mempengaruhi darah dan kekebalan tubuh ; penggantian akibat kerusakan atau kegagalan ginjal dan organ vital lainnya dan pemulihan kekebalan tubuh; pengobatan penyakit defisiensi genetik parsial.

Dalam waktu dekat, beberapa produk rekayasa jaringan, seperti membuat kulit, pembuluh darah, tulang, tulang rawan, otot, katup, saraf dan bahkan pankreas, ginjal, hati dan jaringan dan organ atau sel lainnya akan muncul, dan kemudian ditransplantasikan ke pasien untuk memulihkan cedera, jaringan degeneratif alternatif dan organ, dan untuk mengubah fungsi jaringan dan organ dari cacat genetik. Manusia akan memasuki era baru dari aplikasi praktis dari produk rekayasa jaringan modern.

Dewasa ini, terlihat kemajuan yang signifikan di bidang diferensiasi stem cell jaringan. Di luar tubuh manusia dapat mendeferensiasikan stem cell yang berpotensi majemuk untuk berdiferensiasi menjadi tulang, tulang rawan, otot, lemak, tendon, jaringan saraf, hasil ini sangat menggembirakan. Transplantasi stem cell hematopoietik telah banyak dilakukan, melalui infus stem cell hematopoietik untuk pemulihan hematopoietik pada pasien dengan keganasan hematologi juga telah berhasil, ini memberikan contoh untuk keberhasilan penelitian stem cell jaringan.

Modern Hospital Guangzhou(Stem Cell Research & Treatment Center) telah berhasil menggunakan stem cell untuk mengobati sirosis hati, cerebral palsy, diabetes (kaki), kerusakan tulang femoral, penyakit Alzheimer, penyakit Parkinson, cedera tulang belakang, infark miokard, gagal ginjal, penyakit sistem kekebalan tubuh, anti-penuaan dan penyakit lainnya. Dengan pendalaman penelitian, stem cell akan memberikan harapan kemanusiaan dan kejutan akan lebih dan lebih lagi!


Penghargaan nobel dalam kedokteran, teknologi stem cell


  
Menurut situs resmi Hadiah Nobel laporan Panitia, tahun 2012 Penghargaan Nobel dalam Fisiologi atau Kedokteran Penghargaan pada tanggal 8 Oktober mengumumkan penghargaan tahun ini, membuat kontribusi luar biasa terhadap pemrograman kembali sel yang matang, Shinya Yamanaka di Kyoto University di Jepang, para ilmuwan Hill dan perkembangan biologi inggris, John Gordon (John B.Gurdon).

Reward prestasi tahun ini Hadiah Nobel dalam Fisiologi atau Kedokteran menghasilkan, sel-sel khusus yang dapat pemrograman kembali, diprogram menjadi sel matang, yang dapat tumbuh hingga pembentukan berbagai organ tubuh dan jaringan. Penelitian mereka dan menemukan bahwa secara signifikan mengubah pemahaman kita tentang sel dan organisme.

Mereka dipisahkan 40 tahun penelitian, 2 bintang ilmiah berbagi Penghargaan Nobel dalam Fisiologi atau Kedokteran. Masa lalu telah menemukan bahwa beberapa sel-sel tubuh yang penting organisasi non-terbarukan, seperti sel-sel miokard setelah infark miokard tidak beregenerasi, dipulihkan setelah kerusakan sel saraf, mengakibatkan kelumpuhan seumur hidup. Mereka "berkah pintu terbuka untuk pasien, mungkin suatu hari, sebuah kecelakaan mobil disebabkan oleh paraplegia dapat menyembuhkan sel-sel jantung untuk memperbaiki mengembalikan transplantasi ginjal akan tidak perlu lagi ...

Kita semua mulai berkembang dari telur yang dibuahi dari. Pada hari pertama setelah pembuahan, embrio mengandung banyak sel yang belum matang, sel-sel ini bisa akhirnya pembedaan, pembentukan individu dewasa yang memiliki semua berbagai organ dan jaringan. Sel-sel ini disebut sel induk berpotensi majemuk. Dengan pengembangan lebih lanjut dari embrio, sel-sel secara bertahap membedakan sel saraf, sel otot, sel-sel hati, dan semua jenis lain dari sel - semua sel-sel ini khusus, mereka memiliki fungsi khusus, digunakan untuk menjalankan tubuh manusia berbagai fungsi fisiologis yang berbeda. Dari sel-sel yang belum matang ke dalam proses sel tertentu akan matang sebelum ini sekali dianggap tidak dapat diubah. Orang-orang berpikir ini adalah proses pematangan sel, mereka tidak dapat segar kembali, kembali ke tahap pluripotent stem cell. (Dicetak ulang dalam Jaringan Stem Cell)



Terapi stem cell untuk memperbaiki kerusakan pendengaran


  
Baru-baru ini, tim peneliti yang dipimpin oleh Profesor Marcelo Rivolta, University of Sheffield, Inggris diferensiasi stem sel embrio manusia untuk sel pendengaran penting, untuk menyembuhkan gerbil tuli. Makalah terkait yang diterbitkan dalam edisi 12 September jurnal “Nature”.

Tuli terutama disebabkan oleh sel-sel rambut pendengaran (sel rambut sensori) atau sehubungan dengan fase neuron koklea ganglion spiral (spiral neuron ganglion, SGNs) mengalami kerusakan. SGNs bertanggung jawab atas sel-sel rambut untuk menerima sinyal dan ditransmisikan ke otak. Auditory neuropati (pendengaran neuropati) merupakan angka kasus tertinggi, sel-sel rambut utuh pasien seperti itu, tapi SGNs rusak. Transplantasi koklea dapat menyembuhkan sel-sel rambut yang rusak, namun SGNs yang rusak tidak dapat diobati dengan metode konvensional.

Dalam studi ini, para peneliti menggunakan fibroblast growth factor (faktor pertumbuhan fibroblast) FGF3 dan FGF10 stem cell embrio manusia diinduksi untuk membedakan sel-sel progenitor telinga (nenek moyang dari otic), dan kemudian berdiferensiasi menjadi SGNs, kemudian menyebar ke gerbil pendengaran neuropati. Setelah 10 minggu, diukur reaksi elektroda otak untuk suara, dan menemukan bahwa pemulihan rata-rata 46% dalam sidang gerbil. Digunakan dalam suara ukuran 50 desibel, setara dengan percakapan di lingkungan yang tenang.

Meskipun metode ini belum diterapkan pada orang-orang tuli, tapi membuka jalan bagi stem cell untuk mengobati ketulian.


Ilmuwan AS menemukan bahwa penyuntikan sel induk memperpanjang hidup tiga kali lipat


  
Baru-baru ini, penelitian telah menunjukkan bahwa sel-sel induk dapat mengganggu proses penuaan, atau bahkan 3 kali lebih lama hidup. Sebuah studi menegaskan bahwa sel-sel induk disuntikkan sekali kehidupan tikus akan memperpanjang tiga kali lipat, dan akan membuat tikus tumbuh lebih besar dan lebih kuat.

Para ilmuwan percaya bahwa penelitian sel induk dalam protein dapat menyediakan perikemanusiaan dengan kunci "penyuntikan kekal. Studi lebih lanjut, dilakukan oleh para peneliti di University of Pittsburgh akan dapat membantu menunda proses penuaan. Efek ini bahkan dalam sel dalam peralatan laboratorium akan dapat melihat sel-sel induk muda mereka ditempatkan berdampingan bersama-sama dengan penuaan dini sel. Pasien pikun ditempatkan di samping sel ke dalam sel-sel sehat, efektivitas mereka akan menjadi lebih baik. Para peneliti AS penuaan dini (progeria) yang dikenal dalam tikus ditingkatkan. Manusia juga muncul fenomena penuaan dini.

Peneliti dari tikus muda dan sehat untuk menyuntikkan mereka dengan sel induk, sehingga harapan hidup mereka sampai tiga kali tikus-tikus penuaan dini. Percobaan mereka adalah penelitian sel induk pertama pada dini korban penuaan. Para ilmuwan menemukan bahwa sel-sel dari tikus dengan prematur perbedaan tikus sel penuaan, sel-sel yang terakhir lebih kecil, tetapi lebih lambat daripada tikus biasa membendung kecepatan regenerasi sel. Namun, untuk 17-hari-tua tikus penyuntikan sel induk, menemukan bahwa kehidupan mereka secara signifikan diperpanjang, memperpanjang dari rata-rata hanya 21 sampai 28 hari ke lebih dari 66 hari tiga kali lebih lama dari biasanya.

Modifikasi tikus penyuntikan sel induk, pertumbuhan mereka hampir sama dengan tikus yang sehat, dan juga tumbuh pembuluh darah baru di otak dan otot. Para ilmuwan percaya bahwa ini adalah karena dari sel-sel induk yang sehat dapat membantu untuk memperbaiki adanya variasi dalam sel tikus penuaan. Penelitian, yang diterbitkan dalam jurnal tesis "Nature Communications" Dr Laura - Nigeria Dayton Hofer, mengatakan: "percobaan kami telah menunjukkan bahwa tikus penuaan dini penyuntikan sel induk dari muda, sehat, dan mereka akan hidup sehat, lebih panjang umur ini menunjukkan bahwa stem cell gangguan akan menyebabkan penuaan. "

Nigeria Dayton Hofer mengatakan: "Dengan meningkatnya usia dini tikus penuaan, otot-otot kaki belakang mereka akan berkurang, dan akan ada bongkok, gemetar, fenomena lambat dan canggung mempengaruhi tikus sebelum munculnya tanda-tanda penuaan pertama penyuntikan dari sel induk, mereka akan lebih seperti tikus normal, dan terlihat hampir seperti tikus normal. penelitian lebih lanjut telah menunjukkan bahwa otak tikus dan organisasi menumbuhkan pembuluh darah baru, bahkan jika tidak ada sel-sel induk yang ditemukan dalam organisasi juga terjadi. Bahkan, setelah sel induk disuntikkan ke tikus perut, mereka tidak ditransfer ke setiap organisasi tertentu.

"Hal ini memungkinkan kita untuk berpikir bahwa sel-sel sehat mengeluarkan faktor untuk menciptakan lingkungan untuk membantu penduduk asli yang benar dari sel-sel batang dan penuaan organisasi gangguan, sel-sel induk muda kita di sisi sel penuaan dini dalam proses uji cawan Petri., Namun tidak menghubungi fungsi sel sehat ditemukan secara signifikan meningkatkan


Terapi Stem Cell Untuk Pengobatan Infark Miokard



Apa yang dimaksud dengan infark miokard?
Infark miokard dibentuk dari nekrosis miokard, penyakit yang ditandai akibat oklusi koroner dan menyebabkan suplai darah ke jantung terganggu. Miosit jantung adalah sel akhir yang dapat dibedakan, itu adalah melalui regenerasi sel setelah cedera miokard yang tidak bisa diperbaiki, tetapi pembentukan bekas luka fibrosis. Selanjutnya, memperpanjang ventrikel dinding zona infark menipis, membentuk kembali ventrikel, terutama disebabkan oleh infark miokard pada pasien dengan disfungsi ventrikel akhir dan kematian jantung.

Pengobatan konvensiona infark miokard
1.Pengobatan Infark miokard dengan obat, intervensi pengobatan medis dan pengobatan operasi bypass arteri koroner graft, meskipun perawatan ini memungkinkan rekanalisasi oklusi meningkatkan iskemia miokard, miokardium nekrotik terancam punah, tapi berusaha untuk membuat regenerasi pada miokard yang mengalami nekrosis. Meskipun studi ini menemukan bahwa sejumlah kecil pembelahan sel miokard dan proliferasi setelah infark miokard, namun pembagian dan proliferasi sel dalam jumlah yang kecil, proliferasi ini hanya dapat memperbaiki lesi oklusi kecil kapiler subklinis, dan tidak dapat mengimbangi infark miokard yang nekrosis , tidak cukup untuk mencegah terjadinya pembentukan kembali ventrikel dan kejadian gagal jantung.
2. Infark miokard juga dapat menjalani transplantasi jantung dan terapi gen. Tidak mudah untuk menghasilkan efek samping dan kelangsungan hidup allograft jantung setelah jantung ditransplantasikan untuk menggantikan jantung yang rusak, tapi kekurangan donor, faktor imunosupresif, yang juga membuat transplantasi jantung dibatasi. Terapi gen dapat meningkatkan kontraksi sel miokard, tetapi karena sel-sel fungsional miokard menurun jumlahnya, sehingga terapi gen tidak dapat memperoleh hasil yang memuaskan.

Konsep dasar dari Stem Cell
Stem cell adalah sel yang terdiferensiasi memiliki potensi multi-diferensiasi dan mereplikasi diri fungsi awal dalam kondisi tertentu, dapat dibedakan ke dalam sel fungsional yang berbeda untuk membentuk berbagai jaringan dan organ. Stem sel dalam karakteristik dasar memiliki 1.Stem cell memiliki kemampuan pembaruan diri dan mempertahankan diri. 2. Memiliki potensi lebih untuk membedakan. 3. Kemampuan memisahkan diri pada stem cell dapat dipertahankan dalam waktu yang lama. 4. Keduanya memiliki kapasitas fisiologis yang diperbarui, juga memiliki reaksi terhadap cedera atau penyakit dan kemampuan untuk memperbaiki diri. 5. Pembaruan diri dan diferensiasi stem cell memerlukan lingkungan yang spesifik.
Bagaimana transplantasi stem cell dalam pengobatan infark miokard?

Transplantasi stem cell merupakan terapi pengobatan baru yang efektif dari infark miokard dengan transplantasi stem cell untuk regenerasi sel miokard, dan mencegah pembentukan kembali ventrikel dan meningkatkan fungsi jantung. Saat ini sejumlah negara telah berusaha menerapkan berbagai jenis transplantasi stem cell dalam pengobatan infark miokard, termasuk stem cell otot rangka, stem cell embrionik dan sel-sel sumsum tulang batang.

1. Transplantasi stem sel embrionik dalam pengobatan infark miokard
Stem cell embrio adalah sel awal embrio atau sel germinal primordial terisolasi. Memiliki karakteristik biologis blastokista awal dengan ICM atau PGCs yang mirip, dari luar dapat melanjutkan keadaan dibeda-bedakan dapat dipertahankan in vitro dan bagaimana potensi diferensiasi. Dalam kondisi yang tepat, stem cell embrio dapat diinduksi untuk berdiferensiasi menjadi berbagai sel, jaringan, juga dapat dilengkapi dengan embrio reseptor chimera. Apakah stem cell embrio in vitro atau in vivo dapat dibedakan ke dalam sel otot jantung, efek yang signifikan meningkatkan fungsi jantung.

2. Transplantasi stem cell sumsum tulang dalam pengobatan infark miokard
Stem cell sumsum tulang, termasuk CD34+stem cell, CD34-stem cell, sel batang mesenchymal dan fungsi stem cell lainnya tidak diketahui. CD34-stem cell dapat berdiferensiasi menjadi sel-sel miokard dan sel endotel, yang membentuk jaringan miokard dan pembuluh darah pada pasien dengan infark miokard. Stem cell sumsum tulang untuk mengobati infark miokard dapat mengurangi kematian sebesar 68% dan pengurangan 40% dalam ukuran infark, ventrikel rongga yang luas mengalami penurunan sebanyak 26%, dengan pembentukan sel baru lahir miokard, fraksi ejeksi hemodinamik mengalami perbaikan yang signifikan.

3. Transplantasi stem cell otot rangka dalam pengobatan infark miokard
Sel otot rangka induk berdiferensiasi menjadi sel-sel miokard. Stem cell otot rangka ditransplantasikan ke jantung infark miokard, ventrikel diastolik dan fungsi sistolik bisa untuk mendapatkan perbaikan.

Langkah
Modern Hospital Guangzhou(Stem Cell Research & Treatment Center)
dalam transplantasi stem cell untuk pengobatan infark miokard :
1. mengambil sejumlah kecil stem cell sumsum tulang autologous diisolasi dan dimurnikan, setelah kultur in vitro, masuk ke dalam tubuh pasien melalui transfusi intravena atau intervensi.
2. Di sel-sel mikro jantung, stem cell diinduksi secara bertahap berdiferensiasi menjadi sel-sel otot jantung baru untuk menggantikan sel-sel miokard nekrotik, meningkatkan infark miokard menjadi elastis, merangsang angiogenesis, batas zona infark menipis respon kelangsungan hidup sel-sel miokard disesuaikan dengan zona infark untuk mencegah pembesaran ventrikel kiri dan gagal jantung progresif, dan dengan demikian mencapai infark memperbaiki fungsi lokal dan keseluruhan jantung miokard setelah pengobatan gejala pasien dapat dihilangkan.

Peneliti AS menemukan bahwa sel-sel induk yang asing dapat memperbaiki jantung



Para peneliti AS dalam sel induk untuk memperbaiki kerusakan jantung telah membuat kemajuan yang signifikan, mereka menemukan bahwa tak dikenal menyumbangkan sel induk untuk membangun kembali jaringan jantung pada pasien dianggap aman dan efektif. Ini berarti bahwa mungkin dapat menciptakan bank sel induk, sel-sel induk darah yang disimpan sampai akses yang diperlukan.
Berbagai sel yang berbeda


Pertemuan tahunan American Heart Association, 5 November untuk membahas hasil dari penelitian ini. Penelitian ketua, kata University of Miami Joshua • Hitam Earle, kelas khusus sel induk yang diambil dari sel-sel induk sumsum tulang yang digunakan dalam penelitian ini, merupakan fitur kunci dari permukaan sel, sehingga sistem kekebalan tubuh tidak berpikir mereka asing "penyerbu "serangan.

30 relawan berpartisipasi dalam studi ini memiliki sejarah serangan jantung, episode yang paling tua adalah 30 tahun yang lalu, dan yang terbaru juga beberapa tahun yang lalu. Serangan jantung jaringan parut kiri akan melemahkan fungsi jantung, sehingga hipertrofi otot jantung, relaksasi, dan tidak dapat secara efektif memompa darah, para sukarelawan ini memiliki gejala gagal jantung.

Para peneliti mengumpulkan pasien dan beberapa tulang relawan sel induk sumsum, dibudidayakan di Laboratorium Johns Hopkins University, dan sebulan dan kembali ke University of Miami untuk pengobatan.

Peneliti dari kateter arteri pasien selangkangan dimasukkan melalui sel-sel batang kateter dikirim ke jantung daerah jaringan bekas luka. 15 pasien dengan sumsum sel batang tulang mereka sendiri, dan 15 orang yang menggunakan sel induk dari orang asing.
keefektifannya sama

Setahun kemudian, para peneliti menemukan bahwa 30 relawan jaringan bekas luka mempersempit sepertiga. Berjalan kaki, kualitas hidup dari dua kelompok relawan telah membaik, tidak ada perbedaan yang signifikan dalam kemampuan jantung memompa darah.

Juan Lopez, salah satu relawan, yang lain dalam pengobatan sel induk sumsum tulang. AP mengutip seorang pria tua 70-tahun, kemudian pada tanggal 6 melaporkan bahwa terapi sel induk efek dari signifikan, yang memungkinkan dia untuk kembali ke pekerjaan insinyur, juga bisa naik sepeda latihan.

"Ini mengubah hidup saya," kata Lopez, "Setiap hari, setiap minggu, setiap bulan, saya bisa merasa secara fisik lebih baik, sesak dada lagi, sesak napas, dan energik."

Hasil penelitian ini diterbitkan oleh Journal of American Medical Association. Para peneliti berharap bahwa, setelah beberapa waktu, status pasien lebih ditingkatkan pengobatan untuk mencapai hasil yang lebih baik.
Keunggulan yang jelas

Para peneliti percaya bahwa yang paling menarik dari penelitian ini adalah bahwa penggunaan sel induk yang disumbangkan oleh orang lain, tanpa pencocokan golongan darah atau jaringan. Sel induk belum sepenuhnya diferensiasi, dapat berubah menjadi sel-sel jaringan organ baru. Stem sel untuk membentuk sel-sel hati yang baru untuk memperbaiki kerusakan di jantung pasien adalah salah satu arah penelitian kardiologi.

Hale mengatakan: "Mungkin dalam sel induk bank darah sudah siap, ketika pasien membutuhkan terapi sel induk dapat menyediakan.", Satu menyumbangkan sel induk sumsum tulang untuk pengobatan yang dibutuhkan cukup untuk 10 pasien.

Untuk menghadiri pertemuan tahunan Heart Association Harvard yang berafiliasi dengan Brigham dan Rumah Sakit Wanita, Dr Elliott Antman memuji University of Miami penelitian ini. Menurut hasil, katanya, dapat dipertimbangkan untuk membangun sebuah versi canggih dari bank darah, membuka terapi sel induk baru Avenue, salah satu keuntungan untuk melakukannya tidak perlu dibudidayakan sel induk spesifik untuk setiap pasien, menghemat waktu tunggu, mengurangi pasien kesakitan. (Dipetik dari Xinhua)

Mujizat Kesembuhan Menginspirasi Lagu

Jun 01 2013

Nordhoff and Michael Neale (right), writers of "Your Great Name," along with TwoNords Music president Eric Nordhoff (left),

“Your Great Name,” lagu yang berisi tentang Kuasa penyembuhan Allah, Lagu ini terpilih di “Worship Song of the Year at the 43rd Annual GMA Dove Awards.” 

"Saya benar-benar terpesona oleh cara Allah mengambil lagu ini dan memberikan kehidupan dan lebih dari itu untuk mendorong orang percaya untuk memuliakan nama Yesus, sebagai Penyembuh, Penebus dan Raja," kata Krissy Nordhoff, yang menulis lagu tersebut dengan Michael Neale. "Saya kagum dan ingin menjadi bagian orang-orang yang memuliakan Yesus."

*klik judul utk baca selengkapnya