Biografi MD Wakkarry

Ketua Majelis Pusat GPdI (Gereja Pentakosta di Indonesia) dan Gembala Sidang GPdI Maranatha, Medan, ini seorang wartawan senior. Pria kelahiran Bogor, 22 Juni 1943, ini seorang jurnalis yang pendeta dan pendeta yang jurnalis. Mantan Ketua GAMKI Sumut ini pernah menjadi Anggota MPR (1999-2004). Sebagai wartawan, dia seorang generalis yang amat menggemari bidang politik.

Pendeta Dr Markus Daniel Wakkary ikut mendirikan Koran Sinar Indonesia Baru (1970), yang hingga saat ini dia aktif sebagai penasihat (Lihat Daftar Wartawan
wartawan senior). Sebelumnya, dia aktif sebagai Lihat Daftar Wartawan
wartawan Koran Sinar Harapan Edisi Sumut dan Koran Mingguan KAPPI.

Selama aktif sebagai jurnalis, dia banyak keliling Indonesia dan mencanegara. Beberapa kali ikut rombongan Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Presiden Soeharto dalam kunjungan kenegaraan dan mengikuti KTT. Dia banyak menulis masalah politik dan masalah luar negeri. Namun bukan berarti dia tidak pernah menulis masalah atau bidang lain, seperti olahraga, budaya, ekonomi. Baginya seorang Lihat Daftar Wartawan
wartawan adalah seorang generalis yang harus belajar terus-menerus.

Profesionalisme wartawan harus ditunjukkan dari kualitas penulisan. Menurutnya, jurnalistik itu bukan ilmu eksakta, tetapi berkembang terus.

Sebelum menjadi wartawan Surat Kabar Harian Sinar Harapan Edisi Sumut, 1965, Wakkary sebenarnya sudah menjadi pendeta. Dia sudah sekolah Alkitab tahun 1960. Apalagi, ayah dan ibunya adalah pendeta yang merintis dan mendirikan GPdi Maranatha, Medan. Namun kala itu, Wakkary muda lebih tertarik menjadi jurnalis. Walaupun saat itu, dia aktif juga di gereja, tetap membantu pelayanan ayah dan ibunya.

Kemudian beberapa saat setelah ayahnya meninggal dunia, kesehatan ibunya terganggu sehingga tidak bisa lagi melayani. Dalam kondisi itu, ibunya mempercayakan pelayanan sebagai gembala sidang GPdI Maranatha, Medan kepadanya. Kala itu dia sedikit ragu apakah jemaat bisa menerimanya. Ternyata jemaat menyambutnya dengan amat antusias menjadi gembala sidang. Walaupun saat itu masih aktif dalam tugas-tugas jurnalistik.

Kemudian, setelah tahun 1981, Wakkary memutuskan fokus pada pelayanan walaupun dia tetap dalam posisi penasihat (wartawan senior) di Skh Sinar Indonesia Baru, Medan hingga saat ini. Setelah dia memilih lebih fokus pada pelayanan sebagai pendeta, dia pun terpilih menjadi Pimpinan Majelis Pusat GPdI dan Ketua Majelis Daerah Sumut dan Pejuang dari Aceh. Dia juga terpilih menjadi pengurus PGPI di pusat dan daerah.

Setelah menjadi gembala sidang, Wakkary pun menikah tahun 1985 dalam usia 42 tahun denga seorang gadis berdarah Manado, seorang pramugari Garuda. isterinya pun beralih profesi menjadi pelayan di gereja. Mereka dikaruniai anak tiga orang: Anak pertama Claudia Debora, kuliah di Seatle, Amerika Serikat; Anak kedua Kezia Tabitha, kuliah di perth, Australia; dan anak ketiga Ken H Lois, SMA. Ketiga orang anaknya juga terlibat dalam pelayanan di tempat masing-masing.e-ti/crs. Sumber: tokohindonesia.com

Share