Antara Saya, Tuhan Yesus & Presiden Joko Widodo

Antara Saya, Tuhan Yesus, dan Presiden Joko Widodo

 

Saya lahir di Bojonegoro tanggal 11 Desember 1987. Saya adalah salah satu pengelola komunitas fiksi dengan anggota yang hampir mencapai 11.000.

 

Saya tidak punya ilmu tentang dunia sastra, tetapi saya adalah penikmat karya sastra. Namun saya mulai beranikan diri untuk mencoba menulis sebuah karya fiksi. Tulisan pertama saya menuai banyak kritik pedas, namun dari sebuah kritikan itulah yang memotivasi saya untuk bisa melahirkan karya yang lebih berkualitas lagi.

 

Dari sebuah ketekunan untuk belajar dan pantang menyerah itulah, akhirnya saya mendapatkan sebuah penghargaan sebagai Best in Fiction 2015. Tidak hanya itu, penghargaan keduapun menyusul yaitu Best Community, dimana komunitas saya menjadi komunitas terbaik.

 

Karena dua penghargaan itulah, tanggal 12 Desember 2015 saya diundang untuk bersantap siang bersama Presiden Jokowidi Istana Negara. Ada 99 orang lainnya yang turut diundang oleh Presiden, dimana kami (100 orang) telah lolos seleksi dari 300.000 orang yang juga berlomba-lomba untuk bisa bertemu dengan Presiden Jokowi, ini adalah sebuah anugerah terbesar yang telah Tuhan Yesus berikan kepada saya.

 

Pada hari yang sama, Kepala Biro Komunikasi Perhutani, menemui dan meminta saya untuk menjadi Juri lomba cerpen yang diadakan oleh Perhutani bulan Februari 2016 di Jakarta.

 

Jangan pernah remehkan talenta yang Tuhan Yesus berikan dalam kehidupan kita, sebab disitulah terletak benih-benih berkat. Lampauilah ketidakbisaan dengan terus mencoba sampai bisa! Sebab talenta yang Tuhan Yesus berikan pasti mendatangkan berkat yang luar biasa!

 

Then this Daniel was preferred above the presidents and princes, because an excellent spirit [was] in him; and the king thought to set him over the whole realm  ( Daniel 6:3 )

 Desy Riani Wulandari

Jemaat GPdI Maranatha Jl. Aries Munandar 64 Malang

Kiriman: DPM

 

Share